Pengantin Baru : Kenali Endometriosis

Pengantin Baru : Kenali Endometriosis

Tujuan sebuah pernikahan adalah menyatukan dua insan yang saling mencintai. Dalam membangun keluarga, setiap pasangan tentu mengharapkan keturunan dalam pernikahan mereka. Namun, tidak semua pasangan beruntung dan diberi anugerah untuk mendapatkan keturunan.

Ada beberapa hal yang melatarbelakanginya, salah satunya adalah endometriosis. Lalu, bagaimana sih cara pencegahan endometriosis? Simak dalam artikel ini.

Baca juga: Hati-Hati, Penyakit Berikut Ini Bisa Mengganggu Kesuburan Wanita

Apa itu Endometriosis?

Endometriosis merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan yang menyerupai endometrium pada bagian luar rahim. Meskipun tumbuh di luar rahim, jaringan ini tetap bertindak seperti halnya endometrium yang berada di dalam rahim.

Jaringan endometrium normal akan mengalami penebalan dan meluruh pada saat periode menstruasi sedang berlangsung. Pada endometriosis, karena jaringannya berada di luar rahim, maka jaringan yang menebal akan terjebak dan tak dapat luruh keluar dari tubuh.

Jaringan atau darah yang terjebak tersebut akan mengiritasi jaringan sekitarnya yang dapat membentuk jaringan parut. Hal inilah menyebabkan rasa nyeri terutama saat periode menstruasi.

Penyakit endometriosis memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup, tidak hanya bagi penderita, tetapi juga pada orang-orang yang berada di dekat mereka, seperti keluarga, pasangan, dan teman. Maka dari itu, pencegahan endometriosis sebaiknya dilakukan sedini mungkin.

Penyebab Penyakit Endometriosis

Terdapat beberapa hipotesis yang telah dikemukakan tentang asal-usul penyakit endometriosis. Penyebab penyakit ini, antara lain:

  1. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh.

Dalam kondisi ini, sistem imun tubuh tidak dapat mengenali dan tidak dapat menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh pada bagian luar rahim.

2. Metaplasia

Kondisi ini terjadi ketika sel dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Pada endometriosis, sel-sel di luar rahim dapat berubah menjadi sel-sel yang menyerupai endometrium dan mengalami pertumbuhan.

3. Menstruasi Retrograde

Pada kondisi ini, darah menstruasi tidak keluar dari tubuh, namun mengalir ke atas melalui tuba falopi dan masuk ke organ panggul.

4. Operasi Bedah

Setelah menjalani operasi pembedahan, seperti bedah caesar atau operasi pengangkatan rahim (histerektomi), sel-sel endometrium dapat menempel di bekas sayatan operasi tersebut.

5. Penyebaran Sel Endometrium

Pembuluh darah dan sistem limfatik dapat mengangkut dan menyebarkan sel-sel endometrium ke bagian lain dari tubuh.

Gejala Penyakit Endometriosis

Salah satu gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul yang sering dihubungkan dengan periode menstruasi. Saat menstruasi, kebanyakan wanita akan merasakan kram dan nyeri di beberapa bagian tubuhnya. Bagi penderita endometriosis, mereka akan mengalami nyeri haid yang hebat dan jauh lebih buruk daripada wanita normal. Adapun beberapa gejala lainnya antara lain:

  1. Nyeri saat berhubungan intim. Kondisi ini dapat terjadi baik saat melakukan hubungan intim ataupun setelahnya.
  2. Nyeri BAB dan BAK. gejala-gejala ini paling sering terjadi saat mengalami menstruasi.
  3. Mengalami Perdarahan yang berlebihan. Pada saat periode menstruasi, darah yang keluar dari vagina dapat berjumlah banyak.
  4. Kemandulan atau sulit hamil.
  5. Beberapa gejala lainnya, seperti diare, kelelahan, konstipasi, kembung, mual. Kondisi-kondisi tersebut biasanya sering terjadi saat periode menstruasi.

persiapkan kehamilan dengan nutrisi sehat dari Prenagen Esensis

Baca Juga: Gejala PMS Mengganggu? Begini Cara Mengatasinya!

Pengobatan Penyakit Endometriosis

Saat ini belum ditemukan cara menyembuhkan endometriosis, yang ada hanya pengobatan dengan mengurangi gejala, mengurangi nyeri, memperlambat pertumbuhan jaringan, dan mengatasi infertilitas. Berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan.

  1. Mengonsumsi obat-obatan anti-inflamasi, seperti parasetamol, ibuprofen yang memiliki fungsi untuk meredakan nyeri.
  2. Terapi hormon. Terapi ini dilakukan dengan cara membatasi atau menghentikan produksi kadar estrogen di dalam tubuh.
  3. Operasi. Jenis operasi yang dapat dilakukan adalah operasi laparoskopi dan histerektomi yang bertujuan untuk mengangkat bagian organ yang terkena endometriosis. Operasi ini dapat membantu meningkatkan kesuburan.

Baca Juga: Vitamin yang Baik Untuk Meningkatkan Kesuburan

Pencegahan Endometriosis

Untuk mencegah penyakit endometriosis, Anda dapat melakukan beberapa cara yang dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini, yaitu antara lain:

  • Melakukan gerakan aktif setiap hari, seperti olahraga di pagi hari. Sebuah studi menemukan bahwa orang dengan aktifitas fisik yang lebih tinggi akan mengurangi risiko terkena kanker endometrium.
  • Memiliki berat badan ideal yang sehat. Wanita yang obesitas akan menjadi 3 kali lebih gampang terkena endometriosis dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan ideal. Maka dari itu, yuk jaga berat badan kita agar tetap sehat dengan cara menghindari makanan atau minuman yang tidak menyehatkan bagi tubuh.

Sebagai tambahan, Anda juga dapat mengonsumsi Prenagen Esensis sebagai susu untuk penderita endometriosis dengan nutrisi yang lengkap berfungsi menjaga kesehatan reproduksi Anda. Prenagen Esensis mengandung zinc, asam folat, dan zat besi yang membantu menjaga kesehatan tubuh.

Dapatkan Prenagen Esensis di sini.

 

Salam Sehat,

KALCare

Sumber:

  • https://www.cancer.org/cancer/endometrial-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html
  • https://www.nhs.uk/conditions/endometriosis/treatment/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/endometriosis
  • https://www.healthline.com/health/endometriosis/endometriosis-diet#foods-to-avoid
  • https://www.healthline.com/health/endotough/talking-to-your-partner#What-you-can-do-now