Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Saat Sakit

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Saat Sakit

Ketika sedang sakit, pengobatan dan kecukupan nutrisi dari makanan adalah faktor utama kesembuhan pasien. Karena makanan adalah sumber energi tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme agar tetap normal.

Kebutuhan kalori dalam sehari pada orang yang sedang sakit jauh berbeda dengan yang sehat. Berikut caranya menghitung kalori harian yang dibutuhkan pasien saat sakit.

Rumus Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Ketika Sakit

Pada saat sehat, kita dapat menghitung kebutuhan kalori dengan mempertimbangkan Kebutuhan Energi Basal (BMR) dan aktivitas fisik sehari-hari.

Namun, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan kebutuhan harian saat sakit. Berikut adalah rumus yang dapat dipakai untuk menghitung total kalori yang dibutuhkan pasien dalam sehari:

Total Kalori Harian Saat Sakit = BMR x Faktor Aktivitas x Faktor Stress

Mari simak penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing komponen total kalori harian saat sakit berikut ini.

1. Kebutuhan Kalori Basal (BMR)

Kebutuhan Kalori Basal atau Basal Metabolic Rate (BMR) atau adalah jumlah energi minimal yang harus terpenuhi, yang digunakan oleh tubuh dalam keadaan istirahat tanpa ada tambahan aktivitas apapun (bedrest).

Jika kalori basal ini tidak terpenuhi, akibatnya kinerja organ vital tidak berfungsi dengan baik. Energi ini digunakan oleh jantung, paru-paru, sistem saraf, ginjal, usus, dan otot yang ada di dalam tubuh agar dapat tetap hidup.

Untuk menghitung BMR, gunakan rumus Harris Benedict yang diperbaharui di tahun 1984.

Perhitungan BMR untuk Pria

BMR = 88.362 + ( 13.397 x Berat Badan dalam  kg ) + ( 4.799 x Tinggi Badan dalam cm ) – (5.677 x Usia dalam tahun)

Perhitungan BMR untuk Wanita

BMR = 447.593 + ( 9.247 x Berat Badan dalam  kg ) + ( 3.098 x Tinggi Badan dalam cm ) – (4.330 x Usia dalam tahun)

2. Faktor Aktivitas Fisik

Pada saat sakit, aktivitas fisik setiap pasien dapat berbeda-beda dan hal tersebut dapat memengaruhi kebutuhan kalori hariannya. Berikut adalah tabel faktor aktivitas fisik untuk pasien dan nilai koreksinya.

Aktivitas Nilai Koreksi
Istirahat di tempat tidur 1,2
Tidak terikat di tempat tidur 1,3

3. Faktor Stres/Trauma

Faktor stress/trauma ini diperuntukkan untuk pasien yang sedang sakit dan dalam masa pemulihan. Berikut adalah tabel nilai koreksi untuk stres/trauma pasien yang dapat digunakan dalam rumus perhitungan kalori harian saat sakit.

Jenis Stres Nilai Koreksi
Pasien dalam keadaan baik dan gizi baik 1,3
Stres ringan:

Peradangan saluran cerna, kanker, bedah elektif,
trauma kerangka moderat

1,4
Stres sedang:

Sepsis, bedah tulang, luka bakar, trauma kerangka mayor

1,5
Stres berat: 

Trauma bertingkat, bedah multisistem

1,6
Stres sangat berat

Luka kepala berat, sindrom penyakit pernafasan akut,
luka bakar dan sepsis

1,7
Luka bakar sangat berat 2,1

Setelah total kalori harian diketahui, maka dokter dan ahli gizi yang berwenang dapat menentukan berapa jumlah nutrisi makro dan nutrisi mikro yang harus dikonsumsi oleh pasien, dan perhitungan nutrisi tersebut diubah menjadi bentuk intervensi gizi.

Intervensi gizi makanan pada pasien harus dalam pengawasan Ahli Gizi dan dokter yang berwenang. Karena, kebutuhan masing-masing pasien berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami oleh pasien itu sendiri.

Sebagai contoh kebutuhan lemak pada pasien dengan gangguan hati berbeda dengan pasien kanker. Begitu juga dengan kebutuhan protein pasien gagal ginjal berbeda dengan pasien anak yang kurang gizi.

KALCare Menyediakan Berbagai Produk Nutrisi Khusus 

Selain melalui makanan sehari-hari, nutrisi juga bisa didapatkan melalui produk-produk yang sudah difortifikasi untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori dan mendukung proses penyembuhan sesuai anjuran dokter.

Fams bisa mendapatkan produk-produk nutrisi khusus yang tersedia di KALCare, seperti:

1. Pulmosol

 

Pulmosol adalah produk nutrisi khusus yang diformulasikan untuk bantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan, seperti Asthma, Bronkitis,Tuberculosis Paru, dan gejala sesak napas atau pasien yang menggunakan ventilator. 

2. Hepatosol

Hepatosol adalah produk nutrisi khusus untuk pasien yang memiliki kondisi penyakit kronik, perlemakan hati, dan sirosis. Sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi menjadi snack di malam hari. Diperkaya BCAA dan Lemak MCT yang bantu percepat pemulihan hati pasien.

Baca juga: 5 Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Liver, Sudah Tahu?

3. Peptisol

Peptisol adalah produk nutrisi khusus yang tinggi protein untuk mempercepat pemulihan untuk pasien pasca operasi. Protein dalam Peptisol juga merupakan jenis WHEY yang berkualitas tinggi dan mudah diserap tubuh.

Baca juga: Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Agar Pulih Lebih Cepat

4. Nephrisol

 

Nephrisol adalah produk nutrisi khusus untuk pasien ginjal predialisis. Komposisi Protein, Natrium, Kalium dan Fosfor sudah diformulasikan agar tidak memperberat fungsi ginjal pasien predialisis.

5. Entramix

 

Entramix adalah produk nutrisi khusus yang lengkap dan seimbang, cocok untuk lansia yang sulit makan karena dapat berperan sebagai pengganti makan dan bantu lengkapi kebutuhan protein dan energi harian. Membantu jaga massa otot dan kesehatan secara keseluruhan. Diperkaya dengan serat pangan inulin (prebiotik yang baik untuk kesehatan saluran cerna).

 

6. Peptimune

Peptimune adalah produk nutrisi yang dilengkapi dengan Omega 3, Immunonutrient Glutamine, BCAA, dan Nukleotida guna meningkatkan imun tubuh selama sakit maupun selama masa pemulihan, dan mencegah penularan infeksi virus dan bakteri.

7. Peptibren

 

Peptibren adalah produk nutrisi khusus satu-satunya yang memiliki kombinasi Uridine Monophosphate, Phosphatidylserine, dan Choline untuk meningkatkan kesehatan fungsi saraf.  Nutrisi untuk saraf yang lengkap dari Peptibren bermanfaat sebagai penjaga kesehatan saraf (neuroprotective)  dan memperbaiki saraf yang rusak serta menjaga daya ingat. 

Baca juga: Nutrisi Khusus Pasien Lansia Penderita Alzheimer

8. Nutrican

Nutrican adalah produk makanan diet khusus untuk pasien kanker yang tinggi energi dan protein yang sudah diformulasikan untuk meningkatkan berat badan dan nafsu makan pasien penyakit kronis seperti kanker.

Dengan mengetahui cara menghitung kebutuhan kalori pasien saat sakit, diharapkan para caregiver atau keluarga dapat lebih memahami perbedaan kebutuhan pasien, serta memberikan dukungan kepada pasien dalam menjalani pengobatan dan intervensi yang diberikan sesuai dengan anjuran dan pengawasan dokter.

 

Anda dapat menemukan berbagai produk nutrisi khusus, suplemen penunjang kesehatan, dan alat-alat kesehatan yang tersedia di KALCare. Jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang berwenang guna membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pasien agar cepat kembali pulih seperti sedia kala.

 

Anda juga bisa gunakan fitur chat langsung dengan Ahli Gizi KALCare Tanggap Corona, jika memiliki pertanyaan seputar kesehatan, konsultasi gizi, nutrisi penunjang imun tubuh selama pandemi, maupun untuk cross check isu-isu hoax kesehatan yang banyak beredar selama ini.

Mari jaga dan upayakan yang terbaik untuk kesehatan pasien dan keluarga!

 

Salam Sehat,

KALCare

(RK)

 

Sumber:

  • http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC.pdf
  • https://media.neliti.com/media/publications/244396-rancang-bangun-aplikasi-penentuan-bahan-4f345af1.pdf
  • https://globalrph.com/medcalcs/harris-benedict-equation-updated-basal-metabolic-rate/
  • http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC.pdf