Waspada, Ini 10 Lebih Gejala dan Ciri Kekurangan Zat Besi

Waspada, Ini 10 Lebih Gejala dan Ciri Kekurangan Zat Besi

Fungsi utama zat besi adalah untuk membantu mendistribusikan oksigen dan makanan ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, kekurangan (defisiensi) zat besi sering kali dikaitkan dengan anemia.

Memang tidak salah Fams, tetapi ada juga loh akibat lainnya yang terjadi akibat kekurangan zat besi. 

Gejala yang Muncul Akibat Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki kandungan mineral yang cukup. Hal ini biasanya terjadi akibat kurangnya mengonsumsi makanan sumber zat besi.

Bisa juga dipicu karena jarang mengonsumsi nutrisi lainnya yang bisa membantu penyerapan zat besi, seperti vitamin C dan sumber zinc. 

Nah, kenali beberapa akibat dan ciri kekurangan zat besi yang dapat diketahui berikut ini:

1. Merasa Kelelahan

tanda ciri akibat defisiensi kekurangan zat besi

Gejala yang paling umum dari kekurangan zat besi adalah merasa lelah. Hal ini disebabkan kurangnya asupan oksigen ke seluruh tubuh akibat zat besi tidak membuat hemoglobin secara cukup. 

Maka dari itu, jaringan dan otot tubuh akan kekurangan energi. Selain itu jantung akan bekerja lebih keras untuk menyalurkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh sehingga Anda pun merasa lelah. 

Terkadang kondisi lelah akibat kekurangan zat besi juga disertai dengan rasa lemas, rewel, hingga sulit berkonsentrasi.

Baca juga: Tubuh Cepat Lelah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

2. Kulit Pucat

Terjadinya Pigmentasi Kulit

Tanda kekurangan zat besi selanjutnya adalah kulit yang pucat pada bagian dalam di kelopak mata bawah. Fungsi lainnya dari hemoglobin adalah memberi darah warna merah. 

Sehingga kadar zat besi yang rendah dapat menyebabkan darah menjadi kurang merah. Kondisi inilah yang menyebabkan kulit kehilangan warna pada orang yang kekurangan zat besi.

Kondisi kulit yang pucat juga dapat terjadi pada area wajah, gusi, bibir bagian dalam, hingga kuku. Bila Anda ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai kondisi kekurangan zat besi dapat melakukan tes darah tambahan.

3. Sesak Napas

Saat hemoglobin yang membuat sel darah merah membawa oksigen mencapai titik yang sangat rendah, maka otot Anda tidak menerima oksigen yang cukup. Hal ini akan menyebabkan Anda sulit untuk melakukan aktivitas normal seperti berjalan. 

Lalu tingkat pernapasan Anda akan bertambah karena tubuh mencoba mendapatkan oksigen lebih banyak.

Inilah kenapa Anda bisa merasakan sesak napas walaupun hanya melakukan aktivitas harian saat mengalami kekurangan zat besi.

4. Sakit Kepala dan Pusing

tanda ciri akibat defisiensi kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan sakit kepala, terutama pada perempuan. Kondisi ini memang kurang umum, namun sering terjadi dengan intensitas ringan hingga pusing.

Sakit kepala dapat terjadi karena kadar hemoglobin yang rendah dalam sel darah merah tidak memenuhi kadar oksigen untuk otak. Akibatnya pembuluh darah di otak bisa membengkak, dan menyebabkan tekanan serta sakit kepala. 

5. Detak Jantung Tidak Normal

tanda ciri akibat defisiensi kekurangan zat besi

Palpitasi jantung atau detak jantung yang kuat, cepat, serta tidak teratur bisa menjadi gejala kekurangan zat besi.

Hubungan antara zat besi, anemia, dan masalah jantung ini memang masih dipelajari, tetapi kemungkinan terjadi terkait dengan menurunnya suplai oksigen.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hemoglobin bertugas untuk membuat sel darah merah yang akan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin yang rendah membuat jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah dengan kandungan oksigen ke seluruh tubuh. 

Hal ini menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur dan cepat. Dalam kasus ekstrim, kondisi ini dapat menyebabkan pembesaran jantung hingga gagal jantung.

6. Rambut dan Kulit Kering

manfaat dan fungsi antioksidan untuk kulit

Kadar hemoglobin yang turun akibat kekurangan zat besi menyebabkan jumlah oksigen berkurang untuk sel-sel yang berperan dalam pertumbuhan rambut. Begitu juga kulit yang kekurangan oksigen dapat menjadi kering.

Kekurangan zat besi dapat dikaitkan dengan kerontokan rambut yang dibuktikan oleh beberapa penelitian. Apalagi saat Anda mengalami kerontokan rambut parah yang bisa menandakan tubuh kekurangan zat besi.

7. Lidah dan Mulut Bengkak

Saat lidah Anda membengkak, meradang, atau pucat bisa menjadi tanda kekurangan zat besi. Termasuk juga saat Anda mengalami mulut kering, perasaan terbakar di mulut, luka merah di sudut mulut, serta sariawan.

8. Sindrom Kaki Gelisah

Tanda kekurangan zat besi selanjutnya adalah sindrom kaki gelisah atau restless legs. Ini adalah sindrom dorongan kuat untuk menggerakan kaki saat istirahat. 

Sindrom kaki gelisah juga dapat menyebabkan sensasi gatal yang tidak menyenangkan, serta aneh pada kaki dan tangan Anda. 

Kondisi sindrom kaki gelisah dapat memburuk pada malam hari, sehingga membuat Anda sulit untuk tidur. Penyebab sindrom ini sebenarnya belum dipahami. Namun sekitar 25% orang dengan anemia memiliki sindrom kaki gelisah.

9. Kuku Rapuh

kuku yang berbentuk sendok serta rapuh bisa menjadi pertanda kekurangan zat besi walaupun cukup jarang terjadi. Kondisi yang disebut juga koilonikia ini membuat bagian tengah kuku menukik dan ujungnya terangkat sehingga menyerupai sendok. 

Namun kondisi ini termasuk langka karena hanya terjadi pada sekitar 5% orang yang kekurangan zat besi. Biasanya kuku berbentuk sendok ini rapuh, mudah patah, dan muncul pada kasus defisiensi zat besi yang parah.

10. Tanda lainnya

tanda ciri akibat defisiensi kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tanda atau gejala lain seperti memiliki keinginan aneh. Misalnya keinginan untuk mengonsumsi makanan aneh atau barang non-makanan seperti makan es, tanah liat, kertas, hingga kapur.

Kondisi lainnya seperti merasa depresi, tangan dan kaki dingin, serta sering mengalami infeksi juga bisa menjadi penanda kekurangan zat besi.

Bahaya Penyakit Akibat Kekurangan Zat Besi

Kondisi kekurangan zat besi atau anemia yang cukup parah dapat menyebabkan risiko tersendiri bagi kesehatan.

Umumnya, penyakit yang timbul akibat kekurangan zat besi adalah anemia. Anemia memang bisa juga disebabkan oleh kekurangan nutrisi lain seperti vitamin B, tapi yang paling sering terjadi akibat defisiensi zat besi.

Apalagi jika tidak diobati, dapat menyebabkan penyakit kekurangan zat besi seperti:

  1. Tubuh berisiko terkena penyakit dan infeksi karena kekurangan zat besi mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  2. Meningkatkan risiko komplikasi yang mempengaruhi organ jantung dan paru-paru.
  3. Pada kehamilan, kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko komplikasi yang besar sebelum dan sesudah kelahiran.
  4. Pada bayi dan anak, kekurangan zat besi yang parah dapat menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.

Baca juga: Memahami Beberapa Jenis Infeksi saat Masa Kehamilan

Jangan anggap remeh saat mengalami kekurangan zat besi ya, Fams! Yuk, cukupi kebutuhan zat besi harian Anda dan keluarga dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. 

Selain itu, Anda juga bisa memenuhi zat besi melalui suplemen dan produk kesehatan yang tersedia di KALCare.

 

Artikel dicek oleh: dr. Isman Sandira

Penulis: Chamilla Maria | Editor: Nimas Mita

Sumber: