Penyebab Penyalahgunaan Narkoba


Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih saja terjadi. Bahkan belum lama ini, seorang selebgram ditangkap karena kepemilikan narkoba jenis ganja di kediamannya. Bahkan dari hasil tes, selebgram perempuan tersebut dinyatakan positif menggunakan ganja. Menurut Badan Narkotika Nasional atau BNN, berikut ini adalah beberapa alasan yang menyebabkan penyalahgunaan narkotika.

 

ketahui penyebab penyalahgunaan narkotika di masyarakat

 

1. Faktor individu

Ada beberapa alasan-alasan dari diri sendiri yang dapat menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba. Misalnya seperti keingintahuan yang besar untuk mencoba tanpa sadar atau berpikir panjang mengenai akibatnya, dan keinginan untuk bersenang-senang. Kemudian keinginan untuk mengikuti tren atau gaya, keinginan untuk diterima oleh lingkungan atau kelompok, dan pelarian dari kebosanan atau masalah dalam hidup. Penggunaan narkotika juga dapat terjadi karena pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali-sekali tidak menimbulkan ketergantungan tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan dari lingkungan atau kelompok pergaulan untuk menggunakan NAPZA, hingga tidak dapat berkata tidak atau menolak NAPZA.

 

2. Faktor lingkungan

Dari faktor lingkungan, keluarga, sekolah, dan teman sebaya sangat memengaruhi penyebab penggunaan NAPZA. Di dalam keluarga, hubungan yang retak antara ayah dan ibu, kurangnya komunikasi efektif antara anak dan orang tua, serta kurangnya rasa hormat antar keluarga merupakan faktor yang mendorong seseorang beralih pada penggunaan narkotika.

Lalu pada lingkungan sekolah yang kurang disiplin, terletak di dekat tempat hiburan, kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif, dapat menjadi faktor kontributif seseorang menyalahgunakan NAPZA. Apalagi jika terdapat murid yang menggunakan NAPZA yang juga dapat memengaruhi temannya untuk ikut mencoba dan menggunakan narkotika. Sedangkan pada faktor lingkungan teman sebaya seperti adanya kebutuhan akan pergaulan teman sebaya mendorong remaja untuk dapat diterima sepenuhnya dalam kelompok. Bahkan ada kalanya penggunaan NAPZA merupakan suatu hal yang penting bagi remaja agar diterima dalam suatu kelompok, atau dianggap sebagai orang dewasa.

 

3. Keluarga yang tidak melaporkan pecandu narkoba

Menurut Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional atau BNN, adanya anggapan aib jika di dalam sebuah keluarga terdapat anggota yang memiliki ketergantungan narkoba. Akibatnya, keluarga pengguna atau pecandu enggan melapor sehingga dapat menyebabkan dampak pada penanganannya. Hal ini menjadi salah satu potensi maraknya penggunaan narkotika di masyarakat. Padahal seharusnya sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang, pelaporan individu yang menggunakan narkotika dapat membantu proses rehabilitasi.

 

Upaya rehabilitasi bagi pengguna narkotika

 

Memang untuk melepaskan individu dari kecanduan narkoba bukanlah hal yang mudah. Perlu dilakukan bantuan rehabilitasi bagi pecandu, dan keinginan untuk melepaskan diri dari penggunaan NAPZA. Berikut merupakan proses rehabilitasi bagi pecandu narkotika yang diterapkan di Indonesia:

1. Detoksifikasi

Detoksifikasi merupakan tahapan saat dokter akan memberikan obat tertentu kepada pengguna narkotika. Pemberian obat ini bertujuan untuk mengurangi gejala putus obat atau sakau yang muncul. Sebelum pasien diberikan obat pereda gejala, tentunya pasien pengguna narkotika akan diperiksa secara intensif terlebih dahulu oleh dokter.

 

2. Terapi perilaku kognitif

Pada tahap kedua ini, pasien akan dibantu oleh psikolog atau psikiater yang berpengalaman. Pasien akan diberikan terapi yang berguna sebagai penentu tipe terapi yang sesuai kedepannya. Beberapa tujuan pemberian terapi perilaku kongitif ini antara lain untuk mencari cara mengatasi keinginan menggunakan obat di saat kambuh serta membuat strategi untuk menghindari dan mencegah kambuhnya keinginan menggunakan obat terlarang.

 

3. Bina lanjut

Pada tahap terakhir, pasien akan dicoba untuk ikut serta dalam kegiatan yang sesuai dengan minat. Bahkan pasien dapat kembali beraktivitas seperti semula. Seperti kembali ke sekolah atau tempat kerja, namun tetap dalam pengawasan terapis.

 

Mencegah penggunaan narkotika

 

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, Anda dapat melakukan beberapa aktivitas tambahan agar menjadi lebih produktif. Misalnya seperti berolahraga sambil mengonsumsi susu Entrasol Active untuk mendukung produktivitas Anda. Anda isa mendapatkan Entrasol Active dengan mudah di sini. Jika terdapat beban pikiran, Anda dapat berbagi dengan menceritakan permasalahan tersebut kepada orang terpercaya, dan dekatkan diri dengan keluarga. Yuk, bersama-sama kita bantu keluarga, kerabat, dan teman kita agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

 

lakukan aktivitas positif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sambil ditemani Entrasol Active

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://dedihumas.bnn.go.id/read/section/artikel/2013/07/23/704/faktor-penyebab-penyalahgunaan-narkotika

https://nasional.kompas.com/read/2020/06/06/08172281/ini-3-penyebab-maraknya-penggunaan-narkoba-menurut-bnn-dianggap-aib-hingga