Apa Perbedaan Flu dan Corona?


Apa Perbedaan Flu dan Corona?

Apa Perbedaan Flu dan Corona?

Saat ini masyarakat sedang diselimuti kekhawatiran akibat wabah virus Corona. Pasalnya, infeksi yang menyerang sistem pernapasan ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, namun bisa berakibat fatal. Terkadang orang yang hanya flu biasa bisa dianggap terpapar virus covid-19. Masyarakat masih belum bisa membedakan flu biasa dengan infeksi virus Corona atau covid-19. Baik flu biasa maupun covid-19 sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan manusia. Namun, kedua virus ini berasal dari golongan yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Walaupun tampak mirip,  Anda perlu mengetahui perbedaan virus corona dengan flu biasa berikut:

Beda Penyebab

Coronavirus novel (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Jenis inilah yang menyebabkan infeksi paru sehingga kini menjadi pandemi hampir di semua Negara di dunia. Sementara itu, influenza adalah virus dari keluarga Orthomyxoviridae yang dapat menyerang unggas dan mamalia. Influenza terdiri dari tiga jenis, virus ini biasanya menyebabkan keluhan yang ringan, seperti demam, sakit kepala, dan sesak napas. Pada kasus influenza tertentu, bisa terjadi infeksi yang berat, bahkan juga bisa mengakibatkan kematian.

Lalu, bagaimana dengan perbedaan antara virus corona dengan virus influenza? Berdasarkan pemaparan dr. Fera Ibrahim, M.Sc.,Ph.D,SpMK(K) dari Universitas Indonesia, yang membedakan antara keduanya adalah famili dari virus tersebut, masa inkubasi, dan tingkat keparahan. Sisanya, hampir mirip semua, seperti penyebaran keduanya yang melalui cairan-cairan kecil atau droplet yang dikeluarkan pada saat seseorang bersin atau batuk. Untuk pencegahannya, sama-sama bisa diantisipasi dengan perilaku hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan, serta menggunakan masker.

 

ketahui perbedaan flu dan covid-19

 

Suhu udara juga mempengaruhi kemampuan virus untuk bertahan hidup. Virus corona tidak dapat bertahan hidup bila berada dalam suhu 56 derajat Celsius ke atas dan dipanaskan hingga 30 menit. Masa inkubasi virus corona 2-14 hari, sedangkan flu biasa hanya membutuhkan waktu 1-4 hari. Jadi, untuk membedakan apakah orang itu terinfeksi virus flu biasa atau virus corona (selain dengan tes), bisa dilihat riwayat perjalanan, riwayat kontak, dan masa inkubasinya.

 

Vaksin

Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin untuk coronavirus. Kabarnya, vaksin sedang dalam tahap pengerjaan oleh tim peneliti di Texas dan New York, Amerika Serikat, serta Tiongkok. Untuk influenza, vaksinnya sudah tersedia dan diperbarui setiap tahun. Vaksin ini sangat disarankan siapa saja, khususnya mereka yang berisiko tinggi terhadap komplikasi influenza serius, seperti orang-orang yang bekerja di lingkungan perawatan kesehatan.

 

Gejala dan metode penularan

Pada flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Orang yang memiliki sakit flu bisa menularkannya ke orang lain yang sehat yang dekat dengan jarak sekitar 2 meter. Banyak orang beranggapan bahwa penyebaran flu ini terjadi karena tetesan liur yang keluar dari pengidap ketika batuk atau bersin, bahkan ketika berbicara. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari gangguan pada hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Batuk
  • Demam (jarang)

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.

Sedangkan gejala corona virus disebabkan oleh reaksi tubuh untuk melawan virus tersebut. Hampir sama dengan flu, cara penularan covid-19 terjadi saat virus pada pasien corona yang batuk atau bersin mengenai orang lain. Penularan ini dapat berlanjut jika virus menempel pada tangan orang lain yang tidak sengaja menyentuh mulut, hidung, dan mata. Sebab ketiga organ tersebut memiliki risiko tinggi masuknya virus, bakteri, dan kuman ke dalam tubuh. Meski begitu, sampai saat ini penelitian mengenai covid-19 masih terus berlanjut. Adapun 3 gejala utama yang dapat muncul pada covid-19, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah.

Pada kasus yang parah, infeksi virus corona bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Misalnya seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal. Gejala infeksi virus corona yang berat ini lebih sering terjadi pada lansia dan orang yang memiliki kondisi medis tertentu. Infeksi virus corona sangat bergantung pada daya tahan tubuh, penyakit yang sebelumnya diderita, dan faktor usia. Biasanya, lansia sudah memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan penyakit bawaan dengan kondisi kronis. Sebagian besar kasus virus corona dialami oleh pria, terutama pria dewasa, meski tidak diketahui mengapa hal itu bisa terjadi. Untuk terhindar dari infeksi virus corona atau flu biasa, masyarakat perlu melakukan upaya meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu cara selain dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih adalah dengan mendapatkan vaksin.

Meski hingga saat ini belum ada vaksin apa pun yang bisa menangkal virus corona, setidaknya ada cara yang membuat daya tahan tubuh lebih terpelihara agar terhindar dari berbagai macam infeksi. Selain vaksin, Anda juga rutin mengonsumsi suplemen seperti Blackmores Multivitamins + Minerals. Suplemen dan vitamin dari KALCare yang mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, D3, E, vitamin B kompleks dan mineral (Kalsium & Magnesium). Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari dan juga baik untuk memelihara kesehatan. Dapatkan produknya di sini agar Anda bisa tetap menjaga daya tahan tubuh.

 

cegah infeksi virus fu atau covid dengan suplemen Blackmores Multivitamins + Minerals

 

 

Salam,

 

KALCare

 

 

 

 

 

Sumber:

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3636713/sama-sama-menyerang-paru-apa-beda-wuhan-coronavirus-dengan-virus-influenza

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3637020/fakta-virus-corona-dan-influenza-bagaimana-pencegahan-terefektifnya