Jika Anak Uring-Uringan Stabilkan Mood Anak dengan Cara Ini


Jika Anak Uring-Uringan Stabilkan Mood Anak dengan Cara Ini

Jika Anak Uring-Uringan Stabilkan Mood Anak dengan Cara Ini

Suasana hati atau mood anak sangat mempengaruhi aktivitasnya, dan juga aktivitas kita sebagai orang tuanya. Jika memiliki anak yang uring-uringan, sering marah, suka merengek-rengek, atau bahkan mengamuk, tentu saja sangat melelahkan dan membuat kita pun merasa kerepotan. Aktivitas kita bisa jadi terganggu, dan tentunya ini akan menyita tenaga kita, dan tenaga si kecil juga.

 

Ray Levy, psikolog klinis dari Dallas, yang turut serta dalam proyek pembuatan buku Try and Make Me! Simple Strategies That Turn Off the Tantrums and Create Cooperation, mengatakan bahwa, anak-anak memang belum memiliki kemampuan untuk mengatasi masalahnya, sehingga uring-uringan adalah ekspresi mereka saat menghadapi masalah.

 

Pertanyaannya sekarang, apa sih yang menjadi masalah anak? Jangan berpikir hal-hal yang berat, seperti konflik politik dunia atau epidemi kesehata. Bagi anak-anak, tidak mendapatkan apa yang diinginkannya saja sudah menjadi masalah besar. Oleh karena itulah, memahami apa yang diinginkan si kecil menjadi hal penting untuk bisa menjalin komunikasi dengan lebih baik dengannya.

 

Bukan hal mudah untuk bisa menstabilkan mood anak. Namun, tidak ada salahnya Anda mencoba cara-cara berikut:

 

  • Kenali anak. Dalam artian, kemarahannya disebabkan karena faktor apa; apakah karena faktor di dalam rumah, atau ketidakmampuan anak berinteraksi dengan faktor luar.

 

  • Anak harus cukup tidur, karena rasa kantuk dan kelelalahan dapat menjadi pemicu sikap uring-uringannya.

 

  • Jika anak mulai uring-uringan, jangan beri perhatian besar. Percayalah, anak justru akan berhenti ngambek, ketika apa yang dilakukannya tidak ditanggapi oleh orang-orang di sekitarnya.

 

  • Beri anak ruang untuk berekspresi. Biarkan ia marah selama tidak merugikan orang-orang di sekitarnya. Namun, berikan ia penjelasan dengan empati mengenai apa akibat dari sifat uring-uringannya tersebut.

 

  • Alihkan perhatian anak ketika ia mulai uring-uringan, misalnya pindahkan ia ke lokasi lain. Ini bisa memecah perhatiannya, dan membuatnya sibuk dengan hal lain.

 

  • Berikan ia pelukan erat untuk memberi pesan bahwa, ia bisa saja marah, namun orang tuannya akan selalu ada untuknya.

 

  • Berbicaralah secara pelan. Jangan ikuti permainan uring-uringannya. Anak akan melihat bahwa, kita tidak terpengaruh akan perilakunya, dan episode uring-uringannya akan reda dengan sendirinya.

 

  • Tertawalah ketika dia marah atau mengambek. Ini menunjukkan bahwa, orang tua bisa menangani situasi tanpa harus terpancing emosi.

 

  • Alihkan dengan memberi makanan dan minuman yang bergizi, karena bisa jadi anak marah karena ia merasa lelah dan lapar.

 

Yang terpenting adalah, jangan pernah menyerah menghadapi sikap uring-uringan atau perubahan mood anak. Upayakan menciptakan hubungan yang akrab denganya. Anak yang merasa terhubung dengan orang tuanya tentunya bisa lebih bijak dalam mengekspresikan amarahnya.

 

Salam,

KALBE e-Store