Ketika Diabetes Mellitus Tak Lagi dimonopoli Kaum Tua

Ketika Diabetes Mellitus Tak Lagi dimonopoli Kaum Tua

Tidak hanya mereka yang telah berusia senja, penyakit Diabetes Mellitus (DM) bisa juga diderita oleh siapapun, termasuk ibu hamil, dewasa muda, remaja, bahkan bayi dan anak-anak. DM yang kadang disebut kencing manis ini merupakan sebuah kondisi kronis yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan energi yang ditemukan dalam makanan. Pada penderita DM, pankreas hanya sedikit memproduksi hormon insulin, atau tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana normalnya, sehingga glukosa (gula) menumpuk dalam darah, dan membuat tubuh kehilangan bahan bakar utamanya. Glukosa yang menumpuk dalam darah juga dapat merusak pembuluh kecil di ginjal, jantung, mata atau sistem saraf. Itulah sebabnya, jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes dapat menyebabkan penyakit lain, seperti jantung, stroke, ginjal, kebutaan, maupun kerusakan saraf.

 

Ada beberapa jenis Diabetes Mellitus. Berikut ini uraiannya.

 

Diabetes tipe 1, terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Para ilmuwan belum mengetahui persis apa penyebabnya, namun seringkali dikaitkan dengan faktor lingkungan, virus, atau riwayat keluarga yang menderita diabetes tipe 1. Tipe ini berkembang justru paling banyak pada anak-anak dan orang muda. Pengobatan yang dilakukan melibatkan pengambilan insulin yang perlu disuntikkan melalui kulit dari dalam jaringan lemak. Perubahan gaya hidup pun perlu dilakukan, dengan cara mengatur pola makan dan rutin berolahraga.

 

Bentuk paling umum dari Diabetes Mellitus adalah tipe 2, di mana pankreas mampu menghasilkan insulin, namun entah jumlah yang dihasilkannya tidak cukup untuk kebutuhan tubuh, atau sel-sel tubuh resisten terhadap insulin, terutama di bagian lemak, hati maupun sel otot. Diabetes tipe 2 ini banyak terjadi pada kaum senior, maupun mereka yang mengalami obesitas. Diabetes tipe 2 ini dapat dikendalikan dengan cara pengaturan berat badan, pengaturan asupan nutrisi, serta rutin berolahraga. Namun, jika tidak diperhatikan, dapat meningkat menjadi diabetes tipe 1.

 

Berikutnya, ada tipe diabetes gestasional, yang dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini terjadi karena, kadar gula darah yang tinggi pada ibu hamil kemudian diedarkan melalui plasenta kepada bayi. Menurut National Institutes of Health, diabetes gestasional terjadi pada 2-10 persen kehamilan. Biasanya bisa sembuh setelah kehamilan usai, namun tetap memiliki risiko bagi ibu dan calon bayinya. Oleh karenanya, perlu dilakukan pengobatan selama kehamilan, serta tindakan-tindakan lain, seperti lebih memperhatikan asupan nutrisi, olahraga ringan, dan kontrol berat badan.

 

 

Memang, tidak ada jaminan usia yang aman dari risiko diabetes mellitus. Oleh karenanya, mari jaga gaya hidup yang lebih sehat, dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, dan jangan lupa berolahraga.

 

 

 

Salam,

KALBE Store