Ini Cara Perawatan Tali Pusat Bayi yang Baru Lahir

Ini Cara Perawatan Tali Pusat Bayi yang Baru Lahir

Merawat bayi yang baru lahir akan memberikan pengalaman baru bagi seorang ibu. Apalagi jika Si Kecil merupakan anak pertama. Sehingga ibu perlu mempelajari cara-cara khusus untuk merawat bayi, salah satunya cara untuk merawat tali pusat pada bayi yang baru lahir.

 

ketahui cara yang tepat merawat tali pusat bayi yang baru lahir

 

Ketika masih berada dalam kandungan, Si Kecil akan mendapatkan gizi dan oksigen dari dalam darah ibu melalui plasenta yang tersambung oleh tali pusat. Rata-rata tali pusat memiliki panjang sekitar 60-70 cm. Namun setelah lahir, bayi tidak memerlukan tali pusat lagi. Sebab kebutuhan oksigen bisa didapatkan langsung olehnya. Sedangkan kebutuhan nutrisi Si Kecil sudah bisa disediakan langsung oleh Ibu melalui pemberian ASI dan makanan lainnya sesuai umur anak.

 

Saat lahir, dokter atau bidan yang membantu persalinan akan memotong tali pusat yang masih terhubung dengan ibu sekitar 2-3 cm. Setelah itu, tali pusat akan puput atau lepas umumnya dalam satu minggu kehidupan, namun dalam beberapa kasus dapat terjadi lebih lama atau sekitar 10-14 hari setelah bayi lahir. Tali pusat akan mengering dengan sendirinya terlepas dari tubuh bayi. Hal ini juga membuat orang tua tidak perlu memaksakan melepas tali pusat bayi karena menyebabkan perdarahan dan adanya risiko infeksi. Selain itu, orang tua juga perlu mengetahui cara yang tepat untuk merawat tali pusat berikut:

1. Memastikan tangan orang tua tetap bersih

Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, pastikan tangan Anda senantiasa bersih. Cucilah tangan Anda terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun antiseptik ketika akan membersihkan tali pusat. Hal ini penting karena tali pusat bayi masih sangat sensitif. Dengan mencuci tangan Anda dapat menghindari kuman-kuman yang ada pada tangan agar tidak masuk ke tubuh bayi melalui luka di tali pusat.

 

2. Menjaga kebersihan tali pusat

Langkah selanjutnya adalah menjaga kebersihan tali pusat bayi. Saat memandikan bayi, Anda dapat menggunakan waslap untuk membasuh seluruh tubuhnya. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air terlalu banyak dan menjaganya agar tetap kering. Jika saat memandikan bayi tali pusat terkena air, segera keringkan dengan menggunakan kain kasa atau cotton bud yang steril. Caranya dengan menggulirkan cotton bud ke kanan dan kiri di atas tali pusat bayi secara perlahan, agar cairan pada tali pusat dapat menempel pada ujung kapas. Lalu keringkan tali pusat agar tidak terjadi infeksi akibat lembap atau kuman yang menempel. Anda tidak disarankan membersihkan tali pusat menggunakan kapas, karen khawatir serabut-serabut pada kapas menempel pada tali pusat. Karena serabut kapas yang menempel akan sulit dibersihkan karena kondisi pusat yang juga masih basah. Lalu Anda diperkenankan memandikan bayi dengan cara merendam setelah tali pusat benar-benar putus dan kering.

 

3. Menjaga tali pusat tetap kering

Agar cepat kering dan lepas, sebaiknya tali pusat tidak dibungkus dengan apapun. Tujuannya agar udara dapat masuk dan akhirnya tali pusat akan mengering dengan sendirinya, lalu terlepas. Penggunaan popok juga perlu diperhatikan. Sebaiknya jangan memakaikan popok menutupi tali pusat bayi. Gunakan popok di bawah tali pusat bayi. Selain itu hindari penggunaan baju yang ketat, dan memilih baju yang sedikit longgar agar tidak mengganggu tali pusat yang belum kering.

 

4. Hindari penggunaan obat atau salep tertentu, kecuali dengan saran dokter

Anda sebaiknya tidak mencoba menggunakan salep atau obat luar untuk pusat bayi, yang bertujuan untuk membuatnya menjadi lebih cepat kering. Sebab pemberian apapun tanpa saran dan resep dari dokter dapat memberikan efek negatif atau bahkan membahayakan bayi. Misalnya seperti infeksi hingga perdarahan. Ingat juga untuk tidak memberikan minyak, bedak, atau jamu-jamuan tertentu karena akan membuat tali pusat menjadi basah dan lembab.

 

5. Jangan memaksa tali pusat terlepas dengan cara ditarik

Terakhir, biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya. Jangan pernah mencoba untuk menarik tali pusat bayi. Jika dipaksa, bayi akan merasa kesakitan dan menangis.

Tanda-tanda tali pusat yang terinfeksi

 

Selain mengetahui cara perawatan tali pusat, Anda perlu tahu juga pertanda infeksi pada tali pusat. Gejala dan tanda umum infeksi pada tali pusat antara lain tercium bau pada tali pusat, terlihat nanah, tampak kemerahan pada kulit di sekeliling tali pusat, rasa nyeri yang membuat bayi menangis saat diberi tekanan kecil pada sekitar pusat, dan demam. Apabila Anda menemukan gejala tersebut, langkah pertama adalah membersihkan ujung tali pusat dengan menggunakan alkohol swab 70%. Berikan ASI selama bayi sadar, dan segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

 

Itulah penjelasan mengenai perawatan tali pusat pada bayi yang baru lahir. Ingat ya, ibu tetap harus memberikan nutrisi yang seimbang melalui ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Untuk mendukung produksi ASI, Anda dapat mengonsumsi Osfit Platinum yang merupakan suplemen ibu hamil dan menyusui. Klik di sini untuk mendapatkan Osfit Platinum dengan mudah.

 

dukung pemberian ASI dengan Osfit Platinum

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-tali-pusat-bayi-baru-lahir