https://kalcare.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/moch4/uploads/catalog/product/p/e/peptisol-cok-190gr.jpg
https://kalcare.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/moch4/uploads/catalog/product/p/e/peptisol-cok-190gr.jpg
https://kalcare.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/moch4/uploads/catalog/product/p/e/peptisol-cok-190gr.jpg

Peptisol Coklat

Mulai dari

Rp 63.000

Anda berpotensi mendapatkan sejumlah

10

Peptisol merupakan nutrisi tinggi protein untuk mempercepat pemulihan, terutama baik sekali untuk pasien pasca operasi. Manfaat lainnya Peptisol sangat baik untuk meningkatkan berat janin bagi wanita hamil, pembentukan massa otot, kontrol berat badan atau kondisi kesehatan lainnya yg butuh didukung protein tinggi. Protein dalam peptisol juga merupakan jenis WHEY yang berkualitas tinggi dan mudah diserap tubuh.

Share:

Tersedia di

Penjual di Semua Kota

Peptisol merupakan nutrisi tinggi protein untuk mempercepat pemulihan, terutama baik sekali untuk pasien pasca operasi. Manfaat lainnya Peptisol sangat baik untuk meningkatkan berat janin bagi wanita hamil, pembentukan massa otot, kontrol berat badan atau kondisi kesehatan lainnya yg butuh didukung protein tinggi. Protein dalam peptisol juga merupakan jenis WHEY yang berkualitas tinggi dan mudah diserap tubuh.

Spesifikasi:
1. Berat 190 gr
2. Rasa Coklat  


Keunggulan Peptisol:
1. Tinggi protein 14gr/saji (dua kali lipat susu murni / steril)
2. Jumlah protein Whey 5 kali lipat susu murni / susu umumnya
3. Sumber 8 Vitamin (Tinggi Vit A, B1, B3, B6) dan 5 Mineral
4. Tinggi Zinc sebagai antioksidan dan penyembuhan luka
5. Cepat serap dan rendah residu sehingga cepat menaikkan berat janin dan penyembuhan luka
6. Laktosa 0gr (Bebas Laktosa, minim resiko diare)
7. Dapat dikonsumsi oral/ minum langsung atau per sonde melalui selang NGT
8. Rasa Yang Enak   


Kegunaan:

1. Stress metabolik meningkat, misal: stroke, pasca bedah, infeksi, sepsis, trauma, luka bakar.
2. Masa pemulihan dari sakit.
3. Untuk menunjang kebutuhan protein pada keadaan stress metabolik.
4. Aman untuk pasien dengan intoleransi laktosa.
5. Saat asupan nutrisi tidak dapat dipenuhi dari makanan biasa, misal: diare hebat, demam tifoid.