Cara Mengetahui Anak yang Menjadi Korban Bullying


Cara Mengetahui Anak yang Menjadi Korban Bullying

Cara Mengetahui Anak yang Menjadi Korban Bullying

Kasus bullying atau perundungan di dunia memang masih terus terjadi. Bahkan tidak jarang bullying yang dilakukan melibatkan aktivitas fisik sehingga korban mendapat luka dari kekerasan yang dilakukan. Di Indonesia sendiri, kasus bullying juga kerap kali ditemukan bahkan sayangnya juga tindakan tersebut direkam dan dibagikan pada sosial media. Sehingga beberapa kasus akhirnya ditangani oleh pihak yang berwajib karena tindak kekerasan yang menyalahi hukum tersebar di dunia maya.

 

Bullying memang tidak memandang usia. Sehingga anak-anak pun dapat menjadi pelaku atau korban dari tindakan perundungan. Bullying pada anak-anak biasanya terjadi di sekolah atau lingkungan bermainnya. Ada banyak hal yang dijadikan pelaku bullying untuk mengintimidasi korban. Contohnya bullying dilakukan pada anak yang dianggap memiliki perbedaan fisik, seperti kelebihan berat badan atau  perbedaan warna kulit.

 

ketahui tanda-tanda anak yang menjadi korban bullying

 

Tentu sebagai orang tua, Anda tidak akan mau jika Si Kecil menjadi korban perundungan. Namun bagaimana cara mengetahui anak menjadi korban bullying? Berikut ini merupakan tanda-tanda anak yang mengalami tindakan bullying.

1. Merasa enggan pergi ke sekolah

Perundungan yang terjadi di sekolah akan menurunkan minat anak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Hal ini terlihat jika anak mengalami perubahan seperti malas bangun pagi atau bahkan menolak ke sekolah. Beberapa anak bahkan memberikan alasan sakit agar diizinkan orang tua untuk tidak bersekolah. Tindakan ini dilakukan anak karena merasa rumah adalah tempat yang lebih aman baginya. Untuk itu Anda perlu memantau perilaku anak dan meminta guru untuk memantau kehadiran anak di kelas.

 

2. Enggan bersosialisasi

Perubahan pergaulan kerap kali terjadi terutama pada anak perempuan. Gejala ini ditandai dengan menolak bergaul dengan teman-teman yang biasanya bermain bersama. Hal ini memang terkadang sulit untuk diidentifikasi oleh orang tua sebagai tindakan bullying. Sehingga orang tua perlu harus detail untuk mengetahui perilaku ini merupakan tanda anak sedang mengalami bullying.

 

3. Susah tidur

Anak yang merasa gugup atau cemas akan hal yang akan terjadi di sekolah akan cenderung mengalami susah tidur. Anda bisa mengetahui hal ini jika pada pagi hari anak terlihat lelah. Lelah akibat kurang tidur juga dapat membuat anak menjadi tidak fokus dalam melakukan aktivitas. Susah tidur memang bisa mengindikasi banyak hal, termasuk bullying atau stres.

 

4. Sering mengalami sakit kepala dan perut

Sakit kepala dan perut merupakan gejala fisik dari stres serta kecemasan yang terjadi akibat bullying. Bahkan keluhan ini bisa menjadi bahan bagi anak untuk berpura-pura untuk menghindari sekolah atau aktivitas lainnya. Sebagai orang tua, Anda  perlu melakukan diskusi untuk mencari tahu kenapa anak cukup sering merasa sakit.

 

5. Emosional

Anak yang cenderung emosional saat diajak berbicara mengenai sekolah atau aktivitas lain yang diikuti menunjukkan adanya kecemasan akan kegiatan-kegiatan tersebut. Kecemasan ini bisa menunjukkan adanya tindakan bullying yang dialami. Sehingga pembahasan mengenai kegiatan yang diikuti menjadi sensitif bagi Si Kecil.

 

6. Menutup diri dari keluarga

Jika biasanya anak informatif dalam memberitahu kegiatannya selama di sekolah, tetapi tiba-tiba menjadi pendiam atau bahkan menolak untuk dibahas bisa menjadi indikasi bullying. Bahkan anak yang mengalami bullying bisa bereaksi berlebihan terhadap saudaranya. Hal ini menyebabkan anak bersikap lebih reaktif terhadap saudara atau anggota keluarga lainnya.

 

7. Obsesi dengan gawai

Bullying juga dapat terjadi pada dunia maya. Jika ini terjadi, anak akan menjadi terlalu obsesi terhadap gawai miliknya sehingga pembatasan terhadap penggunaan gawai malah membuatnya gelisah. Untuk itu orang tua perlu memberlakukan aturan tertentu untuk membatasi penggunaan gawai. Sebab anak cenderung menolak untuk memberitahu orang tua bahwa dirinya mengalami cyberbullying karena takut gawainya diambil.

 

8. Terdapat luka fisik dan barang yang rusak atau hilang

Kekerasan fisik yang dilakukan oleh pelaku bullying dapat membuat tubuh anak terluka atau benda miliknya rusak. Jika orang tua bertanya, anak cenderung tidak mau menjelaskan atau tidak bisa menjelaskan sama sekali. Atasi dengan memberikan pertanyaan terbuka dikala Anda dan anak sedang bersantai bersama.

 

9. Membangun mental korban

Anak yang mengalami bully akan cenderung menunjukkan perilaku dan mental sebagai korban. Misalnya seperti berjalan menunduk dan tidak berani menyampaikan pendapat. Jika ini terjadi, carilah aktivitas tanpa kompetisi dengan anak lain. Dengan begitu anak akan lebih mudah membangun kepercayaan diri tanpa tekanan dari orang lain.

 

10. Kehilangan minat terhadap hobi dan bakat

Mengalami bully dapat membuat anak kehilangan minat terhadap hobi dan bakatnya. Apalagi memang hobi dan bakat tersebut yang dijadikan pelaku bullying untuk mengintimidasi anak. Untuk itu, Anda perlu mencari tahu dengan bertanya secara langsung kepada anak dengan perlahan.

 

Itulah tanda-tanda jika anak mengalami bullying. Memang untuk mengetahui anak yang menjadi korban bullying, Anda perlu memberikan perhatian khusus. Lengkapi dengan memberikan nutrisi yang seimbang melalui Morinaga Chil School untuk mendukung Kecerdasan Multitalenta dan Pertahan Tubuh Ganda. Dapatkan Morinaga Chil School dengan mudah di sini.

 

Morinaga dukung Si Kecil tumbuh berprestasi tanpa bullying

 

Dapatkan promo susu formula anak terbaik & susu pertumbuhan anak hanya di KALCare. Karena KALCare menjual susu formula terbaik & susu pertumbuhan anak online. Mari bersama Morinaga dukung perkembangan generasi Platinum tanpa bullying.

 

Salam,

 

KALCare

 

Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/07/24/120000820/tanda-tanda-anak-menjadi-korban-bully-?page=all

https://www.liputan6.com/health/read/3612309/orangtua-kenali-7-tanda-anak-jadi-korban-bully