https://kalcare.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/moch4/uploads/catalog/product/h/e/hepatosol-lola-kanan_1.jpg
https://kalcare.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/moch4/uploads/catalog/product/h/e/hepatosol-lola-kanan_1.jpg
https://kalcare.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/moch4/uploads/catalog/product/h/e/hepatosol-lola-kanan_1.jpg

Hepatosol Lola

Mulai dari

Rp 151.500

Anda berpotensi mendapatkan sejumlah

20

Atasi penyakit kuning dengan Makanan diet khusus untuk pasien dengan gangguan fungsi hati berat disertai ensefalopati hepatik (penurunan fungsi otak).   Info : Produk yang diterima kemungkinan akan berbeda, terkait ketersediaan kemasan baru.

Tersedia di

Penjual di Semua Kota

Hepatosol Lola adalah Makanan diet khusus untuk pasien dengan gangguan fungsi hati berat disertai ensefalopati hepatik (penurunan fungsi otak).   Beberapa kondisi umum pasien gangguan hati berat, seperti:

  • Metabolisme tubuh berlebihan, sehingga pasien dengan mudah mengalami penurunan berat badan.
  • Asupan nutrisi yang tidak bisa menyeimbangi proses metabolisme yang berlebihan, sehingga pasien malnutrisi.
  • Ketidakseimbangan jumlah antara asam amino rantai cabang dan asam amino aromatik dapat menyebabkan pasien mengalami penurunan fungsi otak dari stadium ringan hingga berat (koma).  

Spesifikasi: 

  • Berat 249gr
  • Rasa Jeruk   

Keunggulan:

  1. Karbohidrat 71% sebagai sumber energi
  2. Protein 19% yaitu Asam amino rantai cabang
  3. Lemak 9% yaitu MCT (Medium Chain Trigliceride) sebagai lemak yang siap dirubah menjadi energi dan tidak membebani kerja hati sehingga aman untuk pasien gangguan hati.
  4. Vitamin dan mineral
  5. LOLA (L-Ornithine L-Aspartate)   

Kegunaan: 

  1. Dapat mencegah pemecahan glikogen hati 
  2. Untuk memperbaiki keseimbangan dengan asam amino aromatik 
  3. Untuk membantu metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
  4. Untuk membantu mempertahankan kesadaran pasien.    

Perlu diketahui :

Gangguan fungsi hati (hepatitis/liver) terbagi :

  • Hepatitis A ditularkan : lewat makanan, air, peralatan makan, mainan, dan juga benda-benda lainnya yang terkontaminasi dengan feses, dan paling utama adalah akibat kondisi tangan yang kotor.
  • Hepatitis B ditularkan : lewat darah, cairan tubuh, kontak seksual, jarum suntik yang digunakan untuk infus, kontaminasi jarum yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, tindik atau piercing.
  • Hepatitis C ditularkan : lewat transfusi darah, jarum suntik yang digunakan untuk infus, kontak seksual, kontaminasi jarum yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur dan tindik telinga.