Ketahui Dampak Aborsi bagi Kesehatan


Ketahui Dampak Aborsi bagi Kesehatan

Ketahui Dampak Aborsi bagi Kesehatan

Pada bulan Agustus, Indonesia digegerkan dengan penggerebekan klinik aborsi ilegal di daerah Raden Saleh, Jakarta Pusat. Dalam temuan tersebut, didapatkan sebanyak 2.638 pasien yang melakukan aborsi selama satu tahun terakhir. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku menghancurkan janin hasil aborsi menggunakan zat kimia untuk dihancurkan. Selanjutnya janin dibuang ke dalam toilet karena polisi tidak menemukan adanya makam janin hasil aborsi.

 

Walaupun di Indonesia sendiri praktik aborsi masih dianggap kontroversi, sebenarnya aborsi tidak selalu menjadi hal yang ilegal bila terdapat indikasi medis di dalamnya. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati, kehamilan dengan gangguan tertentu dan dapat sangat berbahaya serta mengancam nyawa ibu dapat dilakukan proses aborsi. Tentunya proses untuk mengakhiri kehamilan ini perlu dilakukan sebagai jalan terakhir terkait kondisi kesehatan ibu. Maka dari itu, aborsi perlu dilakukan oleh dokter dan tenaga medis yang tepercaya.

 

efek negatif dari aborsi

 

Tindakan aborsi yang dilakukan oleh pihak yang tidak kompeten atau tidak bertanggung jawab akan memberikan dampak bahaya. Khususnya bagi kesehatan rahim organ, bahkan nyawa perempuan yang melakukan prosedur aborsi bagaimana pun caranya. Berikut merupakan beberapa dampak negatif aborsi ilegal yang perlu Anda ketahui:

 

1. Pendarahan

Pendarahan dapat terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi obat aborsi dalam dosis yang berlebihan. Ini dapat dipicu oleh kurangnya pengetahuan ibu yang melakukan aborsi pada janin yang masih muda. Sehingga merasa aborsi dapat berhasil jika mengonsumsi obat dengan dosis yang tinggi.

 

2. Infeksi peradangan panggul

Infeksi peradangan panggul akibat aborsi dapat terjadi karena beberapa faktor. Misalnya karena sisa jaringan yang tertinggal dan belum dibersihkan dengan sempurna, atau alat yang digunakan untuk aborsi tidak steril. Infeksi peradangan panggul dapat mengganggu kesuburan di masa depan serta meningkatkan risiko kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan).

 

3. Sepsis

Sepsis adalah infeksi penyebaran bakteri yang lebih luas ke bagian tubuh lainnya. Penyebaran terjadi melalui aliran darah, karena terdapat peradangan yang disebabkan oleh infeksi. Sepsis memiliki gejala seperti kesulitan bernapas, detak jantung cepat, demam, menggigil, nyeri, dan kurangnya produksi urin.

 

4. Kerusakan pada rahim

Biasanya tindakan aborsi ilegal dilakukan secara terpaksa. Akibatnya dapat meningkatkan risiko kerusakan pada rahim. Beberapa contoh kerusakan pada rahim ada rahim sobek, kerusakan leher rahim, hingga perlubangan rahim.

5. Endometritis

Endometritis merupakan peradangan yang disebabkan oleh infeksi. Endometritis merupakan efek aborsi yang paling sering ditemui, khususnya pada remaja. Jika endometritis tidak diatasi, dapat menyebabkan komplikasi pada organ reproduksi.

 

6. Aborsi gagal

Aborsi yang dilakukan oleh pihak yang tidak kompeten bisa saja menjadi gagal. Sebab diperlukan keahlian khusus dalam melakukan praktik aborsi medis. Kegagalan aborsi dapat mengancam perempuan yang melakukannya.

 

7. Kanker

Risiko kanker serviks pada perempuan yang pernah melakukan aborsi lebih besar daripada yang belum pernah melakukan aborsi. Apalagi bagi perempuan yang melakukan aborsi secara ilegal dan sembarangan. Hal ini mungkin terjadi akibat gangguan hormonal yang tidak wajar atau terjadi kerusakan pada leher rahim yang tidak diobati.

 

8. Masalah psikologis

Efek negatif aborsi tidak hanya terjadi pada fisik, tetapi juga merasa trauma secara psikologis. Misalnya merasa bersalah, cemas, malu, stres, hingga depresi. Jika perempuan merasa tertekan, tentu dapat memberikan pengaruh terhadap kekebalan tubuh.

 

9. Kematian

Umumnya kematian akibat aborsi terjadi akibat ibu mengalami pendarahan hebat, infeksi parah, kehamilan ektopik yang tidak terdiagnosis, dan emboli paru. Maka dari itu, jika mengalami keluhan atau komplikasi setelah aborsi, lebih baik segera melakukan konsultasi dengan dokter.

 

Itulah beberapa dampak aborsi ilegal bagi kesehatan. Intinya tindakan aborsi hanya perlu dilakukan dalam kondisi genting dan dilakukan oleh tim medis bersertifikasi. Tetapi KALCare mendoakan ya semoga para ibu hamil tidak perlu melakukan tindakan aborsi dan kondisi kehamilannya tetap sehat. Karena biar bagaimanapun, kehamilan merupakan kado yang sangat berharga bagi keluarga baru.

 

Untuk itu Anda dapat mengonsumsi Prenagen Esensis untuk mendukung persiapan kehamilan yang sehat. Sebab Prenagen Esensis mengandung nutrisi lengkap gizi selama 1000 HPK (hari pertama kehidupan) dengan Formula PRENAPro untuk ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan. Dapatkan Prenagen Esensis dengan mudah di sini.

 

jaga kesehatan rahim untuk persiapan kehamilan dengan Prenagen Esensis

 

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3637272/bahaya-aborsi-ilegal-bagi-kesehatan-rahim