Trik Mengenalkan Makanan Pendamping ASI pada Bayi


Trik Mengenalkan Makanan Pendamping ASI pada Bayi

Trik Mengenalkan Makanan Pendamping ASI pada Bayi

Saat si kecil menjelang usia 6 bulan, biasanya ibu mulai sibuk memikirkan ragam makanan pendamping ASI. Persiapan dilakukan mulai dari membeli perangkat dan alat-alat makan yang lucu dan aman bagi si kecil, hingga mencari-cari resep untuk mengkombinasikan bahan-bahan makanan yang cocok bagi si kecil.

 

Lantas, bagaimana caranya agar sukses mengenalkan makanan pendamping ASI bagi sang buah hati? Ted Greiner, Ph.D, dalam penelitian terkait ibu menyusui, mencatat bahwa, asupan nutrisi yang dikonsumsi bayi setelah 6 bulan pertama haruslah diprogram untuk bisa mengajarkannya kebiasaan makan padat guna menggantikan lemak dan kalori yang biasanya ia dapatkan dari ASI. Oleh karenanya, memberikan makanan pun harus secara bertahap. Pada saat awal, yaitu usia 6-12 bulan, susu harus menjadi sumber utama, atau sekitar 75 persen dari seluruh kalori yang dikonsumsi si kecil sepanjang hari. Memasuki tahun kedua, susu bisa dikurangi menjadi 50 persen dari total asupan kalorinya per hari. Nah, saat memasuki tahun ketiga, 80-90% asupan kalori bayi bisa mulai didapat dari makanan lain selain susu.

 

Jadi, untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI pada bayi Anda, berikut ini triknya:

 

  • Sebelum mulai waktu makan, pakaikan celemek bayi pada si kecil guna melindungi pakaiannya dari tumpahan makanan, dan gunakan alat makan yang lunak. Mulailah dengan makanan yang sederhana, yaitu dengan mencampurkan sereal atau biskuit lembut dengan ASI. Bisa juga mulai dengan buah-buahan, seperti pir, pisang, apel atau sayur masak yang dilumatkan.

 

  • Mulailah dengan memberikan makanan padat sekali sehari dengan porsi sedikit. Bayi mungkin tidak akan makan banyak pada tahap awal, namun tetap suapi ia makanan hingga ia terbiasa. Beberapa bayi membutuhkan latihan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut mereka dan menelannya.

 

  • Bayi harus belajar banyak jenis makanan, dan diajari secara bertahap untuk mengenali tekstur makanan yang berbeda. Harus ada perkembangan dengan tahapan, seperti dari makanan bertekstur agak cair, kemudian setelah umur bertambah, berubah ke makanan kental, lalu ke makanan dengan bentuk potongan. Buatlah bubur saring dari paduan karbohidrat dan sayur dengan menggunakan slow cooker. Ini sangat mudah dibuat, kok. Plus, bayi Anda juga akan menyukainya.

 

  • Jika bayi ‘menyembur’ atau membuang makanannya, coba lagi bahan tersebut beberapa hari setelahnya. Bisa jadi, dia belum terbiasa dengan rasanya, dan mungkin akan menyukainya di lain waktu.

 

  • Jangan tambahkan garam, gula, atau penyedap. Mulailah memberinya makanan dengan rasa alami.

 

  • Siap-siaplah untuk berantakan, dan jangan menyerah untuk terus mencoba.

 

Terakhir, untuk menciptakan pengalaman menarik bagi ibu dan bayi, jangan lupa juga ya, untuk mengambil foto saat bayi Anda mencoba untuk makan makanan pendamping ASI mereka untuk pertama kali.

 

Salam,

KALBE e-Store