Bukan Covid, Ini Pengertian CVD: Cerebrovascular Disease


Bukan Covid, Ini Pengertian CVD: Cerebrovascular Disease

Bukan Covid, Ini Pengertian CVD: Cerebrovascular Disease

Beberapa pekan yang lalu, sempat ramai di sosial media seseorang yang mengira dokter salah memberikan diagnosis kepada orang tuanya. Dalam postingan tersebut, akun itu juga menampilkan gambar hasil rekam medis dengan diagnosis yang tertera CVD. Menurutnya, dokter tersebut salah karena menganggap sang orang tua terinfeksi covid-19. Padahal kenyataan, CVD merupakan singkatan dari cerebrovascular disease.

 

Apa itu cerebrovascular disease?

 

Cerebrovascular disease sebenarnya tidak berhubungan dengan covid. Penyakit ini merupakan sekumpulan kondisi, penyakit, atau gangguan kesehatan yang memengaruhi pembuluh darah dan suplai darah ke otak. Penyumbatan, malformasi, atau pendarahan mencegah sel-sel otak mendapatkan oksigen yang cukup. Akibatnya muncul risiko kerusakan pada otak. Cerebrovascular disease dapat berkembang dari berbagai faktor penyebab. Misalnya aterosklerosis atau penumpukan lemak dan zat lain pada dinding arteri sehingga menyempit, serta trombosis yang merupakan pembentukan gumpalan darah.

 

kenali lebih dalam mengenai cerebrovascular disease

 

Gejala cerebrovascular disease cukup beragam, tergantung pada lokasi penyumbatan dan dampak pada jaringan otak. Tetapi ada beberapa gejala umum seperti sakit kepala yang begitu parah secara tiba-tiba, kelumpuhan pada satu sisi tubuh atau hemiplegia, kelemahan pada satu sisi tubuh atau hemiparesis. Penderita juga akan mengalami gejala kebingungan, kesulitan berkomunikasi, kehilangan penglihatan satu sisi, kehilangan keseimbangan, hingga hilang kesadaran.

 

Jenis cerebrovascular disease

 

1. Stroke iskemik

Penyakit ini terjadi ketika gumpalan darah atau plak aterosklerotik menyumbat pembuluh darah. Padahal darah akan disalurkan ke otak. Gumpalan darah atau trombus tersebut dapat menyebabkan penyempitan arteri. Akibatnya stroke pun terjadi karena kekurangan suplai darah yang menyebabkan kematian pada sel-sel otak.

 

2. Emboli

Emboli merupakan jenis stroke iskemik yang paling umum. Penyakit ini terjadi ketika gumpalan atau trombus terlepas dari bagian tubuh dan bergerak ke otak untuk menyumbat arteri yang lebih kecil. Akibatnya arteri akan menyempit serta mengurangi suplai darah ke otak.

 

3. Stroke hemoragik

Stroke yang satu ini terjadi ketika pembuluh darah di bagian otak melemah dan pecah. Akibatnya darah akan bocor dan dapat menyebar ke otak. Darah yang bocor ini akan memberikan tekanan pada jaringan otak sehingga menyebabkan edema yang merusak jaringan otak. Pendarahan juga dapat menyebabkan bagian otak terdekat kehilangan pasokan darah yang kaya akan oksigen.

 

4. Aneurisma serebral serta perdarahan subaraknoid

Aneurisma dapat terjadi karena adanya masalah struktural pada pembuluh darah di otak. Aneurisma merupakan tonjolan pada dinding arteri yang sewaktu-waktu dapat pecah dan berdarah. Sedangkan perdarahan subaraknoid merupakan kondisi pembuluh darah pecah dan berdarah di antara dua membran yang mengelilingi otak sehingga merusak sel-sel otak.

 

Penyebab cerebrovascular disease

 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya penyakit cerebrovascular. Pertama adalah aterosklerosis yang menjadi penyebab utama cerebrovascular. Aterosklerosis terjadi ketika kadar kolesterol tinggi yang disertai peradangan pada arteri otak. Kolesterol menumpuk yang selanjutnya disebut sebagai plak dapat mempersempit atau menghalangi aliran darah di arteri. Plak dapat membatasi atau sepenuhnya menutupi aliran darah ke otak sehingga menyebabkan serangan cerebrovascular.

 

Faktor lain yang menyebabkan cerebrovascular adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi kemudian cerebrovascular disease dapat terjadi karena diabetes dan adanya penyakit turunan pada pembuluh darah. Terakhir faktor yang dapat menyebabkan cerebrovascular disease adalah gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan obesitas.

 

Pengobatan dan pencegahan

 

Ketika terjadi cerebrovascular disease, pasien tersebut membutuhkan perawatan dan penanganan darurat. Ini penting karena individu tersebut membutuhkan obat stroke dalam waktu tertentu sejak timbulnya gejala. Dalam kondisi yang cukup serius, penanganan cerebrovascular bisa saja membutuhkan proses operasi untuk mengurangi tekanan darah yang meningkat. Sebab stroke dan kejadian cerebrovascular lainnya dapat menyebabkan kematian jika tidak mendapat penanganan medis yang cepat.

 

Upaya pencegahan cerebrovascular disease dapat dimulai dengan berhenti merokok. Kemudian perlu melakukan latihan fisik setiap minggu, menjaga berat badan yang sehat, serta mengelola kolesterol dan tekanan darah. Pasien juga disarankan untuk menjalankan diet khusus untuk menjaga kesehatan vaskuler dengan mengonsumsi nutrisi kesehatan khusus seperti Peptibren. Anda bisa mendapatkan Peptibren dengan mudah di sini.

 

cegah cerebrovascular disease dengan nutrisi khusus Peptibren

 

Salam,

 

KALCare

 

Sumber:

Apa yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Serebrovaskular ?