7 Penyebab Penyakit Osteoporosis yang Harus Diwaspadai

7 Penyebab Penyakit Osteoporosis yang Harus Diwaspadai

oroBanyak yang menganggap bahwa penyebab osteoporosis adalah usia yang semakin bertambah. Padahal, tak hanya itu saja pemicu terjadinya kondisi pengeroposan tulang ini. 

Penyebab Penyakit Osteoporosis yang Harus Diwaspadai

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab dan pemicu osteoporosis, dari gaya hidup yang tidak sehat sampai pola makan. 

Berikut penyebab lengkap penyakit osteoporosis yang sebaiknya Anda ketahui. 

1. Kekurangan kalsium

Salah satu penyebab utama dari pengeroposan tulang adalah kurangnya jumlah kalsium di dalam tubuh

Tulang merupakan tempat penyimpanan untuk dua mineral, yaitu kalsium dan fosfor. Organ-organ tubuh seperti, jantung, otot, dan saraf membutuhkan asupan kalsium yang konstan agar dapat tetap bekerja.

Ketika tubuh kekurangan kalsium, organ-organ yang membutuhkan mineral tersebut akan mengambil cadangan mineral dari tulang. 

Jika hal ini terus terjadi, cadangan mineral pada tulang akan berkurang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.

Baca juga: Berapa Kebutuhan Kalsium Tubuh dalam Sehari?

2. Penurunan hormon estrogen dan testosteron

Osteoporosis dapat disebabkan oleh penurunan kadar estrogen pada perempuan saat masa menopause.

Oleh karena itu, perempuan di atas 50 tahun lebih rentan terkena pengeroposan tulang ketimbang pria dengan rentang usia yang sama.

Perawatan medis tertentu yang memengaruhi kadar hormon, misalnya pengobatan kanker prostat atau kanker payudara, juga dapat menjadi faktor penyebab pengeroposan tulang.

Oleh karena itu, jika Anda sedang mengalami pengobatan tertentu dan memengaruhi kadar hormon, pastikan untuk konsultasi ke dokter terkait efek samping yang dapat muncul.

osteoporosis

3. Kekurangan vitamin D

Salah satu manfaat vitamin D yaitu, dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan meningkatkan kesehatan tulang. 

Terlalu sedikit asupan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi keropos hingga akhirnya muncul osteoporosis. 

Anda bisa mengonsumsi suplemen untuk bantu penuhi kebutuhan vitamin D harian, sehingga tulang tidak rentan keropos.

4. Kurang aktivitas fisik

Bagi Anda yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik atau sedang memiliki kondisi seperti kelumpuhan atau distrofi otot, kondisi pengeroposan tulang dapat terjadi dengan cepat. 

Untuk itu, Anda dapat mencoba beberapa latihan fisik, seperti berjalan-jalan, hiking, jogging, menaiki tangga, bermain tenis, dan menari.

Selain olahraga tersebut, Anda juga dapat mencoba latihan ketahanan tubuh, seperti mengangkat beban

5. Merokok

Perokok memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan risiko patah tulang yang lebih tinggi daripada non-perokok. 

Studi tentang hubungan rokok dan kesehatan tulang telah ditemukan sejumlah efek mengerikan. 

Kandungan nikotin pada rokok memberi dampak pada sel tulang dengan menghalangi kemampuan tubuh untuk menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D.

Baca juga: Menghentikan Kecanduan Rokok

6. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan pengeroposan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. 

Obat-obatan yang biasanya dapat menjadi pemicu, seperti kortikosteroid, yang juga dikenal sebagai kortison, hidrokortison, glukokortikoid, dan prednison. 

Obat ini digunakan untuk mengobati asma, rheumatoid arthritis, psoriasis, kolitis, dan berbagai penyakit peradangan lainnya. 

Selain itu, obat anti kejang juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

osteoporosis

7. Gangguan tiroid

Hormon tiroid yang berlebihan dapat menyebabkan pengeroposan tulang. Hal ni dapat terjadi jika kadar tiroid dalam tubuh terlalu aktif atau mengonsumsi obat tiroid secara berlebihan.

Baca juga: Ragam Nutrisi yang Baik Untuk Bantu Proses Penyembuhan Patah Tulang

Selain beberapa penyebab di atas, terdapat sejumlah penyebab osteoporosis yang tidak dapat diubah atau dimodifikasi. Menurut American College of Rheumatology, faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi:

  • Usia. Risiko meningkat setelah mencapai pertengahan usia 30-an khususnya setelah menopause bagi wanita.
  • Etnis. Orang kulit putih dan orang Asia memiliki risiko lebih tinggi daripada kelompok etnis lainnya.
  • Faktor genetik. Memiliki anggota keluarga dengan diagnosis patah tulang pinggul atau osteoporosis.
  • Riwayat patah tulang. Seseorang yang berusia di atas 50 tahun dan memiliki riwayat patah tulang sebelumnya, akan memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis.

Meski beberapa faktor penyebab osteoporosis tidak bisa dihindari. Namun, Anda dapat memperlambat dan mencegah kondisi ini datang di usia dini. 

Salah satunya dengan mengonsumsi susu khusus tulang, seperti Entrasol, mulai dari sekarang. Dengan begitu, semua kebutuhan nutrisi untuk tulang dapat terpenuhi dengan baik. 

 

Artikel dicek oleh: dr. Isman Sandira

Penulis: Nurul Ahmad | Editor: Nimas Mita

 

Sumber: