Donor Darah Di Tengah Pandemi, Amankah?


Donor Darah Di Tengah Pandemi, Amankah?

Donor Darah Di Tengah Pandemi, Amankah?

Seperti yang diketahui, pandemi covid-19 masih terjadi pada sejumlah Negara, termasuk Indonesia. Penyebaran covid-19 sendiri dapat terjadi melalui percikan air liur atau droplet yang dikeluarkan oleh individu yang positif terinfeksi ketika bersin atau batuk. Virus ini juga dapat menginfeksi seseorang jika menyentuh barang atau benda yang sudah terkontaminasi oleh virus, lalu selanjutnya menyentuh hidung, mulut, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

 

Melihat penyebaran covid-19 melalui cairan tentu membuat Anda bertanya-tanya apakah darah juga dapat membawa virus ini? Hingga saat ini belum ada penelitian yang menemukan bahwa covid-19 bisa menyebar melalui darah. Sehingga kegiatan seperti donor darah atau transfusi darah masih bisa, bahkan penting untuk tetap dilakukan.

 

Pentingnya protokol kesehatan selama donor darah

 

kegiatan donor darah selama pandemi covid-19

 

Menurut Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, pelaksanaan donor darah di tengah pandemi covid-19 adalah kegiatan yang sangat mulia dan luhur. Tetapi memang semua pihak yang terlibat dalam kegiatan donor darah harus menerapkan protokol kesehatan. Baik untuk petugas maupun pendonor. Mulai dari pemeriksaan suhu badan sebelum berdonasi, mencuci tangan, wawancara terkait kemungkinan tertular covid-19, pemeriksaan fisik, physical distancing selama donor darah, hingga penyemprotan disinfektan secara berkala. Berikut merupakan persyaratan donor darah selama pandemi covid:

  1. Sehat jasmani dan rohani.
  2. Berusia 17-65 tahun.
  3. Memiliki berat badan minimal 45 kg.
  4. Memiliki tekanan darah dalam batas tekanan sistolik 100-170 mmHg dan diastolik 70-100 mmHg.
  5. Kadar Hb normal antara 12,5-17,0 g%.
  6. Tidak mendonorkan darah dalam 12 minggu terakhir,
  7. Tidak mengalami demam, batuk, pilek, sulit bernapas, atau tidak enak badan.
  8. Tidak memiliki riwayat kontak dekat dalam 14 hari terakhir dengan orang yang didiagnosis atau diduga terinfeksi covid-19.
  9. Terdiagnosis atau diduga terinfeksi covid-19.
  10. Orang yang sudah sembuh dari covid-19 boleh mendonorkan darah, tetapi harus menunggu hingga 28 hari setelah dinyatakan sembuh.

 

Pada saat donor darah, pendonor juga disarankan untuk menggunakan masker. Hal ini untuk mencegah penularan virus walaupun tidak bergejala. Selain itu, petugas donor darah juga harus menggunakan APD yang lengkap serta tidak boleh bertugas jika merasa tidak enak badan.

 

Perlu Anda tahu, darah yang telah didonorkan tidak langsung diberikan kepada penerima donor. Darah hasil donor akan melalui beberapa proses pemeriksaan, penyaringan, dan pemisahan. Tujuannya untuk meminimalisir komponen sehingga aman diberikan kepada orang yang membutuhkan. Termasuk pemeriksaan terhadap infeksi virus corona.

 

Urgensi donor darah di masa pandemi covid-19

 

Walaupun pandemi covid-19 masih menjadi fokus utama dalam dunia kesehatan, bukan berarti tidak ada kondisi kesehatan atau penyakit lain yang membutuhkan perawatan. Bahkan ada beberapa penyakit yang membutuhkan pertolongan melalui transfusi darah, seperti pasien thalasemia, ibu melahirkan, hingga kecelakaan. Sayangnya Palang Merah Indonesia atau PMI mengakui terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan darah dan jumlah donor selama pandemi. Bahkan angka donor darah menurun sebesar 10-20 persen, terutama pada daerah yang terdampak covid-19. Sehingga biasanya ketersediaan darah yang di PMI dapat mencapai 4 hari, kini hanya untuk 2 hari.

 

Kondisi kekurangan stok darah selama pandemi tidak hanya terjadi di Indonesia saja lho Fams! Tetapi juga terjadi pada beberapa Negara. Misalnya di Inggris, NHS Blood and Transplant mengalami kekurangan pengumpulan darah. Pada bulan Maret saja mereka hanya berhasil mengumpulkan kurang dari 15 persen lebih stok darah dari yang diharapkan.

 

Dari pembahasan di atas, Fams masih bisa mengikuti aksi donor darah selama pandemi ya. Apalagi hari ini bertepatan dengan Hari Palang Merah Indonesia. Sehingga Anda dapat membantu PMI untuk menyediakan darah bagi orang-orang yang membutuhkan. Yang penting, Anda tetap melaksanakan pola hidup sehat, serta mengonsumsi makanan bernutrisi selama pandemi. Jika perlu, Anda dapat mengonsumsi suplemen Blackmores Odourless Fish Oil untuk menjaga kesehatan pembuluh darah. Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil atau suplemen kesehatan lainnya dengan mudah di sini.

 

Blackmores Odourless Fish Oil dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://www.kemkes.go.id/article/view/20081800001/peringati-hut-ri-kemenkes-gelar-donor-darah-aman-dan-sehat.html

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/06/122932420/pmi-ajak-masyarakat-tak-perlu-takut-donasi-darah-saat-pandemi