Kenali Jenis Sakit Kepala yang Perlu Anda Ketahui

Kenali Jenis Sakit Kepala yang Perlu Anda Ketahui

Ada berbagai jenis sakit kepala dengan penyebab, serta gejalanya sangat bervariasi. Kondisi ini pun umum terjadi. Gejala utama sakit kepala adalah rasa nyeri di kepala, leher, dan wajah yang terkadang berdenyut, dan terasa tajam menusuk.

 

Meskipun sakit kepala terkadang hanya berlangsung dalam waktu singkat dan jarang yang berbahaya, namun dengan mengenali jenis sakit kepala yang Anda alami dapat dengan mudah untuk mengatasinya.

 

Umumnya, sebagian besar sakit kepala dapat diatasi dengan obat penghilang rasa sakit. Namun, jika sakit kepala terjadi secara berulang, hal tersebut patut diwaspadai karena bisa jadi pertanda akan sesuatu yang lebih serius.

 

The International Classification of Headache (ICHD) mendefinisikan bahwa sakit kepala dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Berikut penjelasannya.

 

Baca juga: Benarkah Sakit Kepala Terus-menerus Tanda Kolesterol?

 

Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang tidak disebabkan oleh kondisi lain, melainkan sakit kepala tersebut yang menjadi masalah utama.

 

Sakit kepala primer umumnya tidak berbahaya dan biasanya terasa sakit di bagian, leher dan kepala. Beberapa jenis sakit kepala primer yang paling umum, antara lain:

 

  1. Sakit Kepala Sebelah (Migrain)

Migrain, atau sakit kepala sebelah biasanya akan terasa nyeri berdenyut seperti ditusuk jarum yang terjadi hanya pada satu sisi kepala saja. Terkadang pula diikuti dengan rasa mual dan muntah.

 

Migrain cenderung dapat terjadi secara berulang hingga tiga hari. Namun, ada juga yang mengalami kondisi ini seumur hidup.

 

Meskipun migrain dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa, namun kondisi ini dapat terjadi tiga kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

 

Beberapa pemicu sakit kepala sebelah, antara lain:

  • Stres dan rasa cemas
  • Gangguan tidur
  • Perubahan hormon
  • Makan tidak teratur
  • Dehidrasi
  • Efek makanan atau obat-obatan
  • Cahaya yang terang dan suara keras

 

Kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat sakit kepala sebelah, beristirahat di tempat yang tenang dan gelap, mengompres kepala dengan air dingin, dan minum air putih yang cukup.

 

Bagi penderita migrain kronis, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk perawatan yang lebih tepat.

 

Baca juga: Pandangan Sering Kabur dan Sakit Kepala? Mungkin Ini Penyebabnya

 

  1. Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)

Sakit kepala tegang merupakan sakit kepala yang paling umum kedua setelah migrain. Kondisi ini ditandai dengan nyeri seperti terikat di bagian belakang kepala, pelipis dan dahi.

 

Sakit kepala ini dapat berlangsung selama 30 menit atau bahkan berjam-jam. Pemicu sakit kepala tegang biasanya diakibatkan oleh stres, kecemasan, depresi, dehidrasi, kurang berolahraga, kurang tidur, postur tubuh yang buruk, dan makan tidak teratur.

 

Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti, paracetamol, ibuprofen, dan aspirin. Merubah gaya hidup dapat membantu mencegah sakit kepala tegang, Anda dapat mencoba beberapa kegiatan berikut.

 

  • Beristirahat yang cukup
  • Olahraga secara teratur
  • Memperbaiki postur duduk dan berdiri
  • Akupunktur
  • Melakukan pemeriksaan mata
  • Mengontrol stres

 

  1. Sakit Kepala Cluster (Cluster Headache)

Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala yang cukup parah dan dapat terjadi berulang, yang dapat terjadi enam kali lebih banyak pada pria dibanding wanita.

 

Sakit kepala ini digambarkan seperti ditusuk-tusuk jarum pada bagian belakang mata, dan bahkan terasa terbakar. Beberapa ciri-ciri lainnya, seperti:

  • Mata berair
  • Kelopak mata bengkak
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sensitif terhadap cahaya dan suara

 

Sakit kepala cluster biasanya sering menyerang secara tiba-tiba dan berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam. Penyebab sakit kepala cluster tidak diketahui, namun perokok lebih berisiko mengalaminya.

 

Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi serangan. Beberapa jenis obat yang dapat dikonsumsi seperti, topiramate, sumatriptan, verapamil, steroid, dan melakukan terapi oksigen.

 

Dalam kasus yang sangat sulit untuk diobati, dokter mungkin akan menyarankan operasi.

 

  1. Sakit Kepala Hipnik

Jenis sakit kepala ini merupakan kondisi langka yang biasanya terjadi pada usia 50-an, namun terkadang juga dapat terjadi lebih cepat.

 

Sakit kepala ini digambarkan seperti ditusuk jarum yang terasa ringan hingga sedang yang dirasakan di kedua sisi kepala dan kadang diikuti gejala lain seperti mual. Sakit kepala hipnik dapat berlangsung selama tiga jam.

 

Sakit kepala ini dapat menyerang Anda beberapa kali per minggu. Belum diketahui pemicu yang pasti sakit kepala ini. Meskipun kondisi ini tidak berbahaya, bagi orang lanjut usia yang pertama kali mengalaminya sebaiknya memeriksakannya ke dokter.

 

Beberapa pilihan pengobatan dapat Anda coba seperti, mengonsumsi kopi sebelum tidur, mengonsumsi obat indometasin, lithium, dan melatonin.

 

Sakit Kepala Sekunder

Berbeda dengan sakit kepala primer, sakit kepala sekunder disebabkan oleh beberapa kondisi yang memicu timbulnya nyeri di kepala dan leher. Sakit kepala ini jarang terjadi, namun kondisi ini lebih serius dibanding sakit kepala primer.

 

Sakit kepala sekunder bisa jadi tanda bahwa adanya kondisi serius yang terjadi pada tubuh, seperti:

  • Tumor otak
  • Aneurisma
  • Meningitis
  • Cedera leher atau otak

Jika mengalami hal tersebut, hendaklah segera memeriksakannya ke dokter.

 

Baca juga: Cara Membedakan Sakit Kepala Biasa dan Vertigo

 

Nah, itulah jenis-jenis sakit kepala yang perlu Anda ketahui. Jika mengalami salah satunya, Anda dapat melakukan penanganan awal seperti beristirahat, minum banyak air minum putih, dan mengonsumsi obat pereda nyeri saat serangan sakit kepala datang.

 

Sebagai tambahan, Anda dapat mengonsumsi suplemen Blackmores yang merupakan kombinasi vitamin, mineral dan antioksidan herbal untuk membantu memelihara kesehatan Anda.

 

Salam,

KALCare

(NA)

 

Sumber:

  • Stanford Health Care. Diakses pada 25 Agustus 2021. Types of Headache.
  • Medical News Today. Diakses pada 25 Agustus 2021. What different types of headaches are there?
  • The International Classification of Headache. Diakses pada 25 Agustus 2021. The International Classification of Headache Disorders 3rd edition.