Fams, Ini Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan yang Dibakar


Fams, Ini Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan yang Dibakar

Fams, Ini Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan yang Dibakar

Perayaan tahun baru biasanya identik dengan kumpul bersama keluarga sambil membakar makanan untuk disantap bersama. Ada banyak pilihan makanan yang bisa dibakar untuk menyambut tahun baru. Seperti ikan, ayam, daging sapi, sosis, bakso, hingga jagung.

 

5 bahaya mengonsumsi makanan yang dibakar

 

Menyajikan berbagai jenis makanan dengan cara dibakar memang dapat memberikan rasa yang nikmat dengan aroma khas bakaran yang unik. Tetapi, makanan yang dibakar sebenarnya tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Karena dibalik itu, terdapat efek samping bagi kesehatan. Berikut merupakan bahaya bagi tubuh akibat terlalu sering mengonsumsi makanan yang dibakar.

 

1. Memicu penyakit kanker

Bahaya terlalu sering mengonsumsi makanan yang dibakar pertama adalah memicu penyakit kanker. Menurut Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, kandungan protein pada ayam, ikan, dan daging dapat bereaksi dengan suhu tinggi dari pembakaran. Kondisi ini dapat membentuk senyawa karsinogenik yang dapat merusak komposisi DNA di dalam gen manusia, sehingga memicu perkembangan sel kanker. Ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pembentukan senyawa karsinogenik. Yaitu dengan merendam daging dalam bumbu tradisional dan alami, serta menghindari proses masak dalam jangka waktu yang lama pada suhu tinggi.

 

2. Menghilangkan kandungan gizi alami dalam makanan

Semua jenis daging sebenarnya mengandung protein yang baik bagi kesehatan tubuh Anda. nutrisi ini berperan sebagai sumber energi dan memperbaiki jaringan tubuh. Tetapi, pengolahan daging dengan cara dibakar pada suhu yang tinggi dapat menghilangkan kandungan protein tersebut. Agar Anda tetap mendapatkan protein dari daging, sebaiknya bakar dengan suhu yang rendah atau menggunakan api kecil. Pembakaran cara ini memang membutuhkan waktu yang lama. Tetapi cara ini juga dapat membuat seluruh bagian daging matang secara merata tanpa menghilangkan semua kandungan protein.

 

3. Memicu asam lambung

Menikmati makanan yang dibakar ternyata memberikan beban lho bagi lambung. Sebab kinerja lambung menjadi lebih berat ketika mencerna makanan yang dibakar. Sehingga meningkatkan asam lambung. Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki penyakit asam lambung tidak disarankan mengomsumsi makanan yang dibakar terlalu sering. Jika asam lambung sudah terlanjur naik karena mengonsumsi makanan bakar, Anda dapat mengatasinya dengan suplemen H2 Zativa. Segera dapatkan H2 Zativa dengan mudah di sini.

 

cegah maag akibat terlalu sering mengonsumsi makanan dibakar dengan H2 Zativa

 

4. Meningkatkan risiko darah tinggi

Menurut Everyday Health, mengonsumsi daging sapi, ayam, atau ikan yang dipanggang atau dibakar pada suhu tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi. Hal ini berdasarkan penelitian pada 2018 oleh American Heart Association Epidemiology and Prevention-Lifestyle and Cardiometabolic Health. Sehingga bagi Anda yang sudah memiliki riwayat hipertensi tidak dianjurkan terlalu sering mengonsumsi makanan yang dibakar.

 

5. Memicu penyakit diabetes melitus

Bahaya terakhir akibat terlalu sering mengonsumsi makanan yang dibakar adalah memicu penyakit diabetes melitus tipe 2. Makan yang dibakar atau dipanggang dapat menghasilkan zat advance glycation end products atau AGEs. Peningkatan AGEs ini terkait dengan resistansi insulin, stres pada sel-sel tubuh, dan peradangan. Kondisi ini dapat memicu risiko diabetes tipe 2. Sehingga dapat memberikan masalah kesehatan yang serius pada organ jantung, mata, ginjal, serta yang lainnya.

 

Itulah bahaya yang didapatkan oleh tubuh jika Anda terlalu sering mengonsumsi makanan yang dibakar. Jadi tahun baru ini, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang dibakar secukupnya saja ya. Jangan lupa bagi Anda yang memiliki riwayat maag atau gangguan pencernaan, sediakan H2 Zativa di rumah dari sekarang ya!

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://health.kompas.com/read/2020/08/31/150200868/6-bahaya-terlalu-sering-makan-makanan-yang-dibakar?page=all