Penyebab dan Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi


Penyebab dan Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi

Penyebab dan Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi

Kolik pada bayi adalah suatu kondisi di mana anak menangis secara terus-menerus dan tidak terkontrol, meskipun ia dalam keadaan sehat dan tanpa sebab. Tangisan pada bayi yang menderita kolik dapat berlangsung selama lebih dari tiga jam, dan seringnya terjadi pada siang menjelang sore atau saat petang. Gangguan kolik ini dapat muncul pada awal kelahiran, usia enam sampai delapan minggu, atau bahkan usia tiga bulan sampai empat bulan.

 

Penyebab kolik pada bayi sampai saat ini belum diketahui. Banyak asumsi bahwa, penyebab kolik berupa gangguan yang meliputi menu makanan bayi, bahan nikotin atau caffeine, respon bayi terhadap rasa begah di perutnya, dan sebagainya. Namun, asumsi-asumsi tersebut belum dapat dibuktikan sampai sekarang. Tanda-tanda anak menderita kolik, antara lain tangisan yang tidak berhenti selama tiga jam, yang disertai dengan gerakan bayi menarik kaki ke arah perutnya, muka memerah, tangan yang dikepal, dan kerutan pada dahinya.

 

Tangisan pada bayi yang terkena kolik sangat sulit untuk ditenangkan. Lantas, bagaimana Ibu dapat mengatasi kolik pada bayi? Terdapat beberapa tips sebagai berikut:

 

  • Pastikan semua kebutuhan bayi terpenuhi. Jangan biarkan si kecil haus, lapar, mengantuk, atau mengenakan popok basah yang membuatnya tidak nyaman.

 

  • Tenangkan bayi. Walaupun bayi tidak akan berhenti menangis, sangat penting untuk kita langsung merespon si kecil. Ubah posisi bayi, peluk, ayun-ayun, dan usap punggungnya. Terkadang, hal ini bisa membantu.

 

  • Ubah pola makan. Hal ini dapat dilakukan jika bayi Anda mengalami intoleransi terhadap laktosa atau alergi terhadap susu sapi. Penggantian substansi ini bisa dilakukan langsung kepada bayi (jika ia sudah minum susu formula), dan juga melalui Ibu (jika ia masih menyusu ASI eksklusif).

 

  • Konsultasikan masalah ini kepada dokter anak.

Akibat dari kolik pada bayi bisa dirasakan tidak hanya oleh si bayi sendiri, namun juga oleh keluarganya, dan hal ini dapat membuat depresi jangka pendek, terutama untuk Ibu. Banyak dari Ibu yang menderita stres saat anakya dalam fase ini, sebagian besar karena merasa tidak berdaya. Mendengarkan tangisan anak juga dapat membuat Ibu menitikan air mata. Jika Ibu merasa berada di puncak rasa tertekan, ada baiknya untuk menenangkan diri sejenak. Mintalah bantuan dari suami atau rekan terdekat, agar Ibu bisa tetap tenang dan dapat kembali menjaga si kecil.   Semoga episode kolik pada bayi Anda dapat segera terlewati, ya.

 

Salam,

KALBE e-Store