Turunkan Berat Badan dengan Intermittent Fasting


Turunkan Berat Badan dengan Intermittent Fasting

Turunkan Berat Badan dengan Intermittent Fasting

Diet merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh seseorang untuk menjaga berat badan ideal atau menghindari obesitas. Ada beberapa jenis diet yang sering dilakukan oleh masyarakat atau mungkin Anda sendiri. Misalnya seperti intermittent fasting atau diet puasa berseling.

 

Pengertian intermittent fasting

 

Diet intermittent fasting adalah jenis rencana makan yang membutuhkan periode makan dan puasa yang diatur sendiri. Pada saat puasa, Anda hanya dapat mengonsumsi cairan seperti air, kopi, teh, atau Slim & Fit Meal Replacement. Sedangkan selama periode waktu makan, Anda dapat mengonsumsi makanan apa saja, termasuk makanan yang disukai. Pola inilah yang membuat intermittent fasting dianggap sebagai cara diet yang sederhana karena jadwalnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

 

kenali pola diet sehat intermittent fasting

 

Intermittent fasting diklaim oleh beberapa kalangan sebagai diet yang efektif dalam menurunkan berat badan dan sehat. Diet ini tidak hanya membantu Anda untuk mendapatkan berat badan yang ideal, tetapi juga menguatkan metabolisme tubuh, menurunkan risiko diabetes, mencegah penyakit jantung, dan memperlambat proses penuaan.

Cara melakukan diet intermittent fasting

 

1. Metode 16/8: Berpuasa 16 jam setiap hari

Metode 16/8 menuntut Anda untuk berkomitmen cukup tinggi dalam membatasi makan pada waktu-waktu tertentu setiap harinya. Metode ini mengharuskan berpuasa selama 14-16 jam dan menyediakan 8-10 jam waktu untuk makan. Sederhananya, Anda dapat menerapkan metode ini dengan tidak makan apa-apa setelah makan malam dan melewatkan sarapan pagi. Misalnya jika Anda makan malam pada jam 8 malam, maka Anda baru dapat makan kembali pada jam 12 siang keesokan harinya. Dengan begitu, Anda telah melakukan puasa selama 16 jam. Perlu diingat, pada waktu yang memperbolehkan untuk makan, Anda perlu mengonsumsi makanan yang sehat. Sebab jika Anda mengonsumsi makanan berkalori tinggi, rendah gizi, atau junk food, pola diet ini tidak memberi efek banyak pada tubuh Anda.

 

2. Metode diet 5:2, berpuasa selama dua hari dalam seminggu

Metode puasa ini menyediakan 5 hari dalam seminggu bagi Anda untuk makan normal seperti biasa. Sedangkan 2 hari sisanya, Anda diharuskan berpuasa dan membatasi 500-600 kalori saja untuk dikonsumsi. Rekomendasi kalori total selama berpuasa dua hari untuk perempuan adalah 500 kalori, sedangkan laki-laki 600 kalori. Anda dapat menerapkan ini pada puasa sunah Senin-Kamis dengan mengonsumsi makanan berbuka masing-masing hari 250 kalori untuk perempuan dan 300 untuk laki-laki.

 

3. Eat-stop-eat: berpuasa 24 jam, sekali atau dua kali dalam seminggu

Saat membaca namanya, mungkin Anda merasa ini metode diet intermittent fasting yang paling sulit. Tidak juga kok Fams. Pada metode ini, Anda hanya dilarang mengonsumsi makanan berat dan masih diperbolehkan minum air, kopi, atau makanan ringan yang tidak berkalori selama masa diet seperti Slim & Fit Meal Replacement dan Slim & Fit Cookies yang bisa Anda dapatkan di sini. Sebagai contoh, Anda dapat melakukan metode diet ini dengan berhenti makan selepas sarapan dan tidak mengonsumsi makanan berat hingga sarapan di esok hari. Atau Anda bisa mengganti waktunya dengan memulai serta mengakhiri puasa pada makan siang atau makan malam. Jika masih merasa kesulitan menjalani metode puasa 24 jam ini, Anda dapat berpuasa dimulai selama 14-16 jam. Lalu secara perlahan Anda dapat meningkatkan durasi puasa hingga 24 jam diet eat-stop-eat.

 

konsumsi Slim & Fit untuk membantu diet intermittent fasting Anda

 

4. Diet puasa selang-seling

Metode diet yang satu ini mirip dengan cara puasa Nabi Daud, yang melakukan sehari puasa dan sehari tidak. Pada metode ini, ada beberapa versi yang memperbolehkan seseorang yang melakukan diet untuk mengonsumsi makanan berkalori. Misalnya salah satu versi hanya memperbolehkan seseorang makan sebanyak 25 persen dari konsumsi normal kalori harian, sedangkan versi lainnya memperbolehkan seseorang mengonsumsi hanya 500 kalori setiap hari.

 

5. Diet prajurit: puasa siang hari dan konsumsi makanan berat pada malam hari

Dalam diet prajurit, Anda diperbolehkan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran di siang hari dalam jumlah yang kecil. Lalu pada malam hari, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan berat. Pada metode ini Anda juga hanya diperbolehkan makan selama 4 jam di malam hari sebelum tidur.

 

6. Tidak makan selagi masih kenyang

Mungkin ini merupakan metode diet intermittent fasting dengan pola yang tidak ketat untuk memperoleh manfaat kesehatan setiap hari. Caranya dengan tidak mengonsumsi makanan apapun jika Anda tidak merasa lapar. Misalnya jika Anda tidak merasa lapar pada pagi hari, maka tidak perlu melakukan sarapan dengan makanan berat. Anda bisa mengganti dengan mengonsumsi buah-buahan. Lalu pada metode ini, Anda dapat melewatkan waktu makan normal sekali atau 2 kali dalam sehari, seperti melewatkan makan siang atau malam. Kuncinya Anda tetap mengonsumsi makanan sehat setiap hari dan makan sesuai porsi kalori agar tetap sehat, terhindar dari penyakit, dan menjaga berat badan agar tetap ideal.

Salam,

 

KALCare

 

 

 

Sumber:

https://tirto.id/intermittent-fasting-diet-yang-diklaim-ampuh-turunkan-berat-badan-eosR