Kapan Sebaiknya Mulai Menanamkan Ajaran Agama Pada Anak


Kapan Sebaiknya Mulai Menanamkan Ajaran Agama Pada Anak

Kapan Sebaiknya Mulai Menanamkan Ajaran Agama Pada Anak

Memperkenalkan ajaran agama pada anak adalah hal yang penting. Ini karena, ajaran agama memandu anak untuk berperilaku baik dalam menjalankan kehidupannya. Orang tua pun menjadi tenang, ketika anaknya memahami dan menerapkan ajaran agama. Meski demikian, memberikan ajaran agama pada anak bukanlah hal yang mudah. Mengajarkan agama membutuhkan keterpaduan antara pemahaman, ajaran, praktik beribadah, dan interaksi sosial.

 

Orang tua kerap bertanya-tanya, kapan sebaiknya mengajarkan agama pada anak? Pada setiap keluarga, tentunya hal ini berbeda-beda. Namun, ada satu hal yang kita pahami dari setiap tahap perkembangan anak, yaitu meniru. Pada tahap perkembangan awal, anak akan meniru lingkungan terdekatnya, yaitu orang tuanya. Pada saat anak sudah bisa menirukan orang tuanya, itulah tahap awal memperkenalkan agama.

 

Ketika orang tua beribadah, biarkan sang anak menyaksikan, kemudian orang tua bisa mulai mengatakan bahwa, apa yang sedang dilakukannya adalah beribadah kepada Tuhan. Membuat sang anak melihat bahwa orang tuanya rajin beribadah adalah contoh yang baik dan sederhana untuk memulai ajaran agama pada anak. Biarkan hal tersebut tertanam dahulu di benak si kecil. Hingga ketika masanya anak mulai kritis bertanya, orang tua pun berkewajiban untuk menjelaskan. Tentunya, gunakan bahasa yang mudah dicerna si kecil. Berikan wawasan soal ketuhanan, seperti siapa Tuhan, bagaimana kita mengenal Tuhan, dan perkenalkan sifat-sifat Tuhan dengan menggunakan penggambaran alam.

 

Ketika anak sudah bisa menyerap lebih banyak hal, ajaklah ia untuk melakukan ibadah bersama. Jika memungkinkan, ajak anak pergi bersama ke tempat ibadah. Ini adalah tahap mengenalkan anak pada agama yang berikutnya. Ajarkan doa-doa, dan perkenalkan dengan kisah-kisah agama dengan menggunakan media seperti buku bergambar atau video. Ajak anak untuk mengobrol soal kebahagiaan dan kesedihan yang didapat, dan dikaitkan dengan kekuasaan Tuhan.

 

Memasuki usia sekolah dasar, anak sudah mulai mengetahui dan memahami apa yang diperintahkan, dan apa yang dilarang. Pada tahap inilah, orang tua mengajarkan ajaran agama pada anak dengan lebih serius. Ini terkait lingkungan interaksi anak yang semakin meluas, di mana orang tua akan mulai berbenturan dengan pertanyaan dan konsep-konsep baru yang didapat anak dari lingkungan luar. Peringatkan anak untuk selalu mengingat ajaran agama, dengan cara mengajaknya untuk beribadah bersama-sama, dan tentunya yang paling penting adalah, tanamkan perilaku baik sebagai inti dari ajaran agama.

 

Salam,

KALBE e-Store