Sering Nge-dot Bisa Bikin Infeksi Telinga Si Kecil?


Sering Nge-dot Bisa Bikin Infeksi Telinga Si Kecil?

Sering Nge-dot Bisa Bikin Infeksi Telinga Si Kecil?

Botol susu atau botol dot merupakan alat bantu yang digunakan untuk memberikan susu formula seperti atau bahkan ASI. Botol ini didesain sedemikian rupa agar ujunngya menyerupai bentuk puting susu ibu. Sehingga dapat memberikan stimulasi pada anak sama seperti pada saat menyusu langsung pada ibu.

Penggunaan botol dot pada anak hingga saat ini masih menjadi pro dan kontra. Salah satu permasalahan yang muncul adalah gangguan pada telinga anak. Namun, apakah benar anak yang sering minum susu pakai dot bisa mengalami infeksi telinga?

 

bahaya penggunaan dot dan empeng pada Si Kecil

 

Faktanya, hal tersebut dapat muncul apabila Si Kecil terbiasa menggunakan dot dan empeng lho Fams. Masalah kesehatan pada telinga ini dapat terjadi jika anak minum susu sambil tiduran, atau minum susu sampai tertidur. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pemicu anak mengalami infeksi telinga terkait penggunaan dot dan empeng.

1. Anak biasa minum susu dari botol dengan posisi berbaring atau hingga tertidur

Posisi ini  membuat susu bisa mengalir hingga eustachian tube dan bagian tengah telinga. Perlu Anda tahu, eustachian tube merupakan saluran yang menghubungkan ruang di belakang gendang telinga dengan tenggorokan dan bagian belakang rongga hidung.  Kondisi dot yang kurang baik bisa ibu lihat dari susu yang tetap keluar meski anak tidak lagi menyedot, misalnya ketika anak ketiduran. Pada waktu yang sama, yaitu ketika anak beristirahat, otot tubuhnya juga lebih rileks, termasuk otot yang menyusun saluran eustachius yang akan membuka. Nah, susu yang keluar dan seharusnya tertelan oleh anak justru akan masuk ke dalam saluran eustachius ketika sudah tertidur. Akibatnya, air susu ini akan memenuhi rongga pada bagian telinga tengah. Kondisi ini dapat terjadi, terlebih ketika anak menyusu sambil berbaring. Terakumulasinya cairan pada bagian telingah tengah ini menjadi media yang baik untuk bakteri bertumbuh dan berkembang biak.

Adanya cairan pada telinga bagian tengah ini menyebabkan munculnya gangguan pada gendang telinga dalam melakukan tugasnya untuk memproses transmisi gelombang suara pada telinga. Akibatnya, anak akan menjadi sulit mendengar. Untuk mengobatinya, tentu cairan yang terkumpul ini harus disedot dan dibuang keluar.

2. Mengisap empeng, terutama di siang hari

Menurut beberapa ahli, gerakan mengisap yang konstan akan menarik cairan dari hidung dan tenggorokan ke bagian tengah telinga. Empeng juga berpotensi membawa bakteri. Jadi sudah saatnya Anda menjauhkan anak dari empeng.

 

Kasus infeksi telinga pada anak umumnya dialami anak usia empat hingga enam bulan. Infeksi ini menyerang telinga bagian tengah atau pada daerah sekitar gendang telinga. Gangguan pada telinga bisa mengganggu pendengaran anak kelak. Berikut merupakan gejala infeksi telinga yang terjadi pada anak:

– Keluar lendir kental dari hidung.

– Mengalami demam tinggi.

– Keluar kotoran kekuningan di sudut mata.

– Rongga telinga tampak membengkak dan merah.

– Anak mudah marah dan resah.

– Sering menarik-narik atau mengorek telinga.

– Keluar cairan kekuningan atau putih dari telinga.

Demi mencegah terjadinya infeksi telinga pada anak, ibu harus mulai membiasakan anak tidak menyusu melalui botol atau menggunakan dot. Ganti penggunaan botol dot dengan gelas, termasuk pada saat memberikan susu formula seperti Morinaga Chil Kid Platinum yang bisa Anda dapatkan di sini. Penggunaan gelas bisa dimulai sejak anak berusia 6 bulan karena sudah diperbolehkan para ahli.

Jika sudah telanjur, perbaiki saja posisi anak saat menyusu, usahakan untuk tetap duduk, bukan berbaring. Sebaiknya biasakan anak minum susu dengan posisi kepala lebih tinggi dari badannya. Minta anak yang sudah besar duduk tegak, setidaknya 30 menit setelah minum susu. Tidak lupa juga untuk memilih dot yang memiliki peran dan bentuk yang sama dengan puting payudara ibu.

Salam,

KALCare

 

 

 

Sumber:

https://www.parenting.co.id/anak/kenali-gejala-infeksi-telinga-anak