Tidak Selalu Benar, Berikut 5 Mitos Ibu Hamil

Tidak Selalu Benar, Berikut 5 Mitos Ibu Hamil

Indonesia sangat kaya akan suku bangsa dan tradisi yang diwarisi turun temurun. Tidak jarang Anda akan menemukan banyak mitos dalam kehidupan dari tiap-tiap suku. Termasuk kepercayaan atau mitos yang terkait dengan kehamilan. Nah, apa saja mitos seputar kehamilan tersebut? Yuk cari kebenarannya di sini!

 

Biasanya mitos mengenai kehamilan akan diketahui oleh seorang perempuan yang baru saja hamil. Biasanya informasi tersebut datang dari orang-orang sekitar yang memberitahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kehamilan. Namun dari sekian banyak informasi, ternyata sebagian besar hanyalah mitos belaka! Nah berikut ini merupakan 5 daftar mitos seputar kehamilan tersebut.

 

1. Ibu hamil tidak boleh makan nanas

 

 

 

ibu hamil boleh mengonsumsi nanas selama masa kehamilan

 

 

 

Memakan nanas pada saat hamil kerap dianggap dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Padahal, buah berwarna kuning ini sebenarnya aman dan sehat untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Bahkan tidak ada bukti medis yang mendukung pernyataan bahwa nanas berbahaya bagi ibu dan janin.

 

Perlu Anda ketahui, awal mula munculnya mitos nanas berbahaya bagi ibu hamil adalah karena bromelain. Bromelain adalah kandungan pada nanas yang diteliti dapat memecah protein dalam tubuh dan mengakibatkan pendarahan abnormal. Penelitian ini memang benar adanya. Namun jumlah bromelain dalam satu porsi nanas tidak akan memengaruhi kehamilan. Efek negatif itu baru dapat terjadi jika Anda mengonsumsi 7-10 nanas sekaligus.

 

Selain itu, kandungan bromelain paling tinggi terletak pada bagian tengah nanas. Jadi jika Anda masih khawatir nanas akan memengaruhi kehamilan namun tetap ingin memakannya, Anda bisa mengonsumsi bagian pinggirnya saja.

 

2. Ibu hamil tidak boleh menyusui

 

Mitos ini diberikan kepada perempuan yang menghadapi kehamilan dengan jarak yang dekat dengan persalinan sebelumnya. Ibu telah hamil kembali dalam keadaan belum menyapih anak yang pertama. Apakah ini sungguh berbahaya?

 

Kenyataannya Anda dapat tetap menyusui bila kehamilan Anda dinyatakan sehat oleh dokter. Menyusui sangat penting dilakukan, apalagi jika anak Anda masih berusia di bawah 6 bulan. Tetapi pada kondisi khusus seperti memiliki riwayat kelahiran prematur, kelahiran kembar, dan keguguran memang tidak dianjurkan untuk menyusui selama hamil. Bila kondisi seperti ini terjadi, ada baiknya Anda mencari pendonor ASI bagi anak.

 

3. Ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan seksual

 

Ibu hamil boleh saja melakukan hubungan seksual selama kehamilan masih normal dan sehat. Hubungan seksual sangat aman dilakukan setelah memasuki trimester kedua, karena pada saat itu kantong ketuban dan otot rahim sudah kuat melindungi bayi.

 

Hubungan seksual juga tidak akan memicu persalinan dini, selama dilakukan dengan posisi yang benar dan jika kehamilan Anda sehat. Bahkan orgasme pun diperbolehkan. Orgasme dapat menimbulkan kontraksi uterus yang ringan, tapi ini bersifat sementara dan tidak berbahaya bagi kehamilan. Untuk lebih memastikan keamanannya, Anda boleh berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

 

4. Ibu hamil tidak boleh berolahraga

 

Mitos yang satu ini mungkin yang paling salah dari antara semua mitos yang adanya. Nyatanya, olahraga memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil, salah satunya untuk memudahkan proses persalinan. Untuk itu, Anda boleh tetap berolahraga selama merasa nyaman.

 

Memang hanya beberapa jenis olahraga yang boleh dilakukan oleh ibu hamil, di antaranya jogging, yoga, menari, atau berjalan kaki. Sedangkan olahraga yang tidak dianjurkan adalah yang berisiko membuat Anda terjatuh atau terhantam, seperti judo, kickboxing, squash, berkuda, dan bersepeda.

 

 

 

olahraga sebenarnya baik untuk ibu hamil

 

 

 

Ibu hamil juga disarankan agar tidak terlalu lelah dalam berolahraga. Untuk mengukurnya, Anda harus dapat berbicara saat melakukan olahraga. Jika Anda terengah-engah hingga kesulitan berbicara, tandanya Anda berolahraga terlalu berat. Anda juga harus selalu melakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga dan melakukan pendinginan sesudah melakukannya. Lakukan olahraga secara rutin dan jangan lupa minum air putih yang cukup setelah berolahraga.

 

5. Ibu hamil tidak boleh naik pesawat terbang

 

Mitos ini ternyata tidak sepenuhnya benar lho. Kondisi kehamilan yang normal tidak menutup kemungkinan Anda melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Namun pada trimester pertama, morning sickness dapat lebih terasa saat berada di pesawat dan membuat ibu menjadi kurang nyaman.

 

Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan perjalanan pada trimester kedua, sebab morning sickness telah jauh berkurang dan ukuran perut belum terlalu besar. Pada saat tersebut, kehamilan juga belum menyebabkan nyeri pinggang, sehingga tidak terlalu mengganggu.

 

Ibu hamil disarankan untuk memilih kursi yang dekat dengan lorong karena akan memberikan banyak ruang untuk bergerak dan mudah ke toilet. Hindari duduk diam terlalu lama di kursi dalam jangka waktu yang lama. Anda bisa meregangkan betis secara berkala saat duduk dan berjalan 1 jam sekali jika melakukan perjalanan panjang. Jangan lupa, sebelum melakukan perjalanan, lakukan konsultasi dengan dokter dan tetap minum air putih secara teratur.

 

Nah, ada satu lagi kepercayaan yang memang terbukti kebenarannya, yaitu susu Lovamil akan membantu memperkuat kandungan ibu. Dengan formula terbaru, Lovamil terbukti dapat melengkapi kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan menyusui, sehingga Anda dan janin senantiasa sehat di tengah aktivitas. Dapatkan Lovamil lebih hemat di sini.

 

 

 

konsumsi susu Lovamil yang terbukti memberi nutrisi kehamilan

 

 

 

Itulah 5 kepercayaan seputar kehamilan yang sebenarnya hanya sekadar mitos. Tetapi ingat, dalam keadaan atau kondisi tertentu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter perihal hal-hal tersebut. Dan ingat, minum Lovamil yang sudah pasti baik untuk ibu hamil!

 

Salam,

 

KALCare

 

 

 

 

 

Sumber :

Klikdokter.com