Hand Sanitizer atau Sabun, Mana yang Efektif Membunuh Kuman?

Hand Sanitizer atau Sabun, Mana yang Efektif Membunuh Kuman?

Hingga saat ini 27 orang di Indonesia positif terjangkit virus corona. Hal tersebut diumumkan secara resmi oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. Hal ini dikarenakan, korban mengakui bahwa ia sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.Kemudian korban ini  melakukan kontak dengan warga Indonesia lainnya.

 

 

 

 

 

 

Kini, berbagai himbauan untuk antisipasi virus banyak diinformasikan. Mulai dari anjuran untuk menggunakan masker, menjaga kesehatan tubuh, menutup mulut saat bersin dan batuk, hingga rutin mencuci tangan. Biasanya, penggunaan agar lebih praktis dalam mencuci tangan, hand sanitizer atau gel pembersih tangan menjadi pilihan karena dianggap praktis. Namun, apakah benar hand sanitizer bisa untuk membunuh kuman?

 

Dosen Mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak, Rahmawati,membuat penelitian. Hasilnya ternyata mencuci tangan dengan sabun tetap menjadi metode membersihkan kuman, bakteri dan virus dari tangan yang paling efektif. Meski begitu, hand sanitizer dapat dijadikan alternatif untuk membersihkan tangan saat tidak bisa mencuci tangan. Rahmawati juga mengatakan hand sanitizer yang digunakan memiliki kadar alkohol di atas 60 persen sudah memberikan manfaat proteksi terhadap bakteri. Namun, hand sanitizer dengan kadar alkohol di bawah 60 persen, tidak akan memberikan manfaat proteksi terhadap bakteri, kuman, dan virus.

Meskipun banyak dipercayai mampu membunuh 99,9 persen bakteri dalam waktu singkat, ternyata tidak semua jenis kuman dan bakteri bisa hilang dengan gel pembersih tangan. Manfaat hand sanitizer juga tidak efektif jika tangan Anda dalam kondisi sangat kotor atau berminyak. Kandungan gelnya hanya berfungsi untuk membunuh bakteri, namun tidak membersihkan tangan Anda dari kotoran atau bahan kimia. Jadi Rahmawati memberikan pernyataan bahwa hand sanitizer bukanlah solusi jangka panjang untuk mencegah penularan penyakit.

Rahmawati juga mengatakan, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir sudah merupakan langkah yang tepat untuk membersihkan tangan. Apalagi, di tengah maraknya virus corona saat ini. Jadi untuk saat ini, hand sanitizer tidak dapat direkomendasikan untuk membersihkan tangan secara instan hanya demi mendapatkan kondisi sanitasi yang layak.

  

Informan lainnya, dr. Kanya Fidzuno mengatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dengan formulasi khusus akan lebih ampuh membunuh kuman. Dengan cara menggosokkan sabun ke kulit, kuman akan lebih mudah mati. Lalu pembilasan dengan air dapat membuat kuman terbuang sehingga tangan menjadi benar-benar bersih. Mencuci tangan dengan sabun juga harus dilakukan dengan benar. Mulai dari menggosok telapak tangan, punggung telapak tangan, sela-sela jari, dan kuku. Sedangkan hand sanitizer hanya digunakan untuk pencegahan awal dalam rangka mengurangi kemampuan virus untuk memperbanyak diri.

Itulah penjelasan efektivitas membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun untuk membunuh virus, termasuk corona. Tidak hanya menjaga kebersihan, Anda pun juga harus menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit dan mencegah virus corona. Anda bisa mengonsumsi suplemen Prove-C untuk menjaga daya tahan tubuh Anda. Karena Prove-C  mengandung vitamin C yang dikombinasikan dengan Citrus bioflavonoid sebagai antioksidan. Antioksidan inilah yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan sintesis kolagen pada tubuh Anda.

 

 

 

 

 

 

Yuk, langsung saja dibeli Prove-C di KALCare, toko online terpercaya yang menjual suplemen makanan & vitamin dewasa. Yuk langsung saja klik di sini untuk mendapatkan Prove-C, karena KALCare menjual suplemen makanan & vitamin dewasa terbaik online.

 

Salam,

 

KALCare

 

Sumber:

 

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191015202352-255-439781/beda-efektivitas-sabun-dan-hand-sanitizer-untuk-bunuh-kuman

https://www.liputan6.com/news/read/4198776/kenapa-orang-terjangkit-virus-corona-di-luar-negeri-bisa-masuk-indonesia