Ragam Manfaat dan Kebutuhan Zat Besi untuk Ibu Menyusui

Ragam Manfaat dan Kebutuhan Zat Besi untuk Ibu Menyusui

Bukan hanya di masa kehamilan, ibu menyusui juga harus memenuhi kebutuhan zat besi hariannya. Hal ini karena zat besi punya segudang manfaat bagi ibu menyusui.

Manfaat dan Fungsi Zat Besi Bagi Ibu menyusui

Setelah hamil, ibu harus tetap mengonsumsi makanan sehat untuk mendukung proses pemberian ASI. ASI adalah satu-satunya makanan terbaik untuk bayi lahir hingga usia 6 bulan.

Maka itu, ibu menyusui perlu fokus untuk mengonsumsi makanan sehat bagi tubuhnya dan sebagai upaya mendukung produksi ASI. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi. 

Lalu, apa saja manfaat dan fungsi zat besi untuk ibu menyusui?

1. Mencegah Anemia Defisiensi Besi Setelah Melahirkan

zat besi untuk menyusui

Manfaat zat besi bagi ibu menyusui yang paling utama adalah untuk mencegah anemia akibat kekurangan (defisiensi) zat besi. 

Anemia defisiensi besi umum terjadi pada kehamilan dan pasca persalinan. Umumnya, hal ini terjadi karena ibu yang baru saja melahirkan merasa lelah, kurang makan, hingga mengalami perdarahan saat persalinan. 

Dalam sebuah penelitian terhadap 1.500 perempuan yang telah melahirkan, ditemukan hampir 30% mengalami anemia. Ibu yang mengalami kekurangan zat besi akan mudah lelah dan lemah.

Kondisi ini dapat memengaruhi bayi yang baru lahir karena ibu tidak dapat memberikan ASI dengan maksimal akibat kelelahan.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi saat masa kehamilan hingga masa menyusui. 

Baca juga: Ragam Sayuran yang Baik Untuk Bantu Atasi Anemia

2. Meningkatkan Produksi ASI

Menurut Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, kandungan zat besi yang rendah dapat mengurangi suplai ASI.

Maka dari itu, ibu menyusui di Amerika banyak mengonsumsi oatmeal yang kaya zat besi sebagai upaya meningkatkan suplai ASI.

3. Baik untuk Ibu yang Menerapkan Diet Vegetarian

manfaat zat besi untuk ibu menyusui

Saat menjalani diet vegetarian, sangat penting untuk memilih makanan yang dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Pilihlah makanan yang kaya akan zat besi, protein, dan kalsium. Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin C untuk membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik.

Baca juga: 5 Camilan untuk Tingkatkan Kualitas ASI

4. Mencegah Gangguan Saraf pada Anak

Dalam sebuah penelitian, kondisi anemia defisiensi dan defisiensi zat besi dapat berpengaruh pada perkembangan otak anak. Terutama saat anak mengalami kekurangan zat besi sejak lahir hingga berusia 3 tahun.

Inilah kenapa diperlukan upaya pemenuhan zat besi yang tepat serta skrining untuk defisiensi zat besi pada bayi dan balita.

Kebutuhan Zat Besi Harian Ibu Menyusui

Dari beberapa manfaat zat besi untuk ibu menyusui, jenis makanan tertentu dapat dikonsumsi untuk memenuhi nutrisi harian. 

Menurut Angka Kebutuhan Gizi (AKG) Kemenkes RI tahun 2019, kebutuhan zat besi harian untuk ibu menyusui adalah sebanyak 9 sampai 10 miligram. Kadar kebutuhan harian zat besi juga tergantung pada usia ibu menyusui.

Baca juga: 10 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pemberian ASI Perdana

Sumber Zat Besi untuk Ibu Menyusui

Upaya memenuhi kebutuhan zat besi untuk ibu hamil dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan tertentu. Ada banyak pilihan makanan yang memiliki kandungan zat besi yang baik bagi ibu menyusui. Beberapa rekomendasi makanan kaya zat besi di antaranya:

  1. Sayur bayam dan kangkung
  2. Daging sapi
  3. Jeroan dan hati
  4. Kerang
  5. Kacang-kacangan, seperti kacang polong, kacang kedelai, dan lentil
  6. Ikan jenis tuna dan sarden
  7. Serealia
  8. Oatmeal

Suplemen Zat Besi untuk Ibu Menyusui

Selain mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, ibu menyusui juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan.

Pastikan suplementasi zat besi yang Anda konsumsi berdasarkan hasil rekomendasi dari dokter ya. Sebab mengonsumsi suplemen makanan dalam jumlah yang besar selama menyusui berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi. 

 

Artikel dicek oleh: dr. Isman Sandira

Penulis: Chamilla Maria | Editor: Nimas Mita

Sumber:

  • AAP News and Journal. Diakses pada 2021. Diagnosis and Prevention of Iron Deficiency and Iron-Deficiency Anemia in Infants and Young Children (0-3 Years of Age)
  • Baby Center. Diakses pada 2021. Anemia and Breastfeeding
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Infant and Toddler Health
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Iron Supplement (Oral Route, Parenteral Route)
  • Medical News Today. Diakses pada 2021. Which Foods Can Help With Lactation?