Pentingkah Antioksidan Bagi Penderita Diabetes?

Pentingkah Antioksidan Bagi Penderita Diabetes?

Diperkirakan 143 juta penduduk dunia menderita diabetes melitus (DM), hampir lima kali dibanding 10 tahun yang lalu, jumlah ini mungkin akan mengalami peningkatan dua kali lipat pada tahun 2030.

 

“9,1 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes,” ujar Profesor Nam Cho, Ketua International Diabetes Federation untuk kawasan Asia Pasifik (IDF-WPR), dalam pernyataan untuk disiarkan pada peringatan Hari Diabetes Dunia, 14 November. Besaran angka tersebut, kata Nam dalam penjelasan sehari sebelumnya, menempatkan Indonesia dalam posisi ke-5 dunia. “Naik dua peringkat dari tahun lalu,” katanya dalam diskusi di Hotel JW Marriot, Kamis, 13 November 2014.

 

Hanya dalam satu tahun, jumlah penderita diabetes di Indonesia melonjak 500 ribu orang. Diperkirakan pada 2035 nanti, ada sekitar 14,1 juta penduduk Indonesia yang menderita diabetes melitus tipe 2. Peningkatan itu terutama disebabkan oleh pertumbuhan populasi, peningkatan jumlah orang usia lanjut, urbanisasi, pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

 

Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit kelebihan gula dalam darah yang disebabkan kurangnya insulin (hormon pengatur kadar gula darah) atau terjadi resistensi insulin. Pada umumnya penyakit diabetes melitus dibagi menjadi 2 yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Namun 90% penderita diabetes melitus saat ini tergolong dalam tipe 2 yaitu diabetes yang disebabkan oleh resistensi insulin. Bahaya diabetes melitus terletak pada beragam komplikasinya seperti, penurunan kemampuan penglihatan yang berujung kebutaan, gagal ginjal, impotensi, kelumpuhan, gangren (luka yang tak kunjung sembuh), kesemutan/baal yang berkepanjangan dan lain-lain.

 

Menjaga kadar gula dalam darah saja ternyata tidak cukup untuk mencegah komplikasi diabetes melitus. Hal ini harus diikuti juga oleh penurunan jumlah radikal bebas di dalam tubuh yang berlebihan (oxidative stress). Oxidative stress ini merupakan salah satu penyebab terjadinya komplikasi pada penderita diabetes melitus. Sebenarnya tubuh sendiri memiliki sistem perlawanan terhadap oxidative stress dengan menghasilkan enzim-enzim antioksidan. Namun, penderita diabetes melitus justru memiliki kadar antioksidan yang lebih rendah dibandingkan orang normal. Kondisi ini tentu saja meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi antioksidan dalam jumlah yang cukup untuk mencegah komplikasi.

 

Salah satu antioksidan yang baik untuk melawan oxidative stress adalah SOD (Superoxide Dismutase) yang terkandung dalam GliSODin. SOD merupakan antioksidan yang sebenarnya diproduksi oleh tubuh (antioksidan endogen). Konsumsi GliSODin dapat memicu aktivitas SOD dalam tubuh. Tentunya hal ini sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan antioksidan pasien diabetes melitus dalam mencegah terjadinya komplikasi. Selain itu SOD ini juga dapat menjadi agen dalam menangkal terjadinya resistensi insulin, salah satu penyebab terjadinya diabetes melitus tipe 2. Dapatkan GliSODin di www.kalcare.com , proteksi diri dan keluarga Anda dari sekarang! 

 

 

 

Salam,

KALCare