Demam Berdarah Dengue: Gejala dan Trombositopenia

Demam Berdarah Dengue: Gejala dan Trombositopenia

Demam Berdarah Dengue atau yang lebih dikenal dengan singkatan DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan merupakan vectorborne disease atau ditularkan melalui vektor, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Demam Berdarah Dengue sering menjadi wabah penyakit di suatu daerah, terutama di daerah yang memiliki sanitasi atau kebersihan lingkungan yang rendah. Puncak jumlah kasus DBD berbeda di tiap daerah dan umumnya di Indonesia meningkat pada musim hujan, dimulai sejak bulan Desember sampai bulan April pada setiap tahunnya.

 

Satu dari empat orang yang terinfeksi virus dengue akan jatuh sakit. Ketika seseorang jatuh sakit akibat Dengue, gejala yang diderita bisa ringan atau berat. Pada kasus Dengue yang bergejala ringan, disebut juga dengan Demam Dengue (DD) seringkali membingungkan untuk mengenali bahwa ini adalah penyakit akibat dengue karena gejalanya tidak khas, seperti demam, nyeri, atau ruam kemerahan di kulit. Adapun gejala tersering yang dialami pada kasus DD adalah demam dengan salah satu dari gejala berikut: mual, muntah, dan atau nyeri. Rasa nyeri yang dimaksud dapat terjadi pada daerah belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi atau nyeri tulang. Gejala-gejala tersebut biasanya dialami selama 2 hingga 7 hari.

 

kenali gejala trombositopenia pada penderita demam berdarah

 

 

Sementara pada kasus Dengue yang berat (DBD) dapat mengancam nyawa dan biasanya memerlukan perawatan inap di rumah sakit. Kasus Dengue yang berat dapat mengakibatkan syok, perdarahan dalam (internal), bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala akan Dengue berat biasanya dimulai 14-48 jam setelah demam mereda. Berikut tanda dan gejala alarm yang harus diwaspadai pada infeksi dengue:

  •         Nyeri perut hebat
  •         Muntah-muntah setidaknya 3 kali dalam 24 jam
  •         Perdarahan dari hidung atau gusi
  •         Muntah darah atau terdapat darah pada feses
  •         Lemas, gelisah, atau mudah marah atau rewel pada anak
  •         Kulit pucat, dingin, basah
  •         Kesulitan bernapas

Jika mengalami tanda atau gejala seperti di atas, maka harus segera dibawa ke rumah sakit atau layanan kesehatan untuk segera ditangani dengan tepat.

Trombositopenia: penurunan jumlah trombosit pada penderita DBD

Bagaimana dengan tanda penurunan jumlah trombosit, pada penderita Dengue? Trombositopenia, atau penurunan jumlah keping darah yang beredar dalam tubuh, biasanya akan dialami pada seseorang yang menderita penyakit Dengue. Trombositopenia pada infeksi Dengue terjadi melalui dua mekanisme, yaitu, supresi sumsum tulang dan destruksi serta pemendekan masa hidup trombosit. Untuk meningkatkan jumlah trombosit pada infeksi Dengue dapat menggunakan produk herbal yang telah terbukti secara klinis, seperti ekstrak angkak dan daun jambu biji.

Angkak (red yeast rice) adalah hasil fermentasi beras oleh Monascus purpureus. Angkak banyak digunakan sebagai pewarna alami untuk minuman dan makanan, antara lain anggur merah, ikan, keju, dan daging. Selain itu, angkak juga banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit, antara lain menaikkan trombosit pada penderita infeksi Dengue, asma, kelainan urinasi, diare, berbagai penyakit infeksi, dan kolesterol. Lovastatin dalam angkak diyakini sebagai senyawa yang berperan dalam meningkatkan kadar trombosit dalam darah. Kandungan lovastatin dalam angkak juga dapat mengurangi oksidasi kolesterol.

Trolit merupakan produk suplemen dari PT Kalbe Farma dengan kandungan ekstrak angkak yang tersedia dalam bentuk saset yang dapat digunakan sebagai salah satu cara menaikkan kadar trombosit yang turun pada infeksi Dengue. Selain mengandung ekstrak angkak, Trolit juga mengandung ekstrak jambu biji, beberapa elektrolit, vitamin dan mineral. Terdapat studi lokal yang menunjukkan manfaat ekstrak daun jambu biji untuk meningkatkan jumlah trombosit secara bermakna pada kasus DBD, serta mempersingkat lama rawat inap di rumah sakit pada studi lokal lainnya. Trolit dapat dipertimbangkan untuk melengkapi terapi yang diberikan pada penderita infeksi Dengue, tentunya setelah berkonsultasi dengan Dokter yang merawat. Dapatkan Trolit dengan mudah di sini.

 

Trolit dapat membantu untuk menurunkan gejala demam berdarah

 

Salam,

KALCare

 

 

Sumber:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Dengue [Internet]. [cited 2020 July 15]. Available from: https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/index.html
  2.     Prayoga MJ, Tjiptaningrum A. Pengaruh Pemberian Angkak (Beras Fermentasi Monascus purpureus) dalam Meningkatkan Kadar Trombosit pada Penderita Demam Berdarah Dengue. Majority 2016;5(5):6-13.
  3. Satiti IAD. Efektifitas angkak (beras merah) terhadap peningkatan kadar trombosit pada penderita dbd. jurnal ilmiah kesehatan mediahusada 2016;5(1):39-48.
  4. Soegijanto S, Azhali D, Tumbelaka AR,Rufiati R, Anggraini D, Karyati MR. Pediatric Research 2010;68:621 [Internet]. [cited 2020 July 15]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/273892143_1254_The_Role_of_Psidii_Guava_Leaf_Extract_to_Increase_Platelet_Level_in_Dengue_Virus_Infection
  5. Susyanto BE, Solehah NA. Pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji (psidii extract) terhadap peningkatan angka trombosit pada anak dengan demam dengue dan demam berdarah dengue [Internet]. [cited 2020 July 15]. Available from: http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/5721?show=full