Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama Stroke

Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama Stroke

Stroke adalah kondisi saat tubuh seseorang mengalami penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Terjadi tiba-tiba, serangan ini membuat orang yang berada di sekitar penderita bingung tidak tahu harus berbuat apa. Padahal stroke adalah kondisi gawat darurat yang harus ditangani dengan cepat dan tepat.

Maka dari itu, bila stroke menyerang anggota keluarga atau seseorang yang berada di dekat anda, jangan panik, sebab kepanikan anda dapat membuat penderita semakin cemas. Ada dua hal yang harus Anda lakukan saat menghadapi hal tersebut, yang pertama adalah memastikan bahwa penderita memang benar terserang stroke, dan yang kedua adalah memberi pertolongan pertama pada penderita stroke. Berikut penjelasannya:

Pastikan gejala penderita stroke dengan Metode F.A.S.T

gejala-penderita-stroke-dengan-Metode-F.A.S.T

Gejala stroke yang muncul terkadang ringan dan menyerupai penyakit lain. Hal itu menyebabkan gejala penyakit sering diabaikan dan terlambat mendapat penanganan. Agar risiko dari penyakit ini berkurang, kenali dengan segera gejala stroke pada seseorang dengan metode F.A.S.T yang dilansir dari American Stroke Association yaitu Face (wajah), Arm (lengan), Speech (bicara), Time (waktu), yang diuraikan sebagai berikut ini:

1. Face

Cara memastikan tanda stroke pertama adalah pada wajah. saat muncul gejala mirip stroke, coba perhatikan area wajah orang tersebut. Cari tahu perubahan yang terjadi, apakah ia mengalami kesulitan untuk menggerakkan bagian wajah. Jika tidak terlihat, kamu bisa coba meminta orang tersebut untuk tersenyum, kemudian perhatikan apakah saat tersenyum wajah tampak simetris atau tidak. Jika salah satu bagian wajah tertinggal atau jatuh saat tersenyum, bisa jadi orang tersebut mengalami serangan stroke.

2. Arm

Cara yang kedua adalah dengan meminta penderita mengangkat kedua lengan lurus ke depan, apakah ia dapat menahannya selama beberapa detik atau tidak. Apabila salah satu lengan tampak turun, kemungkinan itu benar gejala stroke, yaitu mengalami kelemahan pada tangan atau kaki di salah satu sisi tubuh. Tujuannya untuk melihat kemungkinan terjadi kelumpuhan sensor motorik. Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua lengan lurus ke depan, pertahankan posisi tersebut selama beberapa detik. Jika ia merasa kesulitan atau tidak bisa mengangkat tangan, bisa jadi itu adalah gejala stroke. 

3. Speech

Cara ketiga adalah dengan mengetes cara bicara penderita. Perhatikan juga bagaimana cara dia berbicara. Anda bisa coba meminta orang tersebut mengucapkan kalimat yang mengandung huruf “R”. 

4. Time

Yang patut disadari saat menanggulangi serangan stroke adalah betapa berharganya waktu. Bila salah satu dari ketiga tanda di atas terjadi, Anda harus segera membawa penderita ke UGD (Unit Gawat Darurat) rumah sakit terdekat. Jangan menunda meminta bantuan medis, sebab setiap detik amat berharga bagi penderita stroke.

Segera hubungi nomor darurat atau ambulans

Jika sudah berhasil mengidentifikasi serangan stroke yang terjadi pada orang lain, sebaiknya segera cari bantuan medis dengan menghubungi nomor darurat atau ambulans. 

Membawa pasien stroke langsung ke rumah sakit bisa saja dilakukan sebagai pertolongan pertama pada gejala stroke, tetapi apabila ini dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis dapat berisiko membahayakan kondisi pasien stroke. 

Kenali gejala stroke yang mungkin muncul

Kenali-gejala-stroke-yang-muncul

Pertolongan pertama pada gejala stroke mungkin tidak bisa dilakukan tanpa mengenali terlebih dahulu seperti apa gejala stroke. Beberapa gejala stroke yang umum dialami oleh penderita stroke, antara lain: 

  • Mual
  • Pusing
  • Sakit kepala secara tiba-tiba
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan berbicara
  • Salah satu sisi tubuh mengalami pelemahan atau kelumpuhan
  • Mengalami gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata
  • Mengalami mati rasa pada bagian wajah, tangan, dan kaki, terutama pada salah satu sisi 
  • Merasa kebingungan
  • Kehilangan keseimbangan atau kesadaran 

Buat Penderita Merasa Nyaman 

Buat-Penderita-Nyaman-pertolongan-pertama-stroke

Penting untuk diingat, meski gejala stroke yang dialami penderita masih terhitung ringan, tetap saja tidak boleh diabaikan. Ketika keluarga atau orang terdekat Anda mengalami gejala stroke, segera cari pertolongan medis dan jangan biarkan diri Anda ikut panik. Saat menunggu pertolongan medis, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menolong penderita stroke agar tidak mengalami keadaan yang lebih parah. Sembari menunggu bantuan medis datang, Anda pun dapat melakukan hal-hal berikut ini untuk membuat penderita stroke lebih nyaman:

1. Menidurkan penderita dengan sudut kepala 30 derajat.

Posisi demikian membuat penderita lebih nyaman karena bisa melancarkan sirkulasi darah di tubuh penderita. Idealnya pasien dibaringkan pada satu sisi dengan kepala sedikit diangkat dan diganjal. Hal ini untuk memudahkan jika mereka tiba-tiba muntah agar mereka tidak tersedak. Selain itu, berikan mereka juga selimut agar mereka tetap hangat. Apabila penderita haus, Anda bisa memberinya minum dengan sendok.

2. Menenangkan dengan kata-kata dalam suasana santai.

Berusahalah membuat penderita rileks dengan mengajak penderita bicara. Ungkapkan bahwa mereka dapat melalui semua ini. Maka dari itu, Anda tidak boleh panik agar dapat menenangkan penderita.

3. Periksa respon penderita

Selama perjalanan ke rumah sakit, ada kemungkinan banyak waktu terbuang akibat macet. Anda harus mengecek respon penderita dengan seksama dari waktu ke waktu, apakah ada penurunan atau perubahan. Misalnya awalnya dapat menggaruk, lalu setengah jam kemudian tidak bisa lagi. Hal ini penting untuk dilaporkan kepada petugas medis nantinya.

Hindari Mitos Menusuk Jari Penderita dengan Jarum

Hindari menusuk-nusuk jari pasien dengan jarum karena stroke tidak bisa sembuh dengan cara ini. Respons nyeri akibat jari ditusuk justru bisa membuat tekanan darah pasien mendadak tinggi dan memperburuk kondisi stroke. Cara ini juga berisiko tinggi karena jarum bisa jadi tidak steril.

Untuk kasus stroke, akan lebih baik jika Anda memanggil ambulans karena bantuan medis yang cepat oleh paramedis selama perjalanan akan membantu mengurangi risiko gangguan otak yang lebih buruk. Perlu diketahui bahwa dalam rentang waktu dari serangan tiba-tiba hingga diberikan tindakan di rumah sakit, tidak boleh berjalan lebih dari 4,5 jam. Periode ini disebut sebagai golden period untuk menyelamatkan pasien dari kelumpuhan total setelah serangan stroke mendadak. Jika lebih dari 4,5 jam maka kelumpuhan dan kerusakan otak akibat stroke tidak dapat dikembalikan. 

Penderita dapat juga mengalami muntah atau mata gelap sebelah. Jika penderita muntah, besar kemungkinan pembuluh darahnya pecah. Bila matanya gelap sebelah, bisa jadi merupakan penyumbatan pembuluh darah di dekat mata.

Rekomendasi Susu dengan Protein Tinggi

Peptisol-Coklat

Dengan mengetahui penanganan pertama pada serangan stroke, diharapkan Anda dapat membantu penderita mengatasi masa kritis tersebut. Selama proses pemulihan pasca stroke pun, Anda dapat memberi pasien makanan diet khusus berprotein tinggi, seperti Peptisol dari Kalbe. Protein pada Peptisol mudah dicerna dan rendah residu (95% pasti terserap tubuh), sehingga dapat memenuhi nutrisi pasien dengan lebih baik. Dapatkan produk Peptisol dengan mudah  Klik di sini untuk mendapatkannya. Jangan lewatkan berbagai informasi dan promo menarik khusus produk Peptisol melalui WhatsApp KALCare atau Telegram KALCare. Nikmati juga berbagai keuntungan berbelanja di KALCare seperti promo menarik, point reward, serta informasi kesehatan terkini melalui artikel atau kulwap bersama pakar yang bisa Anda ikuti di Instagram maupun Facebook KALCare.

 

Salam,

 

KALCare

 

Sumber: 

Heart.org. Diakses pada 10 Juni 2021. SPOT A STROKE F.A.S.T.

5 Langkah Pertolongan Pertama pada Gejala Stroke. Diakses pada 10 Juni 2021. https://www.sehatq.com/artikel/langkah-pertolongan-pertama-pada-gejala-stroke