Kenapa Mantan Penderita Covid Tidak di Vaksin?

Kenapa Mantan Penderita Covid Tidak di Vaksin?

Upaya mencegah penularan covid-19 masih terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan vaksin covid-19. Tetapi dari informasi yang beredar, bagi seseorang yang telah menderita covid-19 ternyata tidak diberikan vaksin.

 

Alasan kenapa mantan penderita covid-19 tidak divaksin

 

ketahui kenapa mantan pasien covid-19 tidak diberikan vaksin

 

Informasi ini dikatakan oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Dante Saksono Harbuwono. Menurutnya, pasien yang masih terinfeksi covid-19 tidak memerlukan suntikan vaksin. Sebab, virus covid-19 yang sudah terinfeksi akan membuat tubuh pasien membangun antibodi alami untuk melawan infeksi virus.

 

Hal serupa juga dikatakan oleh Ahli Imunologi dari Universitas Gadjah Mada, dr. Deshinta Putri Mulya, M. SC., Sp.PD, KAI(K). Menurutnya, mantan pasien covid-19 tidak perlu divaksin. Oleh karena itu, orang yang sudah pernah terinfeksi covid-19 tidak menjadi prioritas warga Negara yang menerima vaksin.

 

Pertentangan mengenai pemberian vaksin kepada mantan penderita covid-19

 

Hal yang berbeda disampaikan oleh WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia. Melalui Kepala konsultasi Imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia, Alejandro Cravioto, WHO menyarankan vaksin harus diberikan kepada semua orang. Sebab kekebalan tubuh yang terbentuk karena infeksi alami tidak bersifat permanen. Hal ini memungkinkan orang-orang yang sudah terinfeksi covid-19 pada awal tahun 2020 sudah tidak kebal terhadap virus. Sebab berdasarkan data, rata-rata imunitas hanya bertahan hingga enam bulan.

 

Epidemiology Dicky Budiman juga menyetujui anjuran vaksin pada mantan pasien covid-19. Karena masih adanya potensi reinfeksi virus corona pada mantan pasien positif. Ini berdasarkan riset yang membuktikan bahwa terdapat risiko reinfeksi pada kekebalan tubuh pasien positif covid-19 sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami. Semakin parah gejala covid-19 yang pernah dialami, maka kemungkinan orang tersebut memiliki antibodi yang kuat. Tetapi jika gejala pada pasien positif covid-19 ringan atau bahkan tidak bergejala, maka kekebalan tubuhnya juga lemah. Beliau juga menambahkan, sistem kekebalan tubuh yang didapatkan oleh mantan pasien covid juga tidak berlangsung lama, atau hanya sekitar 3 bulan. Karena itulah, mantan pasien covid-29 memerlukan vaksin.

 

Update pemberian vaksin covid-19 di Tanah Air

 

Walaupun masih menjadi perdebatan, pemberian vaksin sudah mulai dan masih dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Memang dalam praktik vaksinasi, pemerintah memberikan prioritas terhadap golongan masyarakat yang rentan terhadap penularan covid-19. Maka golongan pertama yang menerima pemberian vaksin adalah petugas kesehatan. Selanjutnya pemberian vaksin covid-19 tahap dua akan dilanjutkan kepada lansia dan petugas pelayanan publik. Pemberian vaksin ini akan dimulai di ibu kota masing-masing provinsi di Indonesia, dengan prioritas pertama pada pulau Jawa dan Bali.

 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saat ini sudah sebanyak 7 juta vaksin yang siap didistribusikan pada 34 provinsi. Pulau Jawa dan Bali mendapat proporsi kurang lebih 70% dari provinsi lain karena menjadi daerah dengan fokus utama pemberian vaksin tahap kedua. Bukan tanpa alasan, pulau Jawa dan Bali menjadi prioritas utama pemberian vaksin karena keduanya merupakan daerah dengan penularan covid-19 tertinggi di Indonesia.

 

Juru Bicara Vaksinasi covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid juga menjelaskan keterbatasan vaksin membuat kelompok usia yang berada di atas 60 tahun menjadi prioritas utama penerima vaksin. Tetapi pemerintah tetap akan memberikan vaksin kepada masyarakat walaupun secara bertahap, karena memperhatikan kelompok masyarakat yang dianggap rentan terhadap penyebaran virus covid-19.

 

Memang dalam pemberian vaksin covid-19, masyarakat juga harus tetap bersabar dan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Karena proses vaksinasi massal memang memerlukan waktu, terutama Negara juga berusaha untuk memproduksi vaksin covid-19 sendiri di Tanah Air. Untuk itu, bagi Anda yang sudah menderita covid-19 ataupun belum, tetap menjaga kesehatan ya.

 

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat agar tidak mudah terinfeksi virus, terutama covid-19. Yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat, menerapkan 5M, dan berolahraga. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen kesehatan tambahan untuk membantu upaya menjaga imunitas agar tetap kuat. Misalnya dengan mengonsumsi suplemen H2 Cordyceps Militaris.

 

jaga kesehatan selama maas pandemi dengan H2 Cordyceps Militaris

 

H2 Cordyceps Militaris merupakan suplemen yang terbuat dari ekstrak jamur cordyceps terstandar. Jamur cordyceps sendiri memiliki manfaat sebagai antioksidan yang dapat membantu mencegah tubuh dari radikal bebas. Sehingga suplemen H2 Cordyceps Militaris dapat membantu Anda dalam menjaga daya tahan tubuh, stamina, vitalitas, hingga menjaga kesehatan organ paru-paru dan ginjal. Anda hanya perlu mengonsumsi suplemen H2 Cordyceps Militaris 1-2 kali sehari untuk mendapatkan manfaatnya. Maka dari itu, langsung saja dapatkan suplemen H2 Cordyceps Militaris dengan mudah di sini. Dapatkan juga berbagai nutrisi kesehatan keluarga lainnya dari H2 Health and Happiness dengan mudah hanya di KALCare. Sebab H2 Health and Happiness menyediakan berbagai suplemen untuk menjaga kesehatan, makanan sehat, hingga suplemen kecantikan untuk menjaga Anda dan keluarga.

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

Vaksinasi Lansia, Begini Pengaturannya

https://www.ugm.ac.id/id/berita/20627-pakar-ugm-jelaskan-alasan-orang-yang-pernah-terinfeksi-covid-19-tidak-divaksin

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5333861/wamenkes-jelaskan-alasan-pasien-covid-19-tak-dapat-jatah-vaksin