Penyebab Edema Pada Penderita Ginjal

Penyebab Edema Pada Penderita Ginjal

Edema merupakan suatu kondisi pembengkakan jaringan tubuh akibat penumpukan cairan. Edema sendiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, serta dapat muncul pada berbagai bagian tubuh. Kebanyakan edema terjadi pada tangan, kaki, lengan, dan wajah.

 

Munculnya edema merupakan pertanda adanya kebocoran cairan tubuh melalui pembuluh darah. Cairan ini kemudian menumpuk pada jaringan di sekitarnya, kemudian menyebabkan pembengkakan. Edema sendiri dapat bersifat ringan dan berat. Edema yang bersifat ringan dan disebabkan oleh peradangan umum tidak menimbulkan gejala. Tetapi pembengkakan yang dialami cukup berat dan besar, kondisi ini dapat memicu muncul berbagai gejala. Gejalanya pun tergantung pada lokasi munculnya edema, seperti sulit berjalan, sesak napas, perut membesar, atau muncul borok. Selain pembengkakan, edema juga dapat membuat kulit meregang dan membentuk cekungan ketika ditekan. Cekungan ini membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula.

Edema pada penderita ginjal

 

ketahui penyebab edema pada pasien gangguan ginjal

 

Pasien yang memiliki penyakit-penyakit akibat gangguan pada ginjal juga dapat menyebabkan edema. Edema terbentuk pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal terjadi karena dua hal berikut ini:

1. Kehilangan protein yang berat dalam urin

Kehilangan protein yang berat dalam urin dapat terjadi pasien dengan fungsi ginjal yang normal atau cukup normal. Kehilangan protein yang berat atau terjadi lebih dari 3.0 gram per hari dengan disertai edema disebut nephrotic syndrome. Nephrotic syndrome berakibat pada pengurangan pada konsentrasi dari albumin dalam darah atau disebut hypoalbuminemia. Karena albumin membantu mempertahankan volume darah pada pembuluh-pembuluh darah, yang dapat mengurangi cairan pada pembuluh-pembuluh darah. Ginjal kemudian akan mencatat bahwa ada penipisan atau pengurangan volume darah, sehingga mencoba menahan asupan garam. Hal tersebut membuat cairan bergerak ke dalam ruang-ruang interstitial, yang selanjutnya menyebabkan pitting edema.

 

Kondisi ini diperlukan perawatan khusus untuk menahan cairan agar mengurangi kehilangan protein ke dalam urin, serta membatasi konsumsi garam melalui pola diet. Kehilangan protein dalam urin mungkin dikurangi dengan menggunakan ACE inhibitor dan angiotensin receptor blockers atau ARB’s. Kedua jenis obat-obatan ini dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, serta mendorong ginjal untuk mengurangi kehilangan protein ke dalam urin. Penyakit-penyakit ginjal tertentu mungkin juga berkontribusi pada kehilangan protein di dalam urin serta perkembangan edema. Namun hal ini perlu dibuktikan dengan cara biopsi ginjal untuk membuat diagnosis dari tipe penyakit ginjal, sehingga disesuaikan juga perawatan yang diberikan.

 

2. Fungsi ginjal atau renal yang terganggu

Kondisi ini terjadi karena ginjal yang bermasalah mengganggu fungsi renal, sehingga mengembangkan edema karena kemampuan ginjal yang terbatas untuk mengeluarkan sodium ke dalam urin. Jadi pasien dengan gagal ginjal akan mengembangkan edema jika pemasukan sodium mereka melebihi kemampuan ginjal-ginjal untuk mengeluarkan sodium. Kondisi lanjutan gagal ginjal, akan memperbesar kemungkinan terjadinya persoalan dari penahan garam.

 

Situasi yang paling parah dapat terjadi pada pasien dengan gagal ginjal stadium akhir yang membutuhkan terapi dialisis. Sebab keseimbangan garam pasien tersebut secara total diatur oleh dialisis, yang dapat mengeluarkan garam sewaktu perawatan. Dialisis merupakan metode pembersihan tubuh dari kotoran-kotoran yang berakumulasi ketika fungsi ginjal gagal. Dialisis dilakukan dengan mensirkulasikan darah pasien melalui membran (selaput) buatan (hemodialisis) atau dengan menggunakan membran rongga perut pasien sendiri yaitu peritoneal membrane) sebagai permukaan pembersih. Individu yang fungsi ginjalnya menurun kurang dari 5-10% dari normal mungkin memerlukan dialisis.

 

Itulah penyebab edema pada pasien ginjal. Untuk itu, pengawasan konsumsi makanan pada pasien ginjal perlu diperhatikan secara khusus. Mulai dari diet garam, hingga pemberian nutrisi khusus. Anda dapat memberikan Nephrisol-D pada pasien ginjal tahap dialisis. Komposisi protein, natrium, kalium, dan fosfor pada Nephrisol-D telah disesuaikan agar tidak memberatkan fungsi ginjal. Dapatkan segera Nephrisol-D, atau Nephrisol untuk ganggan ginjal tanpa dialisis dengan mudah di sini.

 

Nephrisol-D, nutrisi untuk pasien ginjal dengan dialisis

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://www.dictio.id/t/mengapa-edema-terjadi-pada-pasien-dengan-penyakit-ginjal/12283