Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Kesemutan: Tanda Kolesterol Tinggi

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Kesemutan: Tanda Kolesterol Tinggi

Saat kadar kolesterol tinggi, tubuh akan “membunyikan alarm” dengan cara menunjukkan beberapa gejala. Salah satunya adalah sensasi kesemutan. Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan kesemutan, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana cara mengatasinya? Mari kita simak penjabarannya berikut ini.

 

Anda mungkin sudah sering mendengar, atau bahkan mengalami sendiri sensasi seperti dikelitik atau ditusuk-tusuk kecil, yang biasanya timbul pada kaki, tangan, dan beberapa bagian tubuh lainnya, yang dikenal luas oleh masyarakat dengan istilah kesemutan. Banyak orang meremehkan gejala ini, dan beranggapan bahwa kesemutan hanya timbul akibat terlalu lama duduk dan kurang bergerak. Padalah, faktanya adalah, kesemutan merupakan sebuah pertanda awal dari berbagai macam penyakit, seperti penyakit diabetes, stroke, infeksi pada tulang belakang, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

 

Kesemutan pada umumnya terjadi karena adanya sumbatan atau pembatasan asupan aliran darah ke daerah saraf, yang sering kali terjadi pada saat kita terlalu lama duduk dengan kaki ditekuk, bersandar pada satu sisi saja, atau tidur dengan posisi yang tidak tepat. Selain itu, kesemutan bisa juga menjadi salah satu indikasi tingginya kadar kolestrol dalam darah. Mengapa demikian? Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan aliran darah menjadi kental dan kurang lancar. Jika hal ini dibiarkan, dapat menimbulkan risiko yang lebih fatal, misalnya penyakit jantung.

 

Lalu, bagaimana kita dapat mengatasi rasa kesemutan yang disebabkan oleh tingginya kadar kolestrol dalam darah? Mari Kita cek kembali pola hidup kita.

 

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah, dengan menumbuhkan kebiasaan baik untuk aktif bergerak, dan berolahraga. Anda dapat mengatasi kesemutan dengan cara berolahraga rutin, sebab olahraga dapat membantu melancarkan peredaran darah. Selain itu, olahraga dapat menurunkan kadar kolestrol jahat dalam tubuh (LDL), sekaligus meningkatkan kadar kolestrol baik (HDL).

 

Kemudian, batasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans (trans fat). Lemak jenuh umumnya berasal dari hewan, seperti kulit unggas, susu dan produk olahannya, daging merah dari sapi, kambing, domba atau babi, yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko serangan jantung, dengan menaikkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Sedangkan, lemak trans dapat menurunkan kadar kolesterol HDL yang sesungguhnya dibutuhkan untuk kesehatan jantung. Lemak trans sebagian besar berasak dari minyak yang terhidrogenisasi. Jadi, sebaiknya Anda mengurangi makanan-makanan yang diolah dengan cara digoreng, terlebih yang menggunakan minyak bekas pakai.

 

Hal lain yang harus Anda lakukan adalah, jauhi rokok dan minuman keras. Rokok juga dapat mengakibatkan penurunan kadar kolesterol HDL, sedangkan alkohol dapat merusak metabolisme vitamin B, dan menyebabkan kekurangan vitamin B1.

 

Yuk, hidup lebih sehat tanpa ancaman kolesterol tinggi. Mudah kok, hanya dibutuhkan perubahan minor pada gaya hidup Anda secara keseluruhan. Bisa, kan?

 

 

 

Salam,

KALCare