Demam Berdarah Dengue yang Masih Mengintai di Tengah Pandemi Covid-19

Demam Berdarah Dengue yang Masih Mengintai di Tengah Pandemi Covid-19

Seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia, sedang menghadapi pandemi penyakit akibat virus corona atau yang dikenal dengan covid-19 yang masih terus bertambah kasusnya dari hari ke hari. Hingga tulisan ini dibuat, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 sudah mencapai angka 115.000 kasus dengan kasus meninggal sebanyak 5.000 lebih. Segala upaya dilakukan agar kita terhindar dari tertular covid-19. Kitapun mulai membiasakan diri dengan berbagai protokol kesehatan seperti memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, menghindari kerumunan, serta rajin mencuci atau membersihkan tangan.

 

Namun, covid-19 bukanlah satu-satunya penyakit infeksi yang mewabah di Indonesia saat ini. Kita tentu tidak asing lagi dengan infeksi Dengue atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah dengue (DBD). Melewati pertengahan tahun ini, kasus DBD di Indonesia tidak juga kunjung reda. Kementerian Kesehatan atau Kemenkes mencatat sebanyak 71.633 kasus  DBD hingga Juli 2020 di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 459 kasus. Jumlah kasus DBD hampir sama banyaknya dengan kasus covid-19 yang masih menghantui Indonesia.

 

waspada penyebaran demam berdarah di masa pandemi covid-19

 

Demam Berdarah Dengue atau yang lebih dikenal dengan singkatan DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan merupakan vector-borne disease atau ditularkan melalui vektor, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Demam Berdarah Dengue sering menjadi wabah penyakit di suatu daerah, terutama di daerah yang memiliki sanitasi atau tingkat kebersihan lingkungan yang rendah.

 

Salah satu kelainan yang menjadi ciri khas DBD yaitu penurunan jumlah keping darah yang beredar dalam tubuh, yang lazim disebut dengan trombositopenia. Trombositopenia pada infeksi Dengue terjadi melalui dua mekanisme, yaitu, supresi sumsum tulang dan destruksi serta pemendekan masa hidup trombosit. Untuk meningkatkan jumlah trombosit pada infeksi Dengue dapat menggunakan produk herbal yang telah terbukti secara klinis, seperti ekstrak angkak dan daun jambu biji.

 

Angkak (red yeast rice) adalah hasil fermentasi beras oleh Monascus purpureus. Angkak banyak digunakan sebagai pewarna alami untuk minuman dan makanan, antara lain anggur merah, ikan, keju, dan daging. Selain itu, angkak juga banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit, antara lain menaikkan trombosit pada penderita infeksi Dengue, asma, kelainan urinasi, diare, berbagai penyakit infeksi, dan kolesterol. Lovastatin dalam angkak diyakini sebagai senyawa yang berperan dalam meningkatkan kadar trombosit dalam darah. Kandungan lovastatin dalam angkak juga dapat mengurangi oksidasi kolesterol.

 

Trolit merupakan produk suplemen dari PT Kalbe Farma dengan kandungan ekstrak angkak yang tersedia dalam bentuk saset yang dapat digunakan sebagai salah satu cara menaikkan kadar trombosit yang turun pada infeksi Dengue. Selain mengandung ekstrak angkak, Trolit juga mengandung esktrak jambu biji, beberapa elektrolit, vitamin dan mineral. Terdapat studi lokal yang menunjukkan manfaat ekstrak daun jambu biji untuk meningkatkan jumlah trombosit secara bermakna pada kasus DBD, serta mempersingkat lama rawat inap di rumah sakit pada studi lokal lainnya. Trolit dapat dipertimbangkan untuk melengkapi terapi yang diberikan pada penderita infeksi Dengue, tentunya setelah berkonsultasi dengan Dokter yang merawat.

 

Trolit membantu mengatasi dehidrasi akibat demam berdarah

 

Anda bisa mendapatkan Trolit dengan mudah di sini. Temukan berbagai suplemen, nutrisi kesehatan, hingga makanan dan minuman sehat hanya di KALCare E-Store. Maka Anda dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga lebih mudah melalui belanja online di KALCare.

 

Salam,

 

KALCare

 

 

 

Sumber:

  1. Prayoga MJ, Tjiptaningrum A. Pengaruh Pemberian Angkak (Beras Fermentasi Monascus purpureus) dalam Meningkatkan Kadar Trombosit pada Penderita Demam Berdarah Dengue. Majority 2016;5(5):6-13.
  2. Satiti IAD. Efektifitas angkak (beras merah) terhadap peningkatan kadar trombosit pada penderita dbd. jurnal ilmiah kesehatan mediahusada 2016;5(1):39-48.
  3. Soegijanto S, Azhali D, Tumbelaka AR,Rufiati R, Anggraini D, Karyati MR. Pediatric Research 2010;68:621 [Internet]. [cited 2020 July 15]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/273892143_1254_The_Role_of_Psidii_Guava_Leaf_Extract_to_Increase_Platelet_Level_in_Dengue_Virus_Infection
  4. Susyanto BE, Solehah NA. Pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji (psidii extract) terhadap peningkatan angka trombosit pada anak dengan demam dengue dan demam berdarah dengue [Internet]. [cited 2020 July 15]. Available from: http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/5721?show=full