Trik Mengajari Anak ke Toilet Sendiri


Trik Mengajari Anak ke Toilet Sendiri

Trik Mengajari Anak ke Toilet Sendiri

Tak terasa, buah hati yang selama ini selalu Anda timang dalam pangkuan Anda kini telah beranjak besar. Ia sudah bisa berlari ke sana dan ke mari, bahkan sudah mulai bisa diajak bercakap-cakap, walaupun hanya percakapan sederhana. Dari segi usia, ia juga tampaknya sudah siap untuk dilatih menggunakan toilet secara mandiri.

 

Berlatih menggunakan toilet sendiri atau toilet training merupakan salah satu fase penting bagi anak. Ditandai dengan pengurangan durasi penggunaan popok, ia kini sudah bisa buang air – kecil dan besar – sendiri. Setidaknya, ia bisa memberitahu Anda atau pengasuhnya jika ia merasakan tanda-tanda akan buang air, jadi ia tidak mengompol lagi.

 

Namun, sama seperti keterampilan lainnya, seperti keterampilan berjalan, berlari dan berbicara, keterampilan menggunakan toilet secara mandiri juga harus dipelajari. Dan, bagi Anda sebagai orangtua, perlu bimbingan yang bahkan lebih intens lagi.

 

Tenang saja, bukan berarti itu merupakan tugas berat yang tidak mungkin Anda lakukan. Sebaliknya, ada beberapa trik jitu yang bisa dilakukan untuk membantu Anda melatih anak ke toilet secara mandiri. Apa sajakah triknya? Silakan disimak.

 

Tips Mengajarkan Anak Pergi ke Toilet Secara Mandiri

 

  • Pastikan buah hati siap menjalani toilet training

Pada artikel sebelumnya di sini, kami telah membahas mengenai kriteria-kriteria apa saja yang bisa menunjukkan kesiapan anak untuk mulai menjalani toilet training. Pada intinya, anak mulai dapat diajari toilet training saat otot-otot di sekitar kemih dan rektumnya sudah dapat ia kontrol, yakni pada saat usianya 18 bulan ke atas. Selain itu, pastikan ia juga telah memiliki kesiapan dari sisi emosi, fisik dan psikologis. Tanda yang perlu Anda perhatikan diantaranya, ia sudah dapat duduk tenang tanpa banyak bergerak setidaknya selama 5 menit, ia sudah bisa memahami instruksi-instruksi sederhana, sudah mampu mengutarakan apa yang ia rasakan, serta bisa melepaskan dan mengenakan kembali celananya.

 

  • Kenalkan anak dengan aktivitas di toilet

Coba ajak anak ke toko yang menjual perlengkapan kamar mandi, dan minta ia memilih pispot atau potty chair yang ia sukai. Dengan begitu, pada saat Anda mulai mengajari dan melatihnya untuk buang air di pispot tersebut, Anda tidak akan mengalami banyak kesulitan karena si kecil akan dengan senang hati melakukannya di pispot yang dipilihnya sendiri. Selain itu, saat Anda membersihkan popoknya setelah ia buang air besar, ajak anak Anda bersama Anda. Tunjukkan bagaimana Anda membuang kotorannya ke dalam toilet dan mem-flush atau membersihkan toiletnya. Sesekali, Anda juga boleh mengajaknya berbicara dan menjelaskan mengenai proses metabolisme tubuhnya, mengenai fungsi dari alat-alat kelamin dan kemihnya, atau bisa juga dengan membacakannya cerita atau dongeng yang berhubungan dengan kegiatan bertoilet, tentunya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti olehnya.

 

  • Buat jadwal untuk makan dan minum

Jika Anda memberikan makan dan minum kepada si kecil sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, maka Anda juga akan lebih mudah mengatur interval waktu si kecil untuk ke toilet. Anda pun lebih mudah mengamati kebiasaannya buang air besar dan kecil, dan tentunya lebih memudahkan saat Anda akan mengajarinya ke toilet secara mandiri.

 

  • Konsisten

Toilet training merupakan usaha yang harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya oleh Anda dan pasangan saja. Karena itu, libatkan pengasuh anak, kakek-neneknya, serta semua orang yang biasa berinteraksi dengan si kecil. Pastikan mereka konsisten melatih anak dengan metode yang sudah Anda rancang dan sepakati, agar tidak terjadi kebingungan dari sisi si kecil. Jangan lupa memberitahu mereka secara mendetil mengenai kebiasaan dan jadwal buang air si kecil. Jika semua orang yang sering berinteraksi dengannya konsisten membimbing dan melatih si kecil toilet training dengan cara yang seragam, si kecil akan lebih mudah mahir menggunakan toilet secara mandiri.

 

  • Gunakan cara yang seru

Supaya si kecil lebih menikmati toilet training-nya, Anda bisa menggunakan cara-cara yang seru untuk membantunya lebih menyukai kegiatan bertoilet. Beberapa caranya akan kami ulas secara terpisah di sini. Selain itu, Anda juga bisa mencoba alternatif cara-cara seru lainnya, yang pada intinya membuat si kecil semakin betah buang air atau melakukan aktivitas di dalam toilet.

 

  • Jangan segan memuji

Toilet training merupakan satu langkah besar bagi si kecil, karenanya wajar jika ia menerima pujian atas keberhasilannya bertoilet secara mandiri. Dengan demikian, ia menjadi semakin terpacu untuk semakin mahir bertoilet. Jika suatu hari ia mengalami kesulitan bertoilet secara mandiri, atau ia kembali mengompol, jangan memarahinya. Jika ia melihat wajah marah Anda, atau mendengar Anda menghardiknya, dikhawatirkan ia justru akan merasa takut dan trauma. Cukup beri tahu dengan lembut bahwa Anda tidak suka, dan berharap ia tidak mengulanginya lagi.

 

Semoga sukses melatih si kecil toilet training!

 

Salam,

KALBE Store