Rahasia Menjaga Berat Badan Anak Tetap Ideal

Rahasia Menjaga Berat Badan Anak Tetap Ideal

Masalah berat badan, baik berat badan dewasa maupun berat badan anak, telah menjadi sebuah momok tersendiri bagi masyarakat. Apalagi, kegemukan dan obesitas sudah sering kali dikaitkan dengan berbagai penyakit serius dan degeneratif, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, asma, gangguan nafas saat tidur, serta beberapa jenis kanker.

 

Tak hanya itu, sejumlah studi telah menyepakati bahwa, seseorang yang mengalami kegemukan atau obesitas juga lebih rentan mengalami masalah psikis, seperti menjadi korban olok-olok (bully) dari rekan-rekannya, tidak percaya diri, merasa tidak menyukai tubuhnya, merasa terisolasi, kesepian, bahkan depresi.

 

Sebuah fakta yang menarik: Seseorang yang mengalami kegemukan saat masih kecil lebih berpotensi mengalami kegemukan atau obesitas pada saat beranjak dewasa. Inilah mengapa, kita sebagai orangtua harus bisa menjaga berat badan si kecil tetap ideal. Bagaimana caranya?

 

Patut diketahui, kegemukan bersumber dari ketidakseimbangan antara kalori yang diasup dengan kalori yang dibakar. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang terbuang, maka tubuh akan menyimpannya sebagai cadangan lemak. Saat sudah semakin menumpuk, akhirnya terjadilah kegemukan atau obesitas.

 

Mengetahui hal di atas sudah menjawab setengah pertanyaan bagaimana cara menjaga berat badan anak tetap ideal. Selain mengatur pola makannya, kita juga perlu untuk mendorong si kecil agar lebih aktif bergerak.

 

Sebuah temuan yang cukup mencengangkan adalah, angka kegemukan dan obesitas pada anak mengalami peningkatan yang merisaukan selama beberapa tahun terakhir. Hal ini, menurut pendapat para ahli, tak terlepas dari kecenderungan anak yang menjadi pasif, dan hanya menghabiskan waktunya di depan perangkat televisi atau dengan bermain game konsol di ranjangnya.

 

Coba batasi waktu menonton anak, tidak boleh lebih dari 1-2 jam setiap harinya. Waktu menonton ini termasuk bermain video, game komputer, bermain internet, atau menonton TV dan DVD.

 

Selain itu, bagaimana caranya lagi mendorong anak saya agar lebih aktif secara fisik?

Anak Anda seringkali memperhatikan cara Anda menjalani hidup. Walaupun Anda mungkin tidak menyadarinya, namun apa yang Anda lakukan dan apa yang anak Anda lihat ikut mempengaruhi mereka. Jadi, jika anak melihat Anda berolahraga secara teratur, maka mereka akan ikut aktif berolahraga juga.

 

Buatlah aktivitas fisik menjadi bagian dari kegiatan rutin keluarga Anda. Sebagai contoh, Anda dapat mengajak jalan hewan peliharaan Anda setiap pagi. Tipe-tipe kegiatan fisik yang dijalankan tidak harus sama di setiap keluarga. Intinya adalah, mencari cara untuk mengenalkan kebiasaan berolahraga teratur kepada seluruh anggota keluarga Anda.

 

Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu anak saya memilih makanan yang sehat?

Dengan mengajari dan mendorong anak memiliki pola makan yang sehat, Anda memberikan modal awal bagi anak Anda untuk memiliki hidup sehat sepanjang hayatnya. Anda dapat memulainya dengan memberikan contoh pola makan yang sehat untuk anak Anda.

 

Tips lain yang perlu diingat adalah, hindari menggunakan makanan sebagai imbalan. Lebih baik berikan imbalan berupa kegiatan yang menyenangkan, seperti bowling atau roller-skating, daripada es krim, hamburger dan kentang goreng.

 

Bantu anak Anda membuat pilihan makanan yang sehat dengan tips-tips berikut:

> Jadilah panutan; pilih makanan dan snack yang sehat untuk diri Anda sendiri

> Sajikan snack sehat untuk di rumah

> Ajari anak Anda bagaimana memilih menu makan siang yang sehat

> Batasi konsumsi fast food. Tentu saja, sesekali Anda boleh mengkonsumsi fast food, akan tetapi pilihlah menu paling sehat yang tersedia. Ingat, berat badan anak dan kesehatan mereka menjadi taruhannya!

> Pilih imbalan “aktif” ketimbang “tidak aktif”. Maksudnya, pilih iming-imingi anak dengan perlengkapan baseball atau janjikan ia waktu rekreasi di sky rink, dibandingkan milkshake atau video games.

> Lupakan aturan “habiskan makanan”. Ajari anak untuk mengetahui jika ia sudah merasa kenyang dan biasakan ia mengikuti batas itu.

> Gigihlah dalam mengenalkan makanan sehat pada anak. Anak tidak selalu terbuka untuk hal-hal baru. Konsisten dalam menawarkan pilihan yang sehat dapat meningkatkan kemungkinan anak memiliki kebiasaan makan sehat.

 

Salam,

KALBE Store