Perawatan Kaki untuk Kaum Diabetesi

Perawatan Kaki untuk Kaum Diabetesi

Penyandang diabetes atau kaum diabetesi acap kali mengalami masalah di bagian tungkai dan kaki. Hal ini terkait dengan gangguan saraf dan peredaran darah yang memang sering dialami penderita diabetes. Salah satu gejala masalah pada tungkai dan kaki yang sering dialami oleh para penyandang diabetes adalah mati rasa, atau berkurangnya kemampuan merasakan sakit atau perubahan suhu, terutama pada telapak dan jari-jari kaki.

Selain itu, muncul pula rasa kesemutan, sensasi terbakar, nyeri saat berjalan, nyeri pada kaki, serta rasa sakit yang menusuk dan memburuk pada malam hari.

 

Terkait dengan keluhan mati rasa, ini membuat kaum diabetesi mudah cedera tanpa menyadarinya. Padahal, luka kecil pun dapat sangat berbahaya bagi penyandang diabetes, karena dapat berkembang menjadi borok, dan menyebabkan pembusukan, yang bila semakin parah, dapat berujung pada amputasi. Oleh karenanya, perawatan kaki penting diperhatikan oleh kaum diabetesi. Berikut ini cara-caranya:

 

Periksalah kaki setiap hari, dan jangan biarkan luka sekecil apapun terjadi pada semua bagian kaki.

 

Secara rutin, basuhlah kaki dengan air hangat, dengan menggunakan kain lap yang lembut atau berbahan spons, lalu keringkan dengan menggunakan kain yang mudah menyerap.

 

Jaga kaki agar tetap hangat dan kering.

 

Gunakan pelembab setiap hari untuk menjaga kulit kaki tetap kering dan tidak retak.

 

Gunakan kaus kaki yang bersih dan kering, dan usahakan untuk menggantinya setiap hari. Jangan gunakan kaus kaki yang ketat dan tebal, karena hal ini dapat mengurangi sirkulasi, dan menyebabkan iritasi pada kulit kaki.

 

Tetap gunakan alas kaki saat berjalan, sekalipun di dalam ruangan, guna menghindari kemungkinan terinjak sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya luka.

 

Periksa sepatu sebelum dipakai, karena bagi kaum diabetesi mungkin tidak peka dengan adanya batu kerikil atau benda asing lain yang dapat menyebabkan terjadinya luka.

 

Potong kuku dengan hati-hati, dan jangan memotong kuku kaki terlalu pendek. Bila ada kuku yang tumbuh ke dalam daging dan terinfeksi, segera periksakan ke dokter.

 

Selain melakukan perawatan kaki, jangan lupa untuk berhenti merokok, karena rokok dapat menghambat aliran darah ke kaki. Periksakan pula secara rutin kondisi kaki Anda ke dokter. Tentunya, sambil memeriksakan kadar gula darah, sehingga dokter dapat mengetahui denyut nadi kaki, sensibilitas, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan pada kaki diabetesi.

 

Selamat mencoba.

 

 

 

Salam,

KALBE Store