Memperingati Hari TB di Masa Pandemi Covid-19

Memperingati Hari TB di Masa Pandemi Covid-19

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia dua tahun terakhir mungkin tidak hanya sekadar mengingatkan TB sebagai epidemi di dunia. Tetapi dengan adanya pandemi covid-19, kombinasi antara kedua penyakit yang menyerang paru-paru ini akan memberikan risiko yang cukup membahayakan.

 

Penyebaran TB maupun covid-19 sama-sama melalui droplet atau percikan. Bahkan gejala TB dan covid-19 ditandai dengan batuk, demam, hingga kesulitan bernapas.

 

kasus TB di masa pandemi covid-19

 

Berdasarkan data yang dikutip dari Kemenkes, setiap tahun terdapat 100 juta orang di dunia yang sakit akibat Mycobacterium Tuberculosis. Bahkan 845.000 di antaranya berada di Indonesia.

Indonesia sendiri menempati angka ketiga Negara dengan penyakit TB tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok. Dengan kasus yang cukup tinggi, ditambah dengan kehadiran covid-19, tentu menjadi tantangan tambahan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan organ paru-paru.

 

Upaya pencegahan covid-19 pada pasien TB

 

Penting sekali melakukan tindakan antisipasi terhadap orang yang menderita TB agar tidak tertular covid-19. Mengingat program vaksinasi yang masih berjalan serta aturan pasien TB yang harus menunggu minimal 2 minggu untuk mendapatkan vaksin covid-19. 

Pasien TB harus mengonsumsi obat secara teratur hingga sembuh, dengan durasi minimal 6-9 bulan. Jika pasien TB tidak menyelesaikan konsumsi obat, pasien berisiko mengalami resistensi obat yang dapat menyebabkan kematian.

Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan komponen paling penting dalam pengobatan TB. Sebab pengobatan TB merupakan cara untuk mencegah penyebaran kuman TB. Tentunya konsumsi OAT perlu diawasi secara langsung oleh PMO atau Pengawas Menelan Obat.

 

cara mencegah pasien TB dari covid-19

 

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr Wiendra Waworuntu, pasien TB harus melakukan tindakan pencegahan covid-19 seperti yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan berikut ini:

  1. Tetap melakukan protokol covid-19 seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih, serta menghindari kontak fisik.
  2. Pasien TB akan diberikan masker bedah yang harus dikenakan pada saat pasien melakukan kontrol rutin, atau untuk melakukan aktivitas keluar rumah yang sangat penting. 
  3. Pasien TB sangat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar rumah agar tidak terinfeksi virus corona. 
  4. Pasien TB harus menghindari kerumunan dan menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain.
  5. Pasien dengan TB harus rutin melakukan konsultasi rutin dengan tenaga kesehatan, diusahakan secara daring untuk mengurangi pertemuan tatap muka langsung.
  6. Mengonsumsi obat secara teratur.
  7. Menjaga daya tahan tubuh.

Selain anjuran tersebut, Pemerintah juga menjalankan program TEMPO (Temukan, Pisahkan, dan Obati). Salah satu kegiatan program TEMPO adalah melakukan penyaringan gejala, baik pada pasien TB rawat jalan maupun rawat inap. 

Kegiatan dari program TEMPO dianggap penting dalam upaya mengurangi risiko penularan dan mendeteksi pasien TB dengan cepat. Dengan begitu, pasien TB dapat ditangani dengan segera.

Program ini juga akan memastikan agar pasien TB tetap melanjutkan proses pengobatan. Walaupun terdapat perubahan dan penyesuaian jadwal pengobatan akibat penerapan kebijakan social distancing covid-19. 

 

Layanan laboratorium untuk pasien TB

 

Selain pengobatan dan kontrol dengan tenaga kesehatan yang rutin, pasien TB tetap perlu melakukan pengambilan serta pemeriksaan sputum sesuai prosedur pencegahan infeksi. Termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri atau APD yang sesuai.

“Sputum merupakan lendir atau dahak yang dikeluarkan pada waktu batuk”

Jika pada fasilitas kesehatan tersedia alat Bio Safety Cabinet (BSC), pemeriksaan dahak selama masa pandemi dapat menggunakan alat tersebut. Jika tidak, maka pemeriksaan harus tetap dilaksanakan dengan mengupayakan kewaspadaan yang baik. Seperti menyesuaikan penempatan alat, pengaturan ventilasi untuk menghindari konsentrasi aerosol yang tinggi di dalam ruangan, serta menggunakan APD yang memadai. 

Jadi, peringatan hari TB tahun ini tetap fokus pada perlindungan pasien agar terhindar dari covid-19. Upaya perlindungan pasien TB juga dapat dilakukan dengan memberi nutrisi khusus pada gangguan pernapasan, Pulmosol.

 

berikan Pulmosol untuk nutrisi TB

 

Pulmosol merupakan nutrisi pertama di Indonesia yang diformulasikan secara spesifik untuk memenuhi nutrisi pada gangguan pernapasan dengan gejala sesak. Sehingga Pulmosol dapat diberikan juga pada penderita asma, bronkitis, dan indikasi lain dengan gejala sesak napas.

Perlu Anda tahu, Pulmosol bebas kolesterol, rendah gula, dan rendah garam. Sehingga Pulmosol aman bagi seseorang yang memiliki gangguan pernapasan dengan komplikasi diabetes dan hipertensi.

Pulmosol tersedia dalam rasa Creamy Vanilla yang enak. Untuk menyajikan Pulmosol, Anda hanya perlu mencampurkan 1 saset Pulmosol dengan 180 ml air hangat. 

Anda bisa dapatkan nutrisi khusus pernapasan Pulmosol dengan mudah hanya di KALCare. Ayo, bersama Pulmosol kita jaga kesehatan pasien TB. Nikmati juga promo menarik pembelian nutrisi khusus hanya di KALCare E-Store.

Jangan lupa untuk terus belanja di KALCare untuk mendapatkan point reward khusus member KALCare Family. Anda dapat menukarkan point reward dengan berbagai hadiah menarik yang disediakan khusus bagi Anda, pelanggan setia KALCare. 

 

Salam,

KALCare