Bahaya Polusi Udara, Berikut Cara Mengatasi Dampaknya

Bahaya Polusi Udara, Berikut Cara Mengatasi Dampaknya

Polusi udara seakan-akan sudah menjadi bagian hidup sehari-hari bagi masyarakat urban. Tanpa disadari, polusi udara sebenarnya mengancam kesehatan jangka panjang Anda. Keadaan ini diperparah dengan maraknya penggunaan alat transportasi seperti motor dan mobil. Sebab asap dari hasil pembuangan bahan bakar kendaraan motor menambah tingkat polusi udara secara signifikan.

 

Namun bukan hanya dari limbah kendaraan bermotor, pencemaran udara di kota-kota besar sesungguhnya juga dapat muncul dari sumber lain. Produksi pabrik, debu pembangunan, dan kebakaran hutan, yang juga kerap ikut berpartisipasi dalam menambah polusi udara. Akibatnya, Indonesia tercatat dalam 10 besar Negara dengan polusi udara tertinggi menurut AirVisual.com.

 

 

bahaya dampak polusi udara bagi kesehatan

 

 

Keadaan tentu sangat mengkhawatirkan. Sebab polusi udara memberikan dampak buruk bagi kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Apa sajakah itu? Mari simak ulasannya berikut ini.

 

Dampak polusi udara jangka pendek

 

Saat Anda menghirup udara yang berpolusi, efek langsung yang dirasakan berupa mata yang perih dan merah, batuk, hingga kesulitan bernapas. Dampak ini biasanya akan langsung terasa bagi Anda yang sedang berada di jalan raya yang sedang ramai atau bahkan macet. Tentu gangguan ini sering dialami oleh pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. Begitu juga saat Anda berada pada lokasi pembangunan proyek konstruksi, akan rentan mengalami efek langsung dari polusi udara akibat debu.

 

Dampak polusi udara jangka panjang

 

Untuk jangka panjang, polusi udara memberikan dampak buruk bagi kesehatan organ pernapasan manusia yaitu paru-paru. Rata-rata penyakit yang paling banyak ditimbulkan akibat polusi udara adalah infeksi pernapasan. Tidak hanya itu, berikut ini merupakan penyakit lainnya yang ditimbulkan akibat polusi udara.

 

1. ISPA, PPOK, dan kanker paru-paru

 

Polusi udara menambah jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut atau lebih dikenal sebagai ISPA. Selain itu polusi udara juga menambah risiko terjadinya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah di paru. Gejala PPOK di antaranya berupa batuk kronis, produksi dahak berlebih, dan sesak napas.

 

Polusi udara juga dapat menyebabkan kanker paru-paru. Sebenarnya belum ada penelitian yang dapat menjelaskan bagaimana partikel debu yang sangat kecil dapat merusak DNA dalam sel seseorang. Tetapi para ahli percaya bahwa partikel debu inilah yang membuat sel paru menjadi abnormal dan tumbuh tidak terkontrol, sehingga menjadi kanker.

 

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

 

Penelitian juga menemukan bahwa polusi udara dapat memengaruhi jantung dengan merusak dinding bagian dalam pembuluh darah. Akibatnya pembuluh darah menjadi lebih sempit dan keras, sehingga membatasi pergerakan darah ke jantung dan otak. Kondisi ini menyebabkan risiko tekanan darah tinggi yang akan memperparah kesehatan jantung Anda.

 

3. Meningkatkan risiko keguguran dan autisme

 

Perempuan yang tinggal di daerah dengan polusi udara yang cukup tinggi memiliki risiko dua kali lipat keguguran atau memiliki anak dengan autisme. Menurut artikel “9 Scary Things Air Pollution Does to Your Body”, kedua risiko tersebut akan meningkat jika paparan polusi udara masih terjadi hingga trimester ketiga.

 

4. Menurunkan kesuburan

 

Berdasarkan penelitian Xiang Qian, PhD asisten profesor dari University of Hongkong, polusi udara berpengaruh terhadap kualitas sperma yang buruk. Bahkan ditambahkan, orang-orang yang menghirup polusi lebih banyak cenderung memiliki sperma yang lebih kecil dan bentuk yang tidak normal.

 

5. Membuat tulang menjadi lemah

 

Menurut penelitian dari jurnal The Lancet Planetary Health, polusi udara meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang. Ini berdasarkan hasil penelitian terhadap dua kelompok peserta yang tinggal di lingkungan dengan tingkat polusi udara tinggi dan rendah. Hasilnya didapatkan bahwa orang yang tinggal di daerah tingkat polutan tinggi memiliki tulang yang lebih keropos.

 

6. Mempercepat proses penuaan

 

Zat-zat polutan merusak sel-sel kulit dan mengganggu kemampuan kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri. Akibatnya, akan mempercepat proses penuaan dengan muncul bintik-bintik hitam dan kerutan.

 

7. Mempengaruhi kesehatan mental

 

Dari studi International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health, diterangkan bahwa polusi udara memberi dampak buruk pada kesehatan mental. Karena polusi udara menyebabkan efek neurokognitif yang serius, dimulai dari variasi perilaku hingga gangguan neurodegeneratif.

 

Cara meminimalisir dampak polusi udara

 

Untuk mengurangi atau bahkan mencegah dampak polusi udara ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan. Misalnya dengan menggunakan masker tiap keluar rumah, rutin berolahraga, menjaga pola makan dan mengatur waktu saat hendak keluar rumah. Penting juga untuk menjaga daya tahan tubuh Anda dengan bantuan dari H2 Cordyceps Militaris. Suplemen ini juga berkhasiat dalam meningkatkan kadar oksigen saat stress serta menjaga kesehatan paru-paru dan ginjal Anda.

 

 

H2 Cordyceps Militaris membantu menjaga kesehatan dari polusi udara

 

 

Tidak hanya mencegah sendiri, Anda pun bisa mengurangi polusi udara bersama-sama dengan menanam minimal 4 tanaman di rumah. Sebab semakin banyak tanaman, semakin banyak pula polusi udara yang tersaring. Yuk bersama-sama kita kurangi polusi udara! Jangan lupa untuk mengonsumsi H2 Cordyceps Militaris yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di sini!

 

Salam,

KALBE Store

 

 

 

 

Sumber:

Klikdokter.com (1), (2)

Mediaindonesia.com