Jika Diare Berkepanjangan


Jika Diare Berkepanjangan

Jika Diare Berkepanjangan

Anda mengalami diare berkepanjangan hingga lebih dari 2 minggu? Waspadalah, siapa tahu Anda sedang terkena diare akut atau diare kronis. Kenali gejalanya, serta langkah yang harus diambil

 

Diare memang tergolong penyakit yang bisa menimpa setiap orang, tidak berdampak serius, serta akan hilang dalam beberapa hari dengan penanganan yang tepat. Namun, pada kasus-kasus tertentu, diare bisa berlangsung dengan durasi yang cukup lama, yakni kurang lebih 2-4 minggu, dan disebut juga diare akut. Sementara, diare berkepanjangan, bahkan lebih hingga 4 minggu, disebut diare kronis.

 

Diare akut merupakan salah satu jenis diare yang patut diwaspadai. Gangguan cerna ini adalah jenis penyakit nomor dua yang paling banyak dilaporkan di AS, hanya satu peringkat di bawah infeksi pernafasan. Sementara di dunia, diare akut adalah penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di bawah usia 4 tahun, terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan yang paling umum adalah, karena infeksi bakteri, virus dan kuman. Infeksi ini dapat menular melalui kontak lewat makanan, maupun air yang tak bersih. Penyebab diare akut lainnya – walaupun jarang, misalnya efek samping obat-obatan, alkohol, hingga pengaruh psikologi seperti stress dan rasa cemas yang berlebihan.

 

Salah satu bahaya terbesar yang ditimbulkan oleh diare jenis ini adalah dehidrasi parah, akibat hilangnya cairan tubuh secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Oleh karenanya, jika menderita diare akut atau berkepanjangan, Anda disarankan untuk:

 

Menjaga hidrasi tubuh, dengan cara banyak minum air putih dan minuman rehidrasi yang mengandung elektrolit. Setiap kali Anda ke toilet, segera ganti cairan yang hilang dengan minum sebanyak kurang lebih 200 ml. Jika Anda mengalami muntah-muntah, tunggu selama 5-10 menit, lalu mulailah untuk minum secara perlahan. Segera menghubungi dokter jika Anda merasakan gejala dehidrasi dan butuh intervensi medis untuk memasukkan cairan ke dalam tubuh.

 

Makanlah seperti biasa. Anda harus tetap mengonsumsi makanan, namun dalam porsi yang tidak terlalu banyak. Pilih makanan yang mengandung pectin, yakni serat larut air yang  berfungsi menyerap kelebihan cairan dalam usus, dan memperlambat pergerakan feses. Pectin bisa didapat pada pisang, nasi dan toast. Hindari makanan yang berlemak, pedas maupun asam untuk sementara waktu.

 

Konsumsi obat diare yang aman dan efektif. Namun, jika diare tak juga reda setelah beberapa hari, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, misalnya dengan pemberian antibiotik apabila diare akut yang Anda alami disebabkan oleh bakteri, dan sebagainya.

 

 

 

Salam,

KALBE e-Store