Masalah Berat Badan Remaja


Masalah Berat Badan Remaja

Masalah Berat Badan Remaja

Beradasarkan CDC (United States Centre of Disease Control and Prevention), masalah berat badan, termasuk obesitas, pada remaja meningkat dari lima hingga 18.1% dari tahun 1976-2008. Terutama para remaja perempuan, mereka agak sensitif terhadap berat badannya, dan seringkali merasa takut terlalu gemuk, sampai pada titik di mana beberapa remaja perempuan, yang berberat badan normal sekali pun, dengan sengaja mengurangi pola makannya, seperti melewatkan makan, bahkan membiarkan dirinya sendiri kelaparan. Hal ini tentu saja tidak sehat, dan tidak sebaiknya dilakukan.

 

Sebenarnya, asupan makanan sehat bagi remaja tak jauh berbeda dengan orang dewasa. Berita baiknya, karena remaja masih dalam proses pertumbuhan, keseimbangan nutrisi dan kebiasaan hidup sehat praktis lebih mudah diterapkan dan dikembangkan.

 

Apa yang terjadi bila remaja memiliki pola makan yang salah?

Remaja wanita membutuhkan jumlah yang sangat tepat untuk asupan kalori mereka, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Hal ini dibutuhkan untuk menyediakan energi bagi aktivitas sehari-hari mereka, menyediakan cadangan vitamin dan mineral, memaksimalkan potensi pertumbuhannya, dan menjaga berat badan mereka agar selalu ideal. Menjadi obes bagi remaja akan mengakibatkan masalah kesehatan seumur hidupnya, belum lagi ditambah dengan masalah psikis, dan tekanan dari lingkungan sekitarnya. Kelebihan berat badan pada remaja biasanya berkembang menjadi suatu penyakit, seperti penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, asma, dan sulit bernapas ketika tidur. CDC juga mengatakan bahwa, obesitas mengakibatkan remaja kurang percaya diri, yang berdampak pada prestasi akademik dan kehidupan sosial mereka. Bahkan, bila remaja dengan nekatnya membiarkan diri mereka kelaparan, dapat mengakibatkan risiko defisiensi nutrisi, yang berdampak pada terjadinya anemia, menstruasi yang tidak teratur, dan perkembangan tulang yang buruk.

 

Seperti apa asupan nutrisi yang sehat?

Asupan nutrisi yang sehat hendaknya seimbang antara karbohidrat, lemak, dan protein. Jangan ragu untuk memakan lemak sehat, yang biasa dapat ditemukan di kacang-kacangan, minyak zaitun, dan alpukat. Lemak ini menyerap 25-35% dari kalori sehari-hari Anda, dan sumber ini juga membantu untuk mengabsorpsi vitamin, menjadikan kulit lebih sehat, dan membantu regulasi hormon.

 

Karbohidrat, seperti gandum, buah-buahan dan sayuran segar, menyediakan energi dan nutrisi. Karena mereka dicerna secara lambat, makanlah sekitar 50-60% dari kalori harian Anda dari sumber ini guna menjaga Anda, agar tidak merasa kelaparan di tengah hari.

 

Sementara itu, kalsium berguna untuk menyokong tulang dan mencegah tulang yang lemah di masa depan. Salah satu sumber kalsium adalah dari susu. Jika Anda kesulitan mendapatkan susu perah alami, pastikan saja Anda memilih susu pengganti (formula) yang diperkaya dengan kalsium, agar si remaja tumbuh dengan tulang yang kuat dan sehat.

 

Atur menu makanan yang sehat dan seimbang

Berusahalah untuk makan pagi setiap hari, karena itu memberikan bahan bakar pertama bagi remaja dan mencegah kelaparan di tengah hari. Jangan percaya omongan-omongan miring yang mengatakan bahwa sarapan adalah salah satu penyebab timbulnya masalah berat badan. Hanya saja, pilihlah sarapanmu secara bijak. Pilihlah makanan yang diolah dengan cara dipanggang. Bisa juga memilih roti gandum yang dioles selai kacang, atau semangkuk sereal dengan susu rendah lemak. Jika Anda terlambat sarapan, ambilah keju rendah lemak dan sebuah pisang, atau buatlah jus buah dan masukan ke dalam botol bekal.

 

Ketika makan siang, pilihan Anda mungkin terbatas, namun hindari makanan yang digoreng, seperti burger atau pizza, dan pilihlah sandwich ayam bakar dengan kentang panggang. Lebih baik lagi jika Anda membawa bekal makan siang sendiri dari rumah seperti sandwich kalkun, yogurt, dan buah segar. Pasta marinara atau salad bisa Anda jadikan pilihan untuk makan malam.

 

Hindari makanan ini

Hindari dan batasi konsumsi makanan cepat saji. Hindari soda dan makanan atau minuman manis untuk membantu mengurangi kalori, tanpa menurunkan kadar nutrisinya. Kurangi kadar konsumsi lemak jenuh, dan mentega. Batasi asupan karbohidrat juga, seperti biskuit ringan, keripik kentang, muffin, dan kue, maupun roti putih.

 

 

 

Salam,

KALBE e-Store