Tanda Kehamilan Istri yang dirasakan Suami

Tanda Kehamilan Istri yang dirasakan Suami

Anda tentu sudah dapat menjelaskan dengan fasih tanda-tanda apa saja yang lazim dialami oleh calon ibu yang tengah mengandung, seperti mual-muntah di pagi hari atau yang popular dengan istilah “morning sickness”, ngidam, hingga perubahan mood dan bentuk tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa tanda-tanda kehamilan juga sebenarnya dapat dirasakan oleh sang suami? Apa saja gejala kehamilan yang sering dialami suami? Berikut ini kami pilihkan beberapa diantaranya, yakni:

 

Kecemasan

Entah karena alasan apa, suami Anda mendadak sering merasa gugup dan cemas, terutama pada malam hari. Ia yang biasanya bersikap tenang dan logis, mendadak jadi orang yang selalu gugup, dan mencemaskan nyaris semua hal. Coba amati lagi, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda kehamilan yang dirasakannya.

 

Sampai saat ini, peneliti masih belum menemukan alasan yang menjelaskan fenomena ini, namun dari berbagai pengakuan pasangan yang sudah memiliki anak, banyak didapati bahwa suami cenderung menjadi lebih mudah gelisah dan cemas saat istrinya tengah hamil muda. Mungkin, hal itu dipengaruhi naluri protektifnya pada sang istri dan si jabang bayi yang ada di dalam kandungan, sehingga ia jadi bersikap ekstra hati-hati, dan cenderung mencemaskan ini dan itu.

 

Mood yang tidak stabil

Jika Anda berpikir bahwa hanya si calon ibu saja yang mengalami perubahan suasana hati seperti roller-coaster, maka Anda keliru. Banyak suami yang mengakui, saat istrinya tengah hamil muda, suasana hatinya sendiri juga naik dan turun dengan cepat, dan tidak bisa dimengerti oleh mereka. Satu ketika, mereka bisa merasa sangat senang. Lalu, beberapa jam kemudian, mendadak menjadi sangat sedih dan murung. Suasana hati suami pun bagaikan terombang-ambing, antara kesenangan dan kesedihan, antara ketenangan dan kecemasan. Akibatnya, sikapnya kepada orang-orang di sekitarnya juga ikut terpengaruh. Ia jadi lebih mudah tersinggung, cenderung sensitif.

 

Ini sebenarnya dipicu oleh pikirannya yang campur aduk, antara merasa senang karena akan segera memiliki momongan, namun juga takut karena berpikir memiliki bayi pastinya akan sangat merepotkan. Jika suami mulai bertingkah polah yang ajaib, Anda dapat membantu menenangkannya dengan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, bahwa Anda berdua akan bisa merawat dan membesarkan anak Anda kelak bersama-sama. Niscaya, ia akan merasa lebih tenang, dan perangainya akan membaik.

 

Gairah seksual berubah

Perubahan yang satu ini biasanya terjadi di masa awal kehamilan. Dan, perubahannya pun tak tentu, tergantung dari masing-masing individu. Ada beberapa pasangan yang mengalami peningkatan gairah seksual saat istrinya tengah hamil muda, sebaliknya ada juga pasangan yang justru tidak bergairah untuk berhubungan intim.

 

Peningkatan berat badan

Kata siapa hanya tubuh calon ibu saja yang mengalami peningkatan berat badan? Sang suami juga biasanya akan mengalami peningkatan berat badan. Bahkan, menurut sebuah penelitian, selama masa kehamilan istrinya, rata-rata suami mengalami peningkatan berat badan hingga 14 kilogram! Luar biasa, bukan?

 

Untuk hal yang satu ini, “penjahatnya” adalah si hormon stress, kortisol. Selama masa kehamilan sang istri, tubuh suami akan melepaskan hormon kortisol dalam jumlah yang cukup tinggi. Karena hormon kortisol berfungsi mengatur kadar insulin dan gula darah dalam tubuh, sang suami akan lebih mudah merasa lapar, dan keinginan makannya akan meningkat drastis, padahal sebenarnya ia tidak kelaparan. Jika keinginan makannya dituruti, tak heran jika kemudian pakaiannya tiba-tiba tak muat lagi.

 

Banyak juga yang mengatakan, suami juga bisa mengalami episode ngidam, seolah tak mau kalah dengan sang istri. Memang, masa kehamilan adalah masa yang menyenangkan, dan selalu dinantikan oleh semua pasangan. Selamat menikmati masa-masa menantikan kehadiran sang calon buah hati.

 

Salam,

KALBE Store