Ingin Menunda Kehamilan? Pilih Alat Kontrasepsi yang Tepat


Ingin Menunda Kehamilan? Pilih Alat Kontrasepsi yang Tepat

Ingin Menunda Kehamilan? Pilih Alat Kontrasepsi yang Tepat

Memilih alat kontrasepsi yang tepat bagi Anda dan pasangan memang bukan perkara yang mudah. Ya, mungkin Anda sudah mengumpulkan berbagai masukan dan saran dari keluarga dan teman-teman mengenai alat kontrasepsi yang baik. Namun, yang perlu Anda sadari adalah, meskipun semua alat kontrasepsi sudah teruji secara klinis, akan tetapi kecocokannya pada setiap orang berbeda-beda. Misalnya, bagi teman Anda, pil KB adalah pilihan yang tepat. Namun, belum tentu demikian halnya bagi Anda.

 

Nah, agar lebih mudah memahami alat kontrasepsi yang terbaik bagi Anda dan pasangan, kami sarankan Anda untuk membaca panduan berikut ini:

 

1) Anda harus menyesuaikan kondisi Anda dan pasangan sebelum memilih kontrasepsi yang tepat. Misalnya, jika Anda atau suami sering berpergian, dan tidak terlalu sering berhubungan intim, sebaiknya gunakan kontrasepsi seperti kondom. Selain praktis, kondom juga tidak perlu digunakan secara rutin, dan penggunaannya sebatas permukaan tubuh saja, berbeda dengan pil KB yang perlu diminum, atau suntikan yang harus diinjeksikan ke dalam tubuh.

 

2) Dalam menggunakan kontrasepsi, setiap wanita harus dalam keadaan tidak hamil. Penggunaan kontrasepsi biasanya dimulai ketika wanita menstruasi atau sampai hari kelima menstruasi. Jika belum mendapatkan menstruasi, sebaiknya tunggu sampai menstruasi datang. Hal ini dilakukan karena, pada saat menstruasi, sudah pasti wanita sedang tidak hamil.

 

3) Anda perlu menyadari kebiasaan Anda sendiri terlebih dulu. Jika Anda seorang pelupa atau ceroboh, misalnya, sebaiknya jangan menggunakan pil KB, karena jika Anda lupa meminum pil tersebut, maka timbul kemungkinan hamil sebesar 4%. Jika lupa meminum selama dua hari, maka risiko hamil meningkat menjadi 16%, dan begitu seterusnya.

 

4) Ibu menyusui harus lebih cermat memilih metode kontrasepsi. Sebaiknya, hindari pil atau suntik KB, karena mengandung estrogen yang dapat menurunkan kualitas ASI. Pilih metode kontrasepsi yang tidak mempengaruhi produksi ASI, seperti spiral, kondom, metode kalender, dan senggama terputus.

 

5) Jika pernah atau sedang mengalami infeksi pada saluran reproduksi, maka pemakaian kontrasepsi di dalam saluran rahim sebaiknya dihindari, dan menunggu hinga infeksi sembuh. Bila sedang dalam masa pengobatan, sebaiknya Anda menunda hubungan intim dengan pasangan untuk sementara waktu, atau gunakan kondom untuk menghindari infeksi menular.

 

Jika Anda ragu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda. Semoga Anda dan pasangan semakin bijak, dan paham dalam memilih alat kontrasepsi terbaik, ya.

 

 

 

Salam,

KALBE e-Store