Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Saat Sakit

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Saat Sakit

Ketika sedang sakit, tentu kita membutuhkan intervensi khusus tidak hanya dalam segi aktivitas namun juga nutrisi. Orang yang sedang sakit pasti diminta untuk istirahat agar proses pemulihan sakitnya jadi lebih efektif dan lebih cepat. Makanan juga menjadi faktor utama dalam mempercepat penyembuhan. Karena makanan adalah sumber energi kita dalam menjalankan fungsi metabolisme tubuh agar tetap normal.

 

Pada saat sehat, kita dapat menghitung kebutuhan kalori dengan mempertimbangkan Kebutuhan Energi Basal (BMR) dan aktivitas fisik sehari-hari. Namun, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan kebutuhan harian saat sakit. Yuk, kita bahas lebih detil ya! Kebutuhan kalori harian saat sakit dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

 

Total Kebutuhan Kalori Harian=  BMR x Faktor Aktivitas x Faktor Stress

Kebutuhan Kalori Basal (BMR)

 

Basal Metabolik Rate (BMR) atau yang kita sebut dengan Kebutuhan Kalori Basal adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk memelihara aktivitas metabolisme tubuh seperti pernafasan, menjaga suhu tubuh, penyerapan nutrisi pada saluran cerna. BMR ini juga dapat dikatakan jumlah energi dasar yang dibutuhkan saat kita beristirahat tanpa ada tambahan aktivitas apapun (bedrest). Energi ini dipakai untuk menjaga agar organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, sistem saraf, ginjal, usus, kulit, dan otot yang ada di dalam tubuh dapat bekerja dengan baik. Kalau makanan yang masuk tidak mencukupi kebutuhan kalori dasar ini, bisa dipastikan kinerja organ vital tersebut tidak akan berfungsi dengan baik, bahkan bisa membahayakan tubuh kita sendiri. Untuk menghitung BMR, kita dapat menggunakan rumus Harris Benedict yang sudah diperbaharui pada tahun 1984. 

 

Perhitungan BMR untuk Pria 

BMR = 88.362 + ( 13.397 x Berat Badan dalam  kg ) + ( 4.799 x Tinggi Badan dalam cm ) – ( 5.677 x Usia dalam tahun)

 

Perhitungan BMR untuk Wanita

BMR = 447.593 + ( 9.247 x Berat Badan dalam  kg ) + ( 3.098 x Tinggi Badan dalam cm ) – (4.330 x Usia dalam tahun)

 

Faktor Aktivitas Fisik

Pada saat sakit, aktivitas fisik setiap pasien dapat berbeda-beda dan hal tersebut dapat memengaruhi kebutuhan kalori hariannya. Berikut adalah tabel aktivitas fisik untuk pasien dan nilai koreksinya.

 

Aktivitas Nilai Koreksi
Istirahat di tempat tidur 1,2
Tidak terikat di tempat tidur 1,3

Faktor Stres/Trauma

Faktor stress/trauma ini diperuntukkan untuk orang yang sedang sakit dan masa pemulihan. Intervensi kalori makanan pada pasien harus dalam pengawasan Ahli Gizi dan dokter yang berwenang, karena modifikasi diet untuk masing-masing pasien berbeda dan disesuaikan dengan kondisi stres atau trauma yang dialami serta tujuan intervensi makanan itu sendiri. Berikut adalah tabel koreksi untuk stres/trauma pasien yang dapat digunakan.

 

Jenis Stres Nilai Koreksi
Pasien dalam keadaan baik dan gizi baik 1,3
Stres ringan:

Peradangan saluran cerna, kanker, bedah elektif, trauma kerangka moderat

1,4
Stres sedang:

Sepsis, bedah tulang, luka bakar, trauma kerangka mayor

1,5
Stres berat: 

Trauma bertingkat, bedah multisistem

1,6
Stres sangat berat

Luka kepala berat, sindrom penyakit pernafasan akut, luka bakar dan sepsis

1,7
Luka bakar sangat berat 2,1

 

Nutrisi yang dibutuhkan untuk kondisi medis tentu berbeda-beda ya. Nutrisi juga bisa didapatkan melalui makanan maupun produk-produk yang sudah difortifikasi dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung penyembuhan. Fams juga bisa mendapatkan produk-produk nutrisi khusus untuk memelihara kesehatan.

 

Beberapa produk nutrisi khusus yang tersedia antara lain:

 

Susu pulmosol untuk kesehatan pernafasan

 

  • Pulmosol : Merupakan nutrisi pertama di Indonesia yang diformulasi secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada gangguan pernapasan dengan gejala sesak seperti pada PPOK (Bronkitis dan Emphysema), Serangan Asthma, TB Paru, dan indikasi lain dengan gejala sesak napas/penggunaan ventilator. Cek selengkapnya di sini.

 

susu hepatosol untuk pemulihan penyakit kronik

 

  • Hepatosol : Hepatosol merupakan nutrisi yang diperkaya BCAA dan Lemak baik MCT untuk mempercepat pemulihan hati pada kondisi penyakit kronik, perlemakan hati dan sirosis. Sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai “Late Evening Snack” di malam hari sebelum beristirahat. Cek selengkapnya di sini.

 

susupeptisol untuk pemulihan pasca operasi

 

  • Peptisol Peptisol merupakan nutrisi tinggi protein untuk mempercepat pemulihan, terutama baik sekali untuk pasien pasca operasi. Manfaat lainnya Peptisol sangat baik untuk meningkatkan berat janin bagi wanita hamil, pembentukan massa otot, kontrol berat badan atau kondisi kesehatan lainnya yang butuh didukung protein tinggi. Protein dalam Peptisol juga merupakan jenis WHEY yang berkualitas tinggi dan mudah diserap tubuh. Cek selengkapnya di sini.

 

susu nephrisol untuk nutrisi penderita ginal

 

  • Nephrisol : Nephrisol merupakan Nutrisi Pertama yang direkomendasikan BPOM khusus untuk pasien Ginjal predialisis. Komposisi Protein, Natrium, Kalium dan Fosfor sudah disesuaikan tidak memperberat fungsi ginjal. Diet rendah protein bertujuan untuk memperlambat progresivitas kerusakan ginjal sehingga pasien tidak cepat masuk proses dialisis. Cek selengkapnya di sini.

 

susu entramix untuk nutrisi dewasa dan lansia

 

  • Entramix : Entramix merupakan nutrisi lengkap seimbang, yang sangat cocok untuk dewasa hingga lansia dan dapat berperan sebagai pengganti makan, menjaga massa otot, serta kesehatan. Dilengkapi dengan serat pangan inulin yang berperan sebagai prebiotik untuk kesehatan saluran cerna, bantu lengkapi kebutuhan protein dan kalori harian. Cek selengkapnya di sini.

 

susu peptimune untuk nutrisi pemulihan sakit

 

  • Peptimune: Peptimune merupakan nutrisi yang dilengkapi dengan immunonutrien Glutamine, Nukleotida, BCAA dan Omega 3 untuk meningkatkan daya tahan tubuh maupun selama masa pemulihan. Dengan proteinnya yang setara dua gelas susu murni, Peptimune merupakan pilihan tepat untuk dikonsumsi sehari-hari untuk mencegah penularan infeksi. Cek selengkapnya di sini.

 

Susu peptibren untuk kesehatan saraf

 

  • Peptibren : Peptibren merupakan Nutrisi Pertama dan Satu satunya dengan kombinasi Choline, Phosphatidylserine, dan Uridine Monophosphate untuk meningkatkan kesehatan fungsi saraf.  Neuronutrien lengkap di Peptibren berfungsi sebagai neuroprotektif (menjaga kesehatan saraf) dan neurorepair (memperbaiki saraf yang rusak). Dapat dikonsumsi Orang sehat juga untuk menjaga stamina dan daya ingat. Cek selengkapnya di sini.

 

susu nutrican untuk nutrisi penderita kanker

 

  • Nutrican : Nutrican adalah Makanan diet khusus sebagai suplemen kanker dengan tinggi energi dan protein yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan nafsu makan dan berat badan pasien dengan penyakit kronis (khususnya kanker).  Cek selengkapnya di sini.

 

Perlu diingat juga bahwa, intervensi diet / makanan harus dengan pengawasan Ahli Gizi dan Dokter yang berwenang ya. Karena kebutuhan zat gizi untuk masing-masing pasien berbeda-beda. Pola makan masing-masing pasien juga bergantung dengan intervensi medis yang dilakukan, jadi nggak boleh sembarangan ya! Harus selalu konsultasikan ke Dokter atau Ahli Gizi yang berwenang.

 

Salam,

 

KALCare

 

Sumber:

 

globalrh.com

media.neliti.com

bppsdmk.kemkes.go.id

p2ptm.kemkes.go.id