Sehat Adalah Deposito Hari Tua


Sehat Adalah Deposito Hari Tua

Sehat Adalah Deposito Hari Tua

Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dalam kehidupan manusia. Manusia yang memasuki tahap ini ditandai dengan menurunnya kemampuan kerja tubuh akibat perubahan atau penurunan fungsi organ-organ tubuh. Berdasarkan WHO, lansia dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu:

 

– Umur lanjut (elderly) : 60-75 tahun

– Umur tua (old) : 76-90 tahun

– Umur sangat tua (very old) : > 90 tahun

 

Seiring dengan meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan usia harapan hidup (UHH) di Indonesia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi peningkatan UHH di Indonesia, yaitu 64,5 tahun (dengan persentase populasi lansia adalah 7,18%) pada tahun 2000 menjadi 69,65 tahun (dengan persentase populasi lansia adalah 7,58%) pada tahun 2011.

 

Kesehatan lansia dipengaruhi proses menua. Proses menua menyebabkan kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan dan kemampuan bertahan hidup berkurang. Proses menua setiap individu dan setiap organ tubuh berbeda, hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup, lingkungan dan penyakit degeneratif. Proses menua juga akan berpengaruh pada status gizi lansia. Perubahan status gizi lansia disebabkan oleh 9 D, yaitu:

 

Disease, penyakit yang sering terjadi pada lansia biasanya penyakit degeneratif (stroke, diabetes, hipertensi) dan juga infeksi.

Depression, pada lansia sering disertai dengan gangguan psikologi yaitu depresi. Penyebab terjadinya depresi beragam, dapat disebabkan faktor intrinsik maupun ekstrinsik.

Drugs, lansia sering mengonsumsi obat-obatan dalam jumlah yang banyak yang terkadang dapat menyebabkan gangguan saluran cerna.

Dementia, atau dalam bahasa awam sering disebut dengan “pikun”. Pada lansia seringkali juga lupa untuk makan.

Dentition, banyaknya gigi yang telah hilang juga mengganggu kemampuan untuk mengunyah dan menelan makanan.

Dysgeusia, berubah atau hilangnya indra pengecap dan perasa.

Dysfunction, terdapat disfungsi organ maupun anatomi tubuh.

Diarrhea/malabsorption, komponen nutrisi yang dibutuhkan oleh lansia. Secara umum, kebutuhan nutrisi pada lansia tidak berbeda dengan dewasa muda. Akan tetapi, kebutuhannya akan berbeda jika disertai dengan penyakit-penyakit tertentu.

 

Energi

Kebutuhan energi pada lansia tergantung dari aktivitas fisik dan ada tidaknya penyakit yang mendasarinya. Secara umum, energi total yang dibutuhkan oleh lansia adalah 30-35 Kkal/kgBB/hari. Kebutuhan energi ini terdiri dari makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral).

 

Karbohidrat

Jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh lansia 45-50% dari total energi sehari. Sebaiknya jenis karbohidrat yang diberikan adalah yang mudah diserap dan dicerna. Pada lansia juga membutuhkan tinggi serat.

 

Protein

Jika tidak ada gangguan hati dan ginjal, kebutuhan protein sekitar 12-15% dari total energi sehari atau sekitar 0,8-1 g/kgBB/hari. Pada lansia, lebih disarankan untuk mengonsumsi protein nabati seperti kacang-kacangan dan protein hewani seperti ikan dibandingkan daging merah.

 

Lemak

Kebutuhan lemak dibatasi sampai 30% dari total energi sehari. Lemak yang disarankan adalah asam lemak esensial. Contoh makanan yang mengandung asam lemak esensial adalah ikan laut dalam, minyak zaitun, alpukat, dsb.

 

Vitamin dan Mineral

Kebutuhan vitamin dan mineral pada lansia disesuaikan dengan penyakit yang mendasarinya.

 

 

 

Salam,

KALBE e-Store