Tahapan Perkembangan Anak di Ranah Sosial

Tahapan Perkembangan Anak di Ranah Sosial

Sebagai orangtua, rasanya senang sekali mengamati tahap demi tahap perkembangan anak. Mulai dari saat ia pertama kali mengoceh, mulai merangkak, berjalan, memanggil ayah dan ibunya, hingga ia memasuki usia siap bersosialisasi dengan lingkungannya. Sebagai mahluk sosial, anak juga tidak terlepas dari lingkungannya. Secara bertahap ia akan membangun hubungan dengan dunia sekitarnya. Tapi, seperti apa ya tahapannya? KALBE Store akan menyajikan tahapan-tahapannya sebagai panduan untuk Anda, para orangtua.

 

Bagaimana perkembangan sosial terjadi pada anak?

Di minggu-minggu pertama, kehadiran orang dewasa seolah tidak penting bagi kehidupan sosial bayi. Hal ini dikarenakan bayi masih dalam keadaan prasosial dalam kehidupannya. Namun, di bulan kedua, Anda mungkin mulai merasakan adanya perubahan. Di tahap ini terdapat reaksi sosial khusus, di mana bayi akan memberikan reaksi yang berbeda bila mendengar suara manusia dibandingkan dengan suara lainnya. Anda dapat melihat senyuman bayi Anda sebagai reaksi pertamanya. Secara lengkapnya, perkembangan sosial bayi Anda dapat digambarkan sebagai berikut:

 

2-4 bulan: Bayi akan memberikan reaksi seperti senyuman saat melihat wajah seseorang, namun ia tidak akan memberikan reaksi yang sama saat melihat benda maupun hewan lainnya.

 

4 bulan: Bila dipertemukan dengan bayi lain yang lebih tua, maka ia akan saling tersenyum. Hal ini terjadi akibat adanya kontak pasif antara keduanya.

 

5-6 bulan: Terjadi kontak sosial aktif, di mana bayi akan meminta perhatian orang tua ataupun orang di sekitarnya dengan menyentuh atau membuat suara.

 

8 bulan: Bayi mulai bisa memalingkan wajah saat melihat seseorang berekspresi marah, dan mulai bisa membedakan suara.

 

1 tahun: Ia akan mulai tahu mana marah yang serius. Ia belum mampu mencari teman sebaya, namun, ia akan mulai mengerjakan sesuatu bila ada orang di sekitarnya.

 

2 tahun: Anak mulai berharap ditemani saat bermain.

 

3 tahun: Anak akan mengalami perubahan hubungan dengan orang tuanya. Perubahan ini berkaitan erat dengan perkembangan anak dan kemauannya.

 

2-4 tahun: Anak akan banyak mengucapkan ‘saya mau’, dan jika kemauannya tidak dituruti, ia akan marah. Inilah masanya anak Anda menjadi pembangkang. Di masa pembangkang ini juga, anak seolah kehilangan rasa kemauannya, sehingga perlu dorongan untuk melakukan sesuatu.

 

5-6 tahun: Anak mulai menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Di usia ini juga, ia mulai paham dengan konsep kewajiban dan tugas.

 

9 tahun: Anak sedikit demi sedikit akan semakin membangkang dan menentang aturan atau pimpinan. Akan ada saatnya ia bahkan enggan untuk diatur sama sekali. Memasuki usia pra-remaja, anak Anda akan berusaha juga untuk menentukan jalannya sendiri dan memecahkan masalahnya sendiri.

 

Menyenangkan sekali ya menjadi orangtua bagi si kecil tercinta. Melihatnya tumbuh dan berkembang tepat di depan mata Anda merupakan karunia yang tak ternilai harganya. Pastikan ia senantiasa mendapatkan yang terbaik, mulai dari kebutuhan fisik, mental, hingga nutrisinya. Untuk mencukup kebutuhan nutrisi si kecil, KALBE Store menghadirkan berbagai produk, seperti susu Morinaga, bubur bayi Milna, dan susu Zee yang diperkaya dengan banyak nutrisi untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak Anda.

 

Salam,

KALBE Store