Kurang Bergerak Tingkatkan Risiko Diabetes


Kurang Bergerak Tingkatkan Risiko Diabetes

Kurang Bergerak Tingkatkan Risiko Diabetes

Tahukah Anda, jika Anda jarang melakukan aktivitas fisik, maka risiko diabetes Anda akan lebih meningkat? Ya, aktivitas fisik memang penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar. Bahkan, sudah sejak zaman dahulu kala, anjuran ini dicetuskan oleh para filsuf, termasuk Plato. Itulah mengapa, salah satu kata-kata terkenalnya adalah “kurangnya aktivitas merusak kondisi baik dari setiap manusia, sementara bergerak dan melakukan latihan fisik dapat menjaga kondisi baik tersebut.” Kutipan dari Plato tersebut menunjukkan betapa pentingnya aktivitas fisik untuk menunjang kebugaran tubuh kita.

 

Nah, berkaitan dengan risiko diabetes, terutama diabetes tipe 2 yang rentan menyerang orang dewasa, khususnya yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, tentu aktivitas fisik menjadi sangat penting. Ketika diabetes tipe 2 terjadi, ini berarti tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dilepaskan, atau tidak memproduksi cukup insulin. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah, dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Ini berarti, menurunkan berat badan menjadi hal yang harus dilakukan.

 

Seseorang dapat mengalami obesitas karena gaya hidup yang tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik. Hal ini disebabkan karena, kenyamanan hidup yang sering membuat seseorang malas bergerak atau berolahraga. Sebenarnya, tidak sulit untuk melakukan aktivitas fisik. Kita dapat memulainya dengan melakukan olahraga ringan seperti peregangan tubuh, berjalan kaki, maupun beraktivitas ataupun mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Pilihlah aktivitas yang Anda sukai dan nikmati. Bisa pula dikombinasikan dengan senam, berenang, bersepada, berlari, menari, atau olahraga lainnya. Aktivitas fisik secara teratur ini memang penting bagi semua orang, tetapi menjadi sangat penting bagi penyandang diabetes dan mereka yang berisiko tinggi.

 

Gerak tubuh yang rutin merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko diabetes selain merencanakan pola makan yang tepat, dan mengkonsumsi obat ketika diperlukan. Saat berolahraga, tubuh membutuhkan energi ekstra dari gula darah atau glukosa. Begitu pula ketika kita bergerak cepat, otot dan hati akan melepaskan glukosa sebagai bahan bakarnya. Sementara itu, ketika kita beraktivitas ringan untuk waktu yang lama, seperti mendaki gunung, otot-otot akan mengambil lebih banyak lagi glukosa. Inilah yang membantu menurunkan level gula darah.

 

Oleh karenanya, memulai program aktivitas fisik dapat membantu menurunkan berat badan, atau menjaga berat badan yang sehat, sekaligus mengontrol kadar gula darah. Ingat, penurunan berat badan bisa membuat perbedaan penting dalam mengurangi risiko diabetes. Jangan lupa, hindari stres, ya!

 

 

 

Salam,

KALBE Store