Tip Parenting: Saat Anak Suka Berbicara Kasar


Tip Parenting: Saat Anak Suka Berbicara Kasar

Tip Parenting: Saat Anak Suka Berbicara Kasar

Dear parents, penting lho untuk mengetahui tip parenting dalam menghadapi anak yang mulai sering berbicara kasar. Hal ini penting untuk ditangani dengan segera, karena selain ucapan kasar bisa menyakiti hati, juga dapat memancing emosi. Psikolog mengatakan bahwa, perilaku anak yang suka berbicara kasar adalah hal yang normal. Ini karena, anak, terutama sebelum usia sekolah, hanya memikirkan dirinya, tanpa memahami makna dari ucapannya.

 

Namun, ketika ini terjadi, Anda tentunya tidak ingin terjebak dalam pertikaian kata-kata kasar dengan anak Anda. Oleh karenanya, berikut ini kami sajikan tip parenting untuk menghadapi si kecil yang suka berbicara kasar.

 

  • Orang tua harus menyadari bahwa, fase berbicara kasar itu tidak dapat dihindarkan, karena anak bisa meniru kata-kata kasar dari siapapun. Selain itu, penting juga untuk dilihat bahwa, perilaku berkata kasar ini, selain dikarenakan anak ingin mengeksplorasi kebaruan bahasa yang didapat dari lingkungan sekitarnya, juga merupakan indikasi bahwa anak sedang mencari perhatian.

 

  • Ketika anak berbicara kasar, jangan langsung dimarahi, jangan terpancing emosi, dan tetaplah tenang. Orang tua tidak boleh bereaksi berlebihan. Ketika orang tua tidak terlalu memperhatikan, anak pun tidak akan membesar-besarkan perkataannya.

 

  • Penuhi rasa ingin tahu Anda dengan bertanya pada anak dari mana ia mengenal kata-kata kasar tersebut, dan kenapa ia mengatakannya. Lalu, beritahu bahwa, kata kasar tidak selalu boleh diucapkan. Katakan apa konsekuensinya ketika ia berkata kasar, seperti akan ditinggalkan atau dimusuhi oleh keluarga dan teman-temannya.

 

  • Ketika anak berbicara kasar untuk menarik perhatian, diamkan saja. Orang tua harus memiliki posisi tawar. Mulailah berbicara dengan penuh perhatian setelah sang anak menghentikan kata-kata kasarnya. Katakan pada anak bahwa, kata kasar tersebut bukanlah kata yang dipilih keluarga untuk berinteraksi.

 

  • Yang penting, namun sepele adalah: jangan pernah tertawa ketika anak Anda berkata kasar. Ini untuk menunjukkan sikap tidak suka kita, selain juga karena sekali orang tua tertawa, anak akan mengulanginya lagi, karena dipikir itu adalah lelucon.

 

  • Perhatikan kata-kata yang kita gunakan sehari-hari, karena bisa jadi anak mencontoh dari orang tuanya sendiri.

 

Terakhir, perhatikan tontonan, teman main, dan lingkungan bergaul anak. Pastikan anak Anda hidup di lingkungan sehat, yang lebih banyak mengeluarkan kata-kata positif. Dan, tip parenting ini bisa mulai dipraktikkan dari lingkup keluarga Anda sendiri. Selamat mencoba.

 

Salam,

KALBE e-Store