Ketahui 5 Fakta Kalung Anti Corona

Ketahui 5 Fakta Kalung Anti Corona

Pada awal bulan Juli, masyarakat dihebohkan dengan adanya inovasi kesehatan baru dari Kementerian Pertanian atau Kementan. Pasalnya, Kementan mengeluarkan sebuah kalung yang diberi nama kalung anti corona. Penamaan kalung ini cukup menyita perhatian publik. Karena dikhawatirkan oleh beberapa pihak, nama tersebut memiliki tafsir yang berbeda dalam masyarakat. Sehingga dianggap sebagai vaksin atau bahkan obat untuk mengatasi covid-19. Lalu sebenarnya apa manfaat dari kalung ini? Yuk ketahui lebih jelas mengenai fakta seputar kalung anti corona berikut ini.

1. Terbuat dari eucalyptus

Kalung anti corona terbuat dari bahan dasar eucalyptus yang merupakan pohon cemara yang tumbuh di Australia. Pohon eucalyptus banyak digunakan sebagai bahan untuk mengurangi gejala batuk dan pilek. Tidak hanya itu, minyak yang berasal dari pohon eucalyptus digunakan juga sebagai bahan antiseptik, parfum, kosmetik, hingga penyedap. Daun eucalyptus diketahui memiliki kandungan flavonoid dan tanin. Seperti yang Anda tahu, flavonoid merupakan antioksidan nabati, sedangkan tanin memiliki khasiat untuk mengurangi peradangan.

 

eucalyptus, tanaman herbal yang berkhasiat untuk meredakan masalah pernapasan dan kesehatan lainnya

 

2. Terdaftar oleh BPOM sebagai jamu

Menurut Kepala Balai Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian, Indi Dharmayanti, riset mengenai kalung anti corona masih panjang karena klaim antivirus belum berasal dari peneliti. Walaupun begitu, produk ini sudah mengantongi izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan status jamu. Lebih lanjut, status jamu tersebut hanya memiliki klaim untuk melegakan pernapasan, bukan menyembuhkan. Karena produk kalung ini belum melewati pengujian lanjutan seperti uji praklinis dan uji klinis.

 

3. Digunakan dengan cara dihirup

Walaupun berbentuk kalung, Anda bisa mendapatkan manfaat dari kalung dengan cara dihirup. Pengguna disarankan untuk menghirup setiap 2-3 jam sekali selama 5-15 menit. Bahan aromaterapi ini sengaja dijadikan kalung agar mudah untuk dibawa serta diaplikasikan dimana dan kapan saja.

 

4. Berkhasiat melegakan pernapasan

Seperti khasiat awal minyak kayu putih, produk kalung dari Kementan memiliki khasiat yang sama yaitu untuk mengurangi gangguan pada saluran pernapasan. Kayu putih juga memiliki manfaat sebagai pengencer dahak, pereda nyeri, pencegah mual, anti inflamasi, dan memberikan efek menenangkan. Produk ini sempat diuji kepada pasien Covid-19. Didapatkan bahwa pasien mendapat khasiat menjaga kesehatan serta meningkatkan sugesti dan kepercayaan diri untuk sembuh.  Secara spesifik, kalung ini sendiri diklaim dapat menghilangkan pusing, mual dan nyeri.

 

5. Aromaterapi yang dikemas dengan teknologi nano

Produk kalung dari Kementan merupakan sebuah kalung aromaterapi. Kalung ini didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk eucalyptus dan dikemas dalam kantong berpori. Teknologi nano membuat ukuran partikel bahan aktif menjadi sangat kecil dan luas permukaannya menjadi sangat besar. Dengan begitu luas bidang kontaknya menjadi sangat besar dan dapat menekan penggunaan bahan aktif. Maka aroma yang keluar dari produk ini akan dilepas secara lepas lambat, sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu.

 

Itulah beberapa fakta mengenai kalung kesehatan dari Kementan. Walaupun belum teruji secara klinis, temuan ini perlu diapresiasi karena dapat dijadikan sebagai inovasi tambahan untuk mengatasi pandemi covid-19 dengan menggunakan bahan herbal. Sama seperti Bejo Jahe Merah yang merupakan obat masuk angin herbal untuk meredakan masuk angin, perut kembung, pegal-pegal, sakit kepala, mual, meriang, hingga menjaga daya tahan tubuh. Anda bisa mendapatkan Bejo Jahe Merah dengan mudah di sini. Jangan lupa untuk mencoba juga Bejo Wedang Susu Jahe Merah, minuman herbal yang dapat menjaga daya tahan tubuh.

 

Bejo Jahe Merah terbuat dari bahan herbal yang dapat menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh

 

Salam,

 

KALCare

 

 

 

Sumber:

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5081422/5-fakta-kalung-anti-corona-kementan-benarkah-bisa-bunuh-virus

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200706192013-199-521535/fakta-kalung-antivirus-penangkal-corona-ala-kementan