Obesitas dan Risiko Diabetes


Obesitas dan Risiko Diabetes

Obesitas dan Risiko Diabetes

Risiko diabetes, terutama diabetes tipe 2, bisa timbul akibat obesitas, atau kondisi kelebihan berat badan. Bahkan, hampir 90 persen penyandang diabetes tipe 2 mengalami obesitas, hingga International Diabetes Foundation menyatakan bahwa, diabetes dan obesitas telah menjadi tantangan terbesar bagi kesehatan masyarakat di abad ke-21 ini. Nah, supaya bisa memangkas risiko diabetes, ada baiknya kita pahami dulu apa itu obesitas, dan bagaimana cara menghindari, serta menanggulanginya.

 

Obesitas bisa muncul diantaranya karena kenyamanan gaya hidup modern, yang tak jarang membuat seseorang jadi malas bergerak dan berolahraga, namun di sisi lain banyak mengkonsumsi makanan tinggi lemak. Lantas, apa hubungannya dengan diabetes?

 

Para dokter dan peneliti melihat bahwa, obesitas dan diabetes memang memiliki hubungan yang cukup erat, karena memiliki tubuh yang kelebihan berat badan ternyata memberikan tekanan ekstra terhadap kemampuan tubuh untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas yang sehat. Para peneliti juga menemukan, obesitas membuat sistem membran sel, yang disebut retikulum endoplasma, menekan sinyal reseptor insulin, sehingga menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin.

 

Retikulum endoplasma adalah jaringan membran yang ada di dalam sel. Dr. Gokhan Hotamisligil, profesor genetika dan metabolisme dari Harvard School of Public Health mengatakan bahwa, retikulum endoplasma bertanggung jawab untuk memproses protein dan lemak. Ketika tubuh menerima gizi dalam jumlah berlebih, tentunya semuanya harus diolah, disimpan, dan dimanfaatkan oleh jaringan membran tadi. Saat kerjanya lebih berat dari yang seharusnya, inilah yang menyebabkan resistensi insulin terjadi.

 

Namun, jangan putus asa. Kita bisa kok, mengurangi risiko diabetes. Caranya adalah, dengan mengubah gaya hidup. Kemudian, menjaga berat badan sehat dengan cara memperbanyak konsumsi serat, dan melakukan diet yang seimbang, yang berarti mengkonsumsi protein, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, serta sejumlah kecil lemak. Mayoritas diet harus terdiri dari karbohidrat (seperti roti gandum, beras, sereal), dan buah-buahan serta sayuran. Daging yang baik adalah yang rendah lemak, seperti ayam (tanpa kulit), ikan, dan daging merah tanpa lemak.

 

Untuk membantu penurunan berat badan, lakukan juga olahraga ringan setidaknya selama 20-30 menit per hari. Untuk mendorong dir Andai agar berolahraga secara teratur, pilihlah bentuk olahraga atau rangkaian latihan yang Anda nikmati. Misalnya, berjalan kaki, yang merupakan latihan yang sangat baik bagi kebanyakan orang. Aktivitas fisik lainnya, termasuk menari, jogging, dan olahraga di pusat kebugaran atau gym juga bisa dilakukan.

 

Terakhir, konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter, dan jangan lupa untuk mengkonsumsi suplemen, vitamin, maupun susu yang khusus diformulasikan bagi penderita diabetes, terutama bila Anda memiliki risiko diabetes tinggi, misalnya memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.

 

 

 

Salam,

KALBE Store