8 Manfaat Penting Zat Besi Bagi Kesehatan

8 Manfaat Penting Zat Besi Bagi Kesehatan

Sebagian besar dari Anda mungkin pernah mendengar manfaat zat besi bagi ibu hamil. Ternyata, manfaat zat besi tidak hanya sekadar menjaga kesehatan ibu dan janin saja lho! Banyak sekali kegunaan zat besi untuk kesehatan tubuh dari berbagai kalangan usia.

Beragam Manfaat Penting Zat Besi Bagi Tubuh

Zat besi sendiri merupakan mineral penting yang membantu menjaga kesehatan darah. Tak hanya sampai situ saja, zat besi punya banyak fungsi dan manfaat untuk tubuh, lho, Fams!

Berikut berbagai fungsi dan manfaat zat besi untuk kesehatan.

1. Meningkatkan hemoglobin

Mengalami Tinggi Kalsium dalam Darah

Fungsi utama zat besi adalah membentuk hemoglobin, sejenis protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. 

Tentu ini penting, apalagi pada saat kondisi luka yang menyebabkan kekurangan banyak darah serta saat menstruasi.

2. Mencegah kelelahan

Kurang istirahat menjadi salah satu faktor kondisi pegal, lelah, dan kaku otot

Tanpa zat besi yang cukup, maka tidak cukup pula sel darah merah yang mengangkut oksigen. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh Anda merasa kelelahan dan lemas. 

Mengonsumsi sumber zat besi dapat menghilangkan perasaan lelah.

Baca juga: Cara Alami Menaikkan Hemoglobin Secara Alami

3. Menjaga kesehatan kehamilan

Menjaga-Kesehatan-Tubuh-Saat-Hamil

Selama kehamilan, ibu akan mengalami kenaikan volume darah dan produksi sel darah merah secara drastis untuk memasok oksigen dan nutrisi bagi pertumbuhan janin. 

Itulah yang membuat ibu hamil harus memenuhi kebutuhan zat besi harian 30-60 miligram (mg).

Ada banyak manfaat zat besi pada kehamilan, dari mencegah risiko kelahiran prematur, hingga kompliasi serius lainnya.

Tak hanya itu, dengan memenuhi kebutuhan zat besi, janin dapat terhindari dari gangguan perkembangan dan ibu pun berisiko rendah mengalami infeksi. 

4. Meningkatkan kekuatan otot

Mempengaruhi Kinerja Otot

Zat besi diperlukan untuk membantu menyediakan oksigen yang diperlukan untuk kontraksi dan daya tahan otot. 

Kekurangan zat besi bisa membuat otot lebih mudah lelah, serta membuat jaringan otot meradang yang membuat Anda merasa sakit.

5. Meningkatkan imunitas

jaga kesehatan tubuh selama musim hujan

Manfaat lain dari zat besi yang jarang diketahui adalah berperan penting dalam sistem imun. Zat besi dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, lho, Fams!

Hal ini karena zat besi bisa membentuk hemoglobin, sehingga pasokan oksigen pun merata ke seluruh tubuh.

Jadi, jika ada sel yang rusak akibat diserang oleh kuman atau virus, sel tersebut bisa kuat melawan penyakit infeksi tersebut.  

Maka tidak heran jika kekurangan zat besi dapat mengganggu fungsi kekebalan dan proses penyembuhan.

Baca juga: Mudah Sakit? Ketahui Cara Meningkatkan Imun Tubuh

6. Meningkatkan konsentrasi

manfaat kegunaan fungsi zat besi

Penelitian menemukan bahwa kekurangan zat besi menyebabkan penurunan kognitif. Ketika kadar zat besi dalam darah menurun, tingkat konsentrasi dan perhatian juga akan menurun. Maka dengan meningkatkan kadar zat besi dapat meningkatkan konsentrasi dan kinerja kognitif.

7. Mengurangi memar

manfaat kegunaan fungsi zat besi

Jika tubuh Anda mudah mengalami luka memar, bisa menjadi pertanda kekurangan zat besi. Hal ini terjadi karena hemoglobin memengaruhi produksi dan fungsi trombosit yang mengontrol pembekuan darah.

Memar sendiri dapat merupakan tanda bahwa pembekuan darah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Maka dari itu, mengonsumsi makanan mengandung zat besi bisa membantu mengatasi memar.

8. Membantu kesulitan tidur

tips mencegah insomnia selama pandemi

Ternyata zat besi punya manfaat sendiri bagi orang yang punya masalah tidur.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015, terdapat hubungan antara zat besi yang rendah dengan masalah tidur, termasuk gelisah saat tidur dan insomnia.

Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa zat besi dapat membantu mengatasi masalah insomnia

Kebutuhan Zat Besi Harian

Supaya zat besi berfungsi maksimal dan Anda mendapatkan semua manfaat di atas, tentu Anda harus memenuhi kebutuhan minimal mineral ini. 

Nah, berikut adalah kebutuhan harian zat besi menurut Angka Kebutuhan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan 2019

Kebutuhan zat besi anak

Setiap rentang usia anak membutuhkan jumlah zat besi yang berbeda. Biasanya, semakin besar anak akan semakin banyak juga kebutuhan zat besinya. 

Berikut adalah kebutuhan zat besi harian sesuai dengan usia anak: 

  • 0-5 bulan: 0,3 mg
  • 6-11 bulan: 11 mg
  • 1-3 tahun: 7 mg
  • 4-9 tahun: 10 mg
  • 10-12 tahun: 8 mg
  • 13-18 tahun: 11-15 mg (11 mg untuk anak laki-laki, 15 mg untuk anak perempuan)

Kebutuhan zat besi orang dewasa

Kebutuhan zat besi laki-laki usia 19 tahun ke atas adalah 8 mg per hari. Sedangkan zat besi yang dibutuhkan untuk perempuan dewasa sedikit berbeda.

Hal ini karena perempuan mengalami menstruasi, sehingga membutuhkan jumlah yang lebih banyak ketimbang laki-laki. 

Berikut kebutuhan zat besi perempuan berdasarkan usia: 

  • 19-50 tahun: 18 mg
  • 51 tahun ke atas: 8 mg
  • Selama kehamilan: 27 mg
  • Selama menyusui usia 14-18 tahun: 10 mg
  • Selama menyusui usia 19 tahun ke atas: 9 mg

Cara Memenuhi Kebutuhan zat besi

Supaya Anda mendapatkan semua manfaat dan fungsi tersebut, Anda bisa mengonsumsi sumber zat besi. 

Ada banyak sumber makanan zat besi yang mudah didapat seperti daging sapi, ayam, hingga makanan laut berupa tiram, kerang, dan ikan sarden. Selain itu, zat besi juga terdapat dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayur bayam.

Jika perlu, Fams bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi. Temukan berbagai suplemen kesehatan yang mengandung zat besi hanya di KALCare. 

 

Artikel dicek oleh: dr. Isman Sandira

Penulis: Chamilla Maria | Editor: Nimas Mita

Sumber:

  • Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything You Need To Know About Iron.
  • Harvard.edu. Diakses pada 2021. Iron
  • WebMD. Diakses pada 2021. What You Need To Know About Iron.
  • Very Well Health. Diakses pada 2021. What Is Iron?
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019. Diakses pada 2021. Angka Kecukupan Zat Gizi.