Makanan yang Baik Untuk Meningkatkan Kecerdasan Otak Anak

Makanan yang Baik Untuk Meningkatkan Kecerdasan Otak Anak

Tentu semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Kecerdasan ini tentu sangat didambakan oleh orang tua, agar anak siap menjadi generasi multitalenta yang siap menghadapi tantangan masa depan. Meningkatkan kecerdasan otak Anak, dapat dilakukan dengan melakukan stimulasi sesuai usianya secara rutin. Selain itu, nutrisi yang cukup dan seimbang sesuai kebutuhan juga dibutuhkan agar sel otak dan syarafnya dapat berkembang dengan optimal. Nutrisi yang cukup bisa didapatkan dengan pemilihan makanan yang tepat.

 

Makanan yang baik untuk perkembangan otak Si Kecil dengan Susu Morinaga Platinum

Namun, masih banyak orang tua yang khawatir dan bingung, adakah makanan khusus yang dapat meningkatkan kecerdasan otak anak? Yang terpenting adalah, orang tua harus mengetahui terlebih dahulu apa saja nutrisi yang berperan baik untuk meningkatkan kecerdasan otak. Dan bahan makanan apa yang dapat membantu mewujudkan hal tersebut. Simak apa saja zat gizi dan sumber makanan yang dapat dikonsumsi anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otaknya.


1. Protein

Sebagai komponen pembangun tubuh, protein sangat berperan penting dalam tumbuh kembang Si Kecil.  Protein juga terbukti meningkatkan kemampuan belajar Si Kecil. Kemampuan belajar dipengaruhi juga oleh perkembangan otak. Di dalam otak yang sehat dan cerdas, terdapat milyaran sel-sel syaraf yang terus terkoneksi atau berkomunikasi dengan aktif. Koneksi antar sel ini terjadi melalui neurotransmitter dan protein adalah zat yang menyusun neurotransmitter tersebut. Protein tryptophan berperan membantu produksi neurotransmitter serotonin yang banyak diketahui berpengaruh dalam mengontrol suasana hati, nafsu makan, dan pola tidur. Protein tyrosine berperan dalam produksi norepinefrin yang berfungsi untuk mengontrol detak jantung serta tekanan darah. Sehingga dapat disimpulkan, Protein juga berperan dalam menjaga neurotransmitter agar fungsi otak berjalan baik. Penelitian dalam Jurnal Behavioral and Brain Functions pada 2008 menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang asupan proteinnya memiliki skor IQ rendah, mempunyai masalah perilaku dan gangguan fungsi kognitif lainnya. Asupan makanan kaya protein akan membantu Si Kecil berpikir jernih, lebih fokus dalam memproses informasi sehingga kemampuan belajarnya akan meningkat. Sumber makanan: telur, daging merah, ayam, ikan, kacang kedelai, kacang-kacangan, susu dan olahannya.

 

2. Zinc

Zinc/Seng ini adalah salah satu mineral yang sangat banyak manfaatnya di dalam tubuh. Zinc banyak berperan dalam metabolism selular, dibutuhkan dalam proses katalis kurang lebih 100 enzim serta berpengaruh dengan imun tubuh, sintesis protein, penyembuhan luka, hingga sintesis DNA. Zinc juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak dalam kandungan, lahir, hingga seorang anak beranjak remaja. Zinc perlu terus didapatkan dari makanan karena tubuh kita tidak punya tempat khusus untuk menyimpan mineral ini.  Sumber makanan: tiram, daging sapi, ayam, kepiting, lobster

 

3. Zat Besi

Zat besi adalah salah satu komponen utama dalam sel darah merah.  Zat besi dibutuhkan dalam membuat hemoglobin. Hemoglobin bertugas untuk membawa oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Oksigen tentu dibutuhkan oleh seluruh organ dalam metabolisme tubuh, termasuk otak  Otak membutuhkan nutrisi dan oksigen dalam kesehariaan untuk berpikir, mengingat, menyimpan memori, dan lain-lain. Jika zat besi tidak tercukupi, akan menyebabkan anemia dan membahayakan tubuh Si Kecil. Sumber makanan:  hati ayam, daging merah, tiram, kedelai, kacang-kacangan, sayuran hijau.

 

4. Kelompok Vitamin B

Kelompok Vitamin B ini adalah B9, B6, dan B12. Ketiganya sering dihubungkan dengan kesehatan otak. Kelompok ini bisa memecah homosistein (senyawa yang jika berlebihan dapat menyebabkan penyakit Alzheimer dan pikun). Kelompok vitamin ini juga membantu metabolisme pembuatan sel otak baru.

 

  • Vitamin B9 / Asam Folat

    Sumber makanan: bayam, brokoli, hati sapi, sayuran hijau, kacang belimbing

  • Vitamin B6

    Sumber makanan: ikan, tuna, ati sapi, salmon, dada ayam, pisang, kentang, buah-buahan yang bukan kelompok jeruk

  • Vitamin B 12

Sumber makanan:  biasanya ada di pangan hewani seperti hati sapi, daging sapi, ikan, telur, susu dan olahannya.

 

5. Kolin

Mirip dengan kelompok Vitamin B, kolin diyakini berperan dalam mencegah pikun dan Alzheimer. Hal itu dikarenakan kolin dibutuhkan untuk memproduksi asetil-kolin, neurotransmitter penting yang ada di otak untuk menjalankan fungsi system memori, mood, control otot, dan fungsi lain dari sistem syaraf di dalam otak. Itu sebabnya, kolin sangat dibutuhkan dalam masa perkembangan dini sel-sel otak agar dapat berfungsi optimal. Otak yang tumbuh optimal akan membuat seseorang semakin cerdas.  Kolin dapat diproduksi oleh manusia melalui organ hati, namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, oleh karena itu perlu asupan makanan dari luar yang mengandung kolin untuk mencukupi kebutuhan harian. Sumber makanan: hati sapi, telur, kacang kedelai, dada ayam, daging sapi

 

6. Long-chain PUFA (Poly unsaturated Fatty Acid)

Long Chain PUFA seperti AL (Asam Linoleat), AAL (Alfa Asam Linoleat), dan turunannya AA (Asam Arachidonat) , Omega 3 (DHA& EPA), berfungsi untuk membangun membran sel otak dan memiliki fungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel otak. Sel-sel otak yang sehat dapat dengan cepat meneruskan rangsangan dari satu sel syaraf ke sel syaraf yang lain, sehingga dapat mempercepat daya tangkap saat belajar hal yang baru. Dari manfaat tersebut banyak yang menyebutkan bahwa nutrisi ini paling banyak digadang-gadang sebagai sumber kecerdasan. Namun sayangnya, tidak bisa tercukupi diproduksi dalam tubuh manusia, sehingga harus didapatkan dari makanan yang dimakan.

Sumber makanan EPA DHA: ikan-ikan yang mengandung lemak tinggi yang hidup di perairan dingin seperti ikan kod, makarel, salmon, minyak ikan. Sedangkan ikan-ikan air tawar adalah sumber Omega 6 yang baik. Untuk mengonsumsi AAL bisa didapatkan dari sayuran hijau, minyak kanola, kacang-kacangan.

 

Anda bisa mengombinasikan berbagai makanan agar tidak monoton sehingga Si Kecil tidak cepat bosan, serta memperkaya zat gizi yang ia konsumsi, untuk membantu meningkatkan kecerdasan otaknya.

Bunda juga dapat menambahkan susu formula yang sudah difortifikasi dengan zat-zat gizi di atas untuk untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Susu Morinaga  secara khusus mengandung Brain Care– Faktor Kecerdasan Multi talenta, seperti:

  • Asam Linoleat (AL), Alfa asam Linolenat (AAL): sebagai bahan untuk pembentukan AA & DHA.
  • DHA, AA : Untuk meneruskan rangsangan antar sel syaraf sehingga mempercepat daya tangkap saat proses belajar.
  • Alfa Laktalbumin: Untuk meningkatkan kualitas tidur anak sehingga terbentuk hubungan antar sel syaraf yang pesat dan mampu mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran saat anak belajar/beraktivitas.
  • Kolin: Untuk memperkuat penyimpanan daya ingat anak di otak saat berpikir, berbicara, gerakan sadar maupun rangsang sensorik sehingga anak lebih cerdas.
  • Zat Besi: Untuk meningkatkan konsentrasi dalam proses belajar anak, terutama dalam menyimak pelajaran.

 

Susu Morinaga Baik Untuk Kecerdasan Otak Si Kecil

 

Yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil dengan mudah dan praktis. Jadi orang tua tidak lagi merasa khawatir apakah nutrisi Si Kecil sudah terpenuhi dengan makanan sehari-hari, terlebih lagi jika anak tidak terlalu doyan makanan yang dianjurkan. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya, selain tumbuh kembangnya lebih optimal, Si Kecil dapat menjadi generasi multitalenta yang cerdas  dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Yuk dapatkan Morinaga Chil Kid Platinum di KALCare. Karena KALCare, menjual susu anak terbaik online,

 

Salam,

 

KALCare.com

 

Sumber:

Health.harvard.edu/health-suplement

 

Health.harvard.edu/wellness

Ods.od.nih.gov factsheets

Ods.od.nih.gov factsheets Zinc

Ods.od.nih.gov Factsheets Vitamin B12

Morinaga Platinum

Ods.od.nih.gov factsheets Vitamin B6

Ods.od.nih.gov factsheets Folate

Ncbi.nlm.nih.gov