Bisakah Melahirkan Normal, Setelah Operasi Caesar?

Bisakah Melahirkan Normal, Setelah Operasi Caesar?

Hampir setiap ibu menginginkan persalinan normal melalui vagina. Namun beberapa kondisi menyebabkan ibu harus melahirkan melalui operasi caesar. Lalu apakah pada kehamilan kedua ibu harus melahirkan melalui operasi caesar lagi?

Kenali apa itu vaginal birth after caesarean

 

Dalam dunia medis, persalinan normal setelah caesar disebut VBAC atau vaginal birth after caesarean. Kondisi ini mungkin saja dilakukan oleh beberapa perempuan. Salah satunya seperti yang dialami oleh artis ibukota Sabai Morscheck. Namun perlu Anda ketahui, VBAC tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Itulah yang membuat rata-rata ibu yang melalui proses persalinan melalui operasi caesar akan kembali dianjurkan melakukan operasi caesar pada kehamilan selanjutnya.

 

proses persalinan normal setelah caesar

 

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist, sebenarnya tidak masalah dan mungkin saja bagi seorang ibu bila menginginkan VBAC. VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman untuk dilakukan selama ibu hamil memenuhi persyaratan sesuai dengan persetujuan dari dokter yang menangani kehamilan sejak awal. Tetapi memang disarankan bagi ibu hamil yang menginginkan VBAC agar prosesnya dilakukan di rumah sakit.

 

Manfaat persalinan normal setelah operasi caesar

 

Sebenarnya, semua proses persalinan memiliki manfaat tersendiri. Salah satunya merasakan sakitnya persalinan normal yang dianggap perjuangan utama bagi seorang ibu. Selain itu, ada beberapa sejumlah manfaat baik bagi ibu yang dapat melahirkan normal setelah caesar:

1. Proses pemulihan lebih cepat

Dibandingkan proses persalinan caesar, melahirkan normal melalui vagina membutuhkan pemulihan yang lebih singkat. Artinya waktu pemulihan yang dibutuhkan oleh ibu untuk rawat inap di rumah sakit menjadi tidak terlalu lama. Sehingga ibu bisa segera kembali ke rumah dan melakukan aktivitas harian lainnya seperti sedia kala walaupun memang tidak boleh terlalu berat.

 

2. Menurunkan risiko komplikasi operasi

Hampir semua jenis operasi dapat menimbulkan risiko komplikasi selama atau setelah prosesnya berlangsung, termasuk operasi caesar. Maka dari itu keputusan VBAC dapat membantu menekan risiko terjadinya perdarahan. Selain itu dapat mencegah juga risiko infeksi, pembekuan darah, atau cedera organ selama persalinan.

 

3. Menurunkan risiko dampak buruk di kehamilan berikutnya

Ibu yang pernah melakukan operasi caesar sekali atau lebih akan meningkatkan risiko potensi masalah kesehatan pada kehamilan selanjutnya. Nah, VBAC dapat menjadi pilihan bagi Anda yang berencana memiliki banyak anak walau sebelumnya pernah melakukan operasi caesar. Sehingga ibu dapat terhindar dari risiko negatif seperti rahim robek karena luka dan plasenta yang bermasalah akibat operasi caesar. Selain itu, risiko tersebut dapat semakin tinggi jika operasi caesar sering dilakukan.

 

Persyaratan VBAC yang perlu diketahui

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, prosedur VBAC memerlukan pertimbangan yang matang. Prosedur melahirkan normal memang tidak bisa dilakukan oleh setiap ibu hamil yang pernah melakukan operasi caesar. Untuk itu, berikut ini persyaratan ibu yang boleh melakukan VBAC:

  1. Ibu yang memiliki bekas sayatan operasi caesar berbentuk garis horizontal, dan terletak rendah di bawah perut.
  2. Saat VBAC mengandung 1 bayi, dan hanya pernah melakukan 1 kali operasi caesar bukan dengan sayatan vertikal
  3. Saat VBAC sedang mengandung bayi kembar dan pernah operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  4. Persalinan terjadi secara spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
  5. Tulang panggul ibu berukuran cukup besar, sehingga bayi mudah untuk keluar dengan mudah. Biasanya dokter yang akan menentukan hal ini.
  6. Ibu belum pernah melakukan operasi berat pada rahim, seperti miomektomi yang dilakukan untuk mengnangkat tumor rahim jinak.
  7. Belum pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  8. Tidak memiliki kondisi medis yang membuat VBAC menjadi berisiko, seperti plasenta previa.

 

Selain itu, berikut ini beberapa kondisi yang tidak memperbolehkan seorang ibu melakukan VBAC:

  1. Pernah melakukan persalinan caesar dengan sayatan rahim vertikal.
  2. Sayatan vertikal di bagian atas rahim atau sayatan klasik dengan bentuk seperti huruf T akan memberikan risiko lebih tinggi mengalami rahim robek saat mengejan.
  3. Pernah melakukan persalinan caesar dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui secara pasti, tetapi diduga merupakan sayatan vertikal.
  4. Pernah mengalami rahim robek pada kehamilan sebelumnya.
  5. Pernah melakukan operasi berat pada rahim sebelumnya, seperti pengangkatan tumor rahim jinak.
  6. Hamil di usia yang terlalu tua.
  7. Hamil dengan berat badan berlebih.
  8. Berat badan bayi yang lahir lebih dari 4000 gr, atau bayi makrosomia.
  9. Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  10. Usia kehamilan yang terlalu singkat, atau kurang dari 18 minggu.
  11. Hamil bayi 3 atau lebih.

 

Selain semua hal yang telah disebutkan di atas, ibu perlu memahami betul mengenai VBAC. Tentunya keputusan ini perlu dilakukan konsultasi yang matang dengan dokter untuk menjaga kesehatan ibu maupun bayi. Tetapi ingat, Anda dapat menjaga kesehatan kehamilan dengan mengonsumsi Prenagen Mommy yang bisa didapatkan dengan mudah di sini.

 

jaga kesehatan kehamilan dengan Prenagen Mommy

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3589197/mungkinkah-melahirkan-normal-setelah-pernah-caesar